Sunday, December 29, 2013

Lagi dua kertas.

Mata pelajaran Pembedahan, dan Kanak-kanak.

Haruslah dan seharusnya berusaha keras, kerana orang Islam itu selalu berjaya, kerana hatinya diserahkan pada Tuhannya. Dan dia tahu, usaha-usahanya hanya untuk merebut cinta Dia, dan bukannya untuk mengejar visi duniawi yang entah apa-apa. Dia akan selalu senyum sahaja, dan tidak sedih, kerana dia tahu, Dia selalu ada, dan Dia selalu tahu, dan Dia Maha Penolong dan Maha Kuat dan Maha Menguasai semuanya.

Sepatutnya lah kan setelah tahu, dia tak sedih lagi.

Tapi kenapa aku sedih dan hampir putus asa, ya?
Kenapa, duhai diri
Sedangkan curahan rahmat
Kan selalu dekat.

Saturday, December 14, 2013

Tiada dan Pergi

Jika aku tiada dan pergi
Sesaat setelah ini, malam ini atau esok pagi
Apakah terkesan nota-nota ringkasku
Di balik tebal buku-buku sekolahku
Apakah berguna segala ilmu
Yang kupaksa masuk ke otak kecilku
Apakah kata-kata manusia kelilingku
tentang akhir hayatku

Siapa aku
Di mata dunia
Apakah bermakna
Enam kaki di bawah sana?

Ataukah angkuh jika aku berkata
"Pastinya bumi, kan jasadku dia terima"?

Siapa kau, Keon
Siapa kau, Nisa
Siapa kau, 'that Malaysian girl'
Siapa kau
Siapa?

Adakah yang kan merindui
Atau menyesali kata-kata dan kesempatannya

Adakah?

Apakah jawapanku di hadapan malaikat berdua?
Apakah aku kan terhidu syurga?

Tak mengapa, sayang
Usaha saja.
Akhirnya, Dia sudah tahu
Hanya kau yang selalu buntu.

Ya Rabb
Jika aku ditakdirkan tiada
Malam ini ataupun lusa
Ampunkan dosaku yang menjadi mimpi ngeriku
Jadikan aku dalam kalangan hambamu.

Thursday, December 12, 2013

Stay

And don't leave me.
Never leave my side
And listen to my thoughts
Bear my crankiness
And swallow my bad moods
Cherish my good tones
Polish my potential
And believe in me

While you stay by me
And always be there for me

You
Does not exist in this realm.

Wednesday, December 11, 2013

Ini serius.

Sejujurnya
Semakin dekat periksa
Semakin banyak angan disuntik
Semakin banyak takut dijentik
Semakin resah jiwa ditarik-tarik

Tapi
Ini cuma ujian
Untuk menilai sejauh mana kau bertahan
Dan siapa kau cari untuk memapan

In the end
It doesn't even matter.

Kisahnya, usaha
Akhirnya, sesaat cuma dirai
Dilepas dari belenggu duniawi
Tapi kisah yang tetap disanjung
Adalah jerih perih usaha
Dan tangis dalam doa takutmu

Berusahalah biar ada kisahmu tercoret
Di garis masa nan secebis ini

Berkeju di hari Rabu

I need another story
Something to get off my chest
My life gets kinda boring
Need something that I can confess

'Til all my sleeves are stained red
From all the truth that I've said
Come by it honestly I swear
Thought you saw me wink, no
I've been on the brink, so

Tell me what you want to hear
Something that'll light those ears
I'm sick of all the insincere
So I'm gonna give all my secrets away

This time
Don't need another perfect lie
Don't care if critics ever jump in line
I'm gonna give all my secrets away

- Secrets, by One Republic

Dan rasa ini
Akan kusimpan hingga tak tertanggung lagi
Kerana yang ku mahu
Bukan cerita biasa-biasa
Yang bisa dikhabarkan pada dunia
Tapi kisah kita
Yang bisa menggoyah hati-hati glasier
Untuk turut percaya pada cinta.

Cinta
Biar dulu di dalam kalam jiwa
Dan di Luh Mahfuz sana

Cinta
Tunggu.

"I have died everyday waiting for you."
- Christina Perri, A Thousand Years

Nanti aku di sana

Di sana
Sana
Sana

Tempat aku bekerja
Tempat aku berkeluarga
Tempat aku bercanda
Tempat aku tersenyum padamu
Tempat aku menangis di bahumu

Nantikan aku,
Dan jika aku tak kau temui di garis masa,

Nantikan dan doakanlah
Kita kan berjumpa
Di ruang masa
Di mana duka cuma suatu lagenda.

Monday, December 9, 2013

Apertur kecilku

Dari apertur kecil anganku
Sudah kuterlihat kamu
Dan aku
Bersama-sama menelusuri ladang tulip
Dan memintas angin di atas kapal layar

Dari apertur kecil anganku
Sudah ku ternampak senyum anak kecil
Mengucap terima kasih
Atas tolongku yang secebis cuma

Dari apertur kecil anganku
Aku, hei itu aku
Terima gulungan ijazah dari pengetua berbadan gempal
Dua-dua tersenyum
Walau dunianya berbeza

Tiba-tiba gelap apertur kecilku
Dihalang realiti masa kini
Dan aku cuma menitip senyum dalam lelah
Di balik tebal buku-buku sekolah

Thursday, December 5, 2013

Tarik tali

Kadang-kadang aku rasa hidup ini umpama permainan tarik tali

Bila kau rasa kau sudah terpaling gagah, ada sedikit rasa megah
Kumpulan yang seberang sana tiba-tiba kuat tarikannya
Lalu kau pun terasa seperti hampir terjelepuk ke tanah
Tapi ada pula ahli kumpulan kau yang berkata dari belakang,
"Hei, jaga, yang di depan sudah hampir tersembam!"
Dan kemudian pantas saja kuda-kuda si penahan
Langsung menahanmu.
Dan kau temui kembali imbangannya.

Kadang-kadang kau rasa kau sudah terpaling letih
Kalimah kalah sudah seperti tasbih
Bermain-main di bibir penyokong sebelah sana.

Tapi kau bukan seorang.

Kau ada kumpulan kau.

Paling utama,
Kau ada Tuhan.

Wednesday, November 13, 2013

Oh simple things

I wanna run away
Far, far away
Where heart beats are just heart beats
And not 4 different points with a thousand possible pathologies

I wanna pretend this is not happening
And I can throw a rebel and dye my hair electric blue
And everything's gonna be okay

I wanna dance in the rain with my best friend
And never contract a cold like everytime when I did

I wanna lie in a bed of flowers
And life will be all sunshine and buttercups
We can enjoy a jug of chilly lemonade
Near the beach with the sounds of waves

All waves that are here now are piercing waves
Radio waves, sound waves and artificial sun rays
Get real, please

And by saying Get Real
I'm thrown back into this realm
And realise the bitter truth
That real bliss can only be gained
By hardships.

Ya Allah, let me pass through this
Fine and unscathed

Saturday, November 9, 2013

Talking in my daydream

A loner
That's always me

Who talks to herself in her daydreams
Who smiles to no one in her blank stares
Who sleeps alone and woke up to nobody

To be a loner is no fun
But it is better than a bad company.

Thursday, November 7, 2013

Counting Stars

Lately I've been, I've been losing sleep
Thinking of everything that we could be
Lately I've been, I've been praying hard
Say no to counting dollars
And we'll be counting stars
Yeah we'll be counting stars

--Counting Stars, One Republic

Life is hard, but it's not that hard
If we know that our purpose is true
And we work to achieve that purpose.

To be honest I'm not a really good person today
I woke up late again,
I'm getting tired of myself, insecurities, lack of motivation

But I still have this life to spend
And time never did wait, ever
So it's either I do something or it will surpass me, leaving me in the state of loss

I know this is kinda melancholic.

I can't wait for all this to be over and-

We can go and just count the stars.
Cz seeing Allah's creation equals to remembering Him, which made it so tranquilising.

Till then.

Assalamualaykum.

Wednesday, November 6, 2013

Tak stabil

Goncangkan jiwa
Bangun dari lalai
Dunia bukan permai
Akhir belum sampai

Biarkan aku bersampan meski kau berbot laju
Bukan aku tak mahu
Tapi aku tak mampu seperti kamu
Pacuanku tak sekuat kuasa kuda
Namun aku masih punya cita
Cita tuk sampai ke penamat yang sama
Sama-sama dikalungi medal tanda aku tak tercantas di tengah sungai yang sungguh deras

Sungai ini masa
Cita ini cinta
Akan aku bangkit jua
Dengan sorakan atau kejian kamu.

Tuesday, November 5, 2013

Cemburu

Antara impi dan responsibiliti
Yang mana mendahului?

Ah pasti saja yang tertanggung lebih memberat.
Tapi tangan aku menggapai-gapai
Gelombang cahaya ingin
Yang entah akan ku temukan di garis masa hadapan atau tidak
Sementelah umur sendiri pun tak tertelah.

Yang mana-mana pun susah.
Yang satu susah jiwa.
Yang satu susah masa.

Memang manusia itu sentiasa dalam kesusahan, kan?
Jika bukan kerana ada Tuhan tempat pemapan
Sudah lama tersungkur berjatuhan.

Rawak. Sangat.

Cinta ibarat solekan.

Dengan cinta, yang biasa-biasa
kelihatannya jelita dan menawan.

Cinta ibarat pembayang mata.

Dengan efek smokey eyes cinta, segala sifat entah apa-apa yang sepet akan tertutup dan segala sifat baik akan kelihatan besar dan bercahaya.

Tapi cinta yang sejati adalah seperti cecair penanggal solekan
Meski tiada sudah bayangan warna-warni yang mengindahkan
Ianya menyucikan. Dan mengembalikan kepada fitrah.

Oh indahnya bicara tentang cinta
Kerana sememangnya cinta itu indah
Dan menggamit bahagia, bukan?

Di manakah dikau cecair penanggal solekanku?

Begitu. Tuhanmu kata, tunggu dulu.

Monday, November 4, 2013

Kembang Api

Dentam-dentum bergegar bumbung
Tanda Oktober sudah pun berpenhujung
Di bumi bermajoriti Hindu ini
Tiba sudahlah waktu Diwali
Menggegak-gempita dengan mercunnya
Memecah sunyi malam-malam gelita.

Entah kenapa di sebalik kejutan jiwa saban saat
Terlontar rasa pada yang bergelut
Bergadai nyawa melawan Taghut
Di bumi sebelah sana, perlahan-lahan tiba Malaikat Maut
Dengan terpaling lemah-lembut mencabut
Roh-roh yang pada Allah semata ianya bertaut.

Sungguh aneh bangsa manusia
Yang satu melawan Taghut sanggup bertarung jiwa
Yang satu pula kerana Taghut sakan gembiranya.

Sungguh, Tuhan, mungkinkah dengan gempita di sebelah sini cuma
Barulah terpaut jiwaku kepada saudara di sana?

Sungguh, aku selalu saja lupa.
Sungguh, lekaku membawa nestapanya mereka.
Sungguh, di Maal Hijrah ini, hijrahku, jihadku semoga saja tercerna oleh jiwa!

Ameen ya Rabbal 'Alamin.

Thursday, October 31, 2013

The solution to Stupidity Spells

Have you ever feel stupid whenever you see a particular human? Yeah I used human cz a person would be demeaning. That human did nothing to you, (well not at the particular moment), not even watching you or noticed you. Yet you feel so damn stupid like you've been stripped down in the middle of a crowd.

It's so stupid yet that's how it is. You feel utterly stupid and disgusted at yourself to the point that you feel like leaving the room in that immediate second.

Yeah I have that kind of effect with that certain human.

And I found the solution today.

Today, when I saw that human, I had my earphones strumming zikir to my eardrums. And this time, I don't feel stupid. In fact, I feel at ease, like nothing could ever harm me.

Definitely the answer is the remembrance of Allah, kept me sane.

Now I think I really should do zikir in my every breath. /tears in my eyes/

Alhamdulillah, thumma alhamdulillah.

Wednesday, October 30, 2013

Testing out

I know this will be the same, but i've been without a smartphone for a week and this is kinda awkward. So I got a new phone. Sony Xperia ZR. Hope it'll be good cz the cost to fix my previous phone is too much for value. It's been 2 years++ too, so I guess it's time.

So hello! :) Lets start this new thing with a smile :)

Got ortho end posting tomorrow, intertrochanteric fracture case. May Allah ease and all goes well, ameen.

Till then, Assalamualaykum wbt.

Monday, October 28, 2013

Selamat hari jadi, cinta

Selamat hari jadi, cinta
Semoga hari-harimu lebih indah dengan usia yang bertambah
Semoga setiap satu langkah terkira fisabilillah
Semoga cita-citamu tercapai satu-persatu, membikin kalungan indah
Semoga setiap semoga dari pengucap hari jadi, menjadi nyata

Aduhai cinta
Di ke-dua puluh empat tahun menghirup nafas di dunia
Apakah sudah cukup bekalan dunia sana
Apakah sudah puas menyantuni kedua orang tua
Apakah sudah kau pelajari cara mencintai dirimu, cinta?

Kisah sedih semalam usah kau bangkitkan
Luka dan parut semalam usah kau ceritakan
Namun jangan kau buang, cinta, sesekali jangan
Kerana merekalah yang mengajarkanmu rencah kehidupan

Maka, jika masih diizinkan Tuhan berdiri di bumi
Teruskan juang dalam degupan nadi
Menghabiskan sisa-sisa tahun akhir, tahun akhir bergelar pelajar perubatan di sini
Buktikan kata-katamu cinta
Bahkan yang berjerih-perih tidak pernah terkecuali
Dari mendapatkan jaya dan impi.

Dan aku jua, cinta
Masih bertatih-tatih dalam menyebut diriku "Cinta".

Selamat hari jadi, Cinta!
Jangan kau sangsi
Pasti ada yang mencinta
Dalam kau tahu atau tiada.

Keon Sang Pencinta
Davangere
Isnin 28 Oktober, 2013.

Jangka Kau, Benarkah?

Suatu pagi yang diimpi indah
Bermula dengan terlepas satu anak tangga
Jatuh, terkehel buku lalinya
Benarkah yang kau jangka?

Sebuah cinta yang disulam angan
Berakhir di pelaminan, terhias bunga-bungaan
Tiba-tiba dia naik bosan
Dengan pertelingkahan kecil yang tak berkesudahan
Berakhirnya di hujung gagang,
Benarkah yang kau jangka?

Ulasan minda dipohon dari si karibmu
Bersama permasalahan yang akalmu buntu
Harapnya tertuntas sepertimana rencanamu
Cumanya, terbuah di bibir dia
Tapi butir-butir yang hadir
Malah melontar kau ke tepi pinggir
Alih-alih, sehabis teh secangkir
Gulana hati kau, masih lagi menggetir
Maka
Benarkah yang kau jangka?

Tak salah menelah apa jua mungkin dan bakal
Tetapi pautan hati pada yang belum
Seringkali mencarah-carah
Hati yang sedia berdarah.

Sunday, October 27, 2013

Saba-bah ii

And I'm back.

Where was I? Yeah, I used to live in Kota Kinabalu, Sabah from April 2004 to December 2009. By the way from 2008-2009 I wasn't at home much cz I continued my studies at Sepang and after that here in India. So my last biddings of goodbyes to our home at KK was during the end of August 2009. Sad, right.

It is sad cz it was really an eccentric journey for me. In the year 2004 I was scheduled to sit for my Lower Secondary Certificate (PMR) and I was already in a boarding school by that time (MRSM Gerik, Perak.) If you ever went to a boarding school then you'll know the level of attachment between you and your friends. And it became even more dramatic cz MRSM Gerik only caters for Form 1 till Form 3, and 2004 was supposed to be my graduating year. So naturally I want to stay but my mom said the flight tickets will be so expensive yada yadaaa and it'll be such a hussle and all and there's also a MRSM in KK anyway called MRSM Kinarut (the original name of MRSM Kota Kinabalu) and it is 20 minutes from our new house so there. I was so defensive that after knowing the news I call my new school by the name of MRSM Mengarut. Yeah I'm immature liddat.

Anyway I had to say goodbye to my old school and I cried. Yeah. I was really sad that until my first days in KK I slept with my friends' photos under my pillow. Sounds like a psycho now to me but hey, they're like my second family and I was 15. Friends matters.

So I went to MRSM Kinarut/Kota Kinabalu. My dad on the way there tried really hard (or a bit too hard) to cheer me up by telling me that it's good to have new friends and a new school (the school's literally new, it's open for operation starting on 2002) and anytime I feel homesick I can call him and he'll come straight away cz it's only like 20 mins away, not a 4 hours journey like Gerik-Puchong. Oh janji manismu Ayah, ku ingati sehingga ke hari ini, LOL. So I registered and was appointed a room, and since there's no free room cz it's like the middle of the year I was put in a room with 2 juniors, both a year younger than me. I thought oh fine, I won't get bullied then. Yeah what do you expect? New kid, foreign language, timid (I think I am. I can be very timid at times), veryyyy vulnerable to bullying right. But it never happened. I didn't went to the morning classes and went on sorting out my things, expecting things to happen to me. By noon there was people suddenly coming into my room and asked, "Are You the New Kid?" Suddenly my room became the hottest spot of the afternoon. My poor 2 roommates got no room to stay and they only introduced themselves to me after the buzz was over, lol. My (nearly) whole batch was there and was asking me questions like how's your old school? What's your nickname? What does Keon means? LOL. You guys are awesome! They made me felt at ease during my first day. Then I went for lunch with them and I felt very welcomed. Sabahans can be really friendly and awesome and humble too. I loved them the first day I met them. Though sometimes they think my accent is funny but they accept me anyway. It's so nice to be there.

My first Sabahan word that I learnt was "minta puji." LOL I really can't guess the meaning of that. I was like, kenapa pulak aku kena minta puji? LOLOLOL. Apparently it meant the same as Poyo.

Saturday, October 26, 2013

Saba-bah.

I'm bored, hence I feel like writing random Sabahan vocab.
Bah.
Limpas.
Bida.
Palis-palis.
Kadapatan.
Ampai-ampai.

For those who didn't know, I once resided at Kota Kinabalu, Sabah for 6 years. that makes up for my upper secondary years and my A-level years.Yeah. The weird teen-adult-confusion phase, all mixed up with a new environment, people, friends and language. Super high five to me for surviving all that!

But I must say, though it is a strange land, I found peace at the beaches of Tanjung Aru.

willbecontinued.

Tangan-tangan

sepasang tangan
sebelah menggendong anak
sebelah lagi disua ke mulutnya
dengan mata berkaca.

sepasang tangan
sebelah menghulur wang
sebelah lagi terkaku tak ketahuan
dengan senyum sedikit tak selesa, mengharap dia kan temui cara lebih baik
untuk mengisi ruang hari, mencari sesuapan.

sepasang tangan
dihala tinggi-tinggi ke kepala si perempuan pengemis
bersama setinggi-tinggi suara
kerana meminta-minta pada orang asing ini
dengan riak muka penuh cerca.

hai seisi dunia
jika adil itu terletak di tangan yang paling atas
akan masih adakah sepasang tangan
yang menadah di bawah 
selain dari yang meminta rahmah Yang Maha Pemurah?

Friday, October 25, 2013

Bilakah Kan Tiba Cukupnya?

Di terik tengahari
Seorang wanita pengemis, menanti kami keluar dari kedai kopi
Menggendong anak kecilnya di bahu kiri, bersama anak lelakinya yang cilik di sisi.
Kawanku menghulur sekotak kentang goreng, yang telah siap-siap dibungkus rapi.
Tapi seusai urusan memberi-menerima-bertukar senyuman
Masih lagi si cilik mengekori
Memanggil-manggil, menarik-narik tangkai hati
Untuk merasa, apakah cukup cuma sekotak kentang goreng?

Di hening pagi
Sedang aku bersiap sedia untuk ke kuliah
Ku mengangkat telefon pintarku untuk bertanyakan jika kawan-kawanku sudah bersedia atau tidak
Sederas itu telefonku tiba-tiba termati
Dan tidak hidup-hidup lagi.
Ah jangan begini! Teriak hatiku
Esok harinya aku meminjam telefon kawan
Sementara menunggu elaun bulanan untuk telefon itu kugantikan
Kadang-kala terdetik rasa tidak puas
Tak dapat menghubungi kawan baikku menerusi Whatsapp
Tak dapat bergelak tawa sendiri ketika bermain Gegula Hancur
Tak dapat dan tak dapat lagi
Sehingga kukatakan pada diri
Apakah nikmat dapat menelefon Ummi
Tak pernah cukup lagi?

Sudah ada yang boleh, mahu yang lebih
Sememangnya manusia kuat membantah
Atas kepentingan sendiri punya serakah.

Duhai hati- hati atas dunia ini
Apa jua pun yang kau miliki di atas tanah
Takkan kau bawa bila kau tertanam enam kaki di bawah.

Apakah tak cukup lagi?

Maka bila kan tiba Cukup nya?

Sunday, October 20, 2013

My phone died today. RIP, Phone.

Aicha, Aicha, smile for me now
(I don't know, I don't know)
Aicha, Aicha, in my life

Lord knows the way she feels
Everyday in His name she begins

-- Aicha, by Outlandish

Am feeling so miserable throughout today. My phone happen to finally 'breathe its last breath' today. I don't know why I'm feeling so difficult, even though I tried to cheer myself up, chanted that the phone is only one material which of course has its expiry date and it's not everything in my life, the fact that I can't call my mom for the time being really made me feel down. When I asked my sister to tell ummi that maybe I can't call up till next week cz that's when my allowance is credited into my account and I can buy a new phone (am broke now), she said Ummi is too busy playing Candy Crush and she'll tell her that tomorrow. Don't you know I'm the one feeling Crushed over here lil missy? I hate you. I hate that I can't talk to ummi and cry over the phone, forcing me to cry alone here. I dunno. I guess I'm just too attached to the phone. Or my expectation that it will only die by next year, when I'll be finishing all my exams, when I can finally feel like Yeay! MBBS is over so it's time for a new phone! Seems like Allah has a better plan. The downside of it is that everyone's kinda busy tonight and no one I can talk to through the Net except for random people on Twitter which unfortunately doesn't help to relieve my depression, partially cz I don't tell strangers my real problem cz that'll be really weird and inappropriate.

My phone is:

1. My alarm clock for Subuh prayer and everytime I planned to wake up
2. My social network provider (Instagram mainly. I love seeing nice pictures of other countries I can't afford to visit)
3. My MP3 player (cz it's easier to choose songs from than my ancient Sony 2GB walkman player)
4. My dictionary (in any random moments, or when I wanna write poems- I even have Kamus Dewan in there!)
5. My prayer time buzzer
6. My mess hall menu reminder
7. My video player (cz my laptop's sound system stutters and it's been like that forever but I'm too lazy to go to the shop and send it for repair)
8. My Phone (to call ummi every day! Yeah I'm such a mommy's girl.)
9. My Whatsapp provider to know about classes, usrahs and what-not.

Ya Allah please make me strong. I know this happens for a reason. And I know Your plan is the best.

I had tried nearly everything to revive my phone (except going to a repair shop cz I'm afraid they're gonna access my bankings info there- yeah I'm paranoid, whatever) but to no avail.

Hence,

Goodbye, Phone.

Thanks for being wimme these 2 harsh years. I'm not a careful owner. I know that. But you've been so strong, I thought you'll last longer with me.

Never mind I'll find someone like you...

Friday, October 18, 2013

Panjang

Seekor ikan peliharaanku yang bernama Panjang, baru saja mati sebentar tadi. Rasanya terkena infeksi. Perutnya kembung kebiru-biruan seperti lebam.

Sebelum ini, Panjang adalah ikan yang paling kurang kasih sayang. Rupanya biasa-biasa saja, tak segemalai yang lainnya. Bulan 6 yang lepas mereka berbunuh-bunuhan sesama sendiri dan Panjang dan Atok saja yang berjaya teruskan survival. Tapi mata Panjang tinggal sebelah saja. Lalu aku menggelarkannya 'Panjang the Pirate'.

Sejak matanya buta sebelah, Panjang jadi sedikit pasif. Dia kurang nampak, jadi ketika aku memberi mereka makan dia yang paling selalu dilibas Atok dan mendapat portion yang paling sedikit. Kasihan.

Tengahari tadi Panjang pasif saja. Duduk di bawah akuarium, bukan berenang-renang seperti selalu. Hatiku terdetik yang dia tidak sihat, tapi tak ada apa-apa yang boleh kulakukan.

Selepas Isyak tadi, Panjang sudah terapung dan asyik diganggu Atok. Tapi insangnya masih bergerak-gerak perlahan, seperti berat hendak mengambil nafas. Aku pergi menelaah di bilik kawan, dan sekembalinya aku ke bilik, dia sudah tiada.

Ketahuilah Panjang, meski kau bukan yang istimewa, tapi setiap hela nafasmu dan tasbihmu selalu mengingatkan aku yang leka. Terima kasih kerana pernah bersamaku.

Selamat malam, Panjang. Dan malammu akan lebih panjang.

Tuesday, October 15, 2013

Hei Kita

Hei kita yang bakal beraya pada esok hari
Lambat sehari dari negara sendiri
Mak telefon di hening dini
Terlupa subuh dia kita punya tiga pagi
Memberi ucap Selamat Raya Haji
Dibalas kita, ya, ya, kita sekolah hari ini
Se-terletak telefon, hati kita iri.

Hei kita yang ada periksa tak lama lagi
Makan coklat pandai, minum air jampi
Tapi masih alam maya kita lawat-lawati
Setiap sepuluh minit berselang satu definisi
Insaflah kita! Insaflah diri!
Bagaimana Melayu hendak tinggi berdiri?

Hei kita yang jauh di perantauan
Lemang tak dapat, rendang kita rindukan
Tapi tak apa! Ini kan pengalaman?
Sampai bila di rumah, bersenang-senangan?

Manusia itu jika tak ada tekanan
Jarang sekali grafit menjadi intan.

Hei kita! Kita kan hebat? Kita kan ada pencak Hang Tuah, setianya Jebat?

Hei kita! Marilah bangkit dalam semangat!


Aidil Korban

Korban
Di zahirnya terlihat haiwan ternakan
Sapi, kambing, jadi sembelihan

Namun darah yang tertumpah
Sama sekali tak sampai kepada Tuhan
Tapi amal yang terlontar
Dari hati yang mengharap benar
cinta Tuhannya-lah, yang kan terhampar.


Di pagi hari raya di tanah airku
Aku tertinggal di seberang Lautan Hindi
Berdiri di belakang barisan pakar-pakar tulang ber-lead jacket di dewan bedah
Kerana sambutan korban Raya Haji di bumi ini
Bakal disambut hanya pada esok hari.


Ya
Setelah keluar dari dewan bedah, dalam langkah cepat-cepat

Berlatarbelakangkan hingar pakcik jaga menghalau saudara pasien di akhir waktu melawat
Aku tersedar, makna korban ini
Bukan pada busana berkerlip
Bukan pada hidangan beraneka tuk dicicip
Tapi pada jiwanya yang harus menahan nafsi
Rindunya. harapnya. cintanya.
Pada siapa?


Dan seharusnya hanya pada Dia saja
Yang sudah bermurah hati mengurniakan berkah 

Sepuluh awal Zulhijjah.
Hanya pada Dia saja
Aku bersyahadah, dan memaknakan sumpah.


Oh Tuhan, jangan sesekali kau biarkan jiwa ini menjadi korban
Dengan bayaran harta segunung mewah
Tapi biarkan ia mengorbankan kunci-kunci dan kuncu-kuncu dunia
Di hujung sejadah, dahinya rebah.


-Di terik tengahari, sehari sebelum AidilAdha Davangere/Petang AidilAdha Malaysia

“Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah
tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketaqwaan daripada kamu…” (Al-Hajj: 37)


Salam AidilAdha! :)

Monday, October 14, 2013

Telagah Tengah Malam

Di setiap denting tengah malam
Datang dua elemen bertelagah dalam kotak minda
Saling salah-menyalah

Hei kau, Si Optimis! Datang lagi kau di sini?
Sangkaku kau sudah berlari jauh dalam tangis
Di kelam semalam dikabut gerimis
Paginya dia, hilang impinya, kau kalah tipis, saudara!

Dekah-dekahnya Pesimis, Si Optimis sambut sinis,
Jika bukan keranaku, saudara,
Entah masih adakah lagi dia di dunia.

Tanpa harap esok kan cerah
Buat apa terus menjadi beg darah!
Harap itu, saudara, harap-lah!
Yang membangkitkannya di pagi-pagi
walau dengan sedikit frustrasi
Kerana harinya tak secantik fantasi
Tapi saudara, tapi!
Dia tak terfikir pun untuk terjun ke dasar bumi!

Terus menerus si manusia ditarah
Antara cas tambah dan cas tolak
Bersandarkan iman
Dia percaya, meski berkali rebah
Ada Yang Di Atas, terus-terusan mengawas
Dan terus-terusan menghantar gelombang sayangNya
Dalam bait-bait masa akan datang, di luar kotak fikirnya.

Saturday, October 12, 2013

Ibrah dari usroh hari ini.

1. Manfaatkanlah 10 hari awal Zulhijjah ini, as long as it last! (To be noted: it is already the 6th Zulhijjah.)

Pray on time, increase solat sunat, fast (especially on the day of Arafah), read the Quran, give sadaqah, be nice to people, say subhanallah wabihamdihi, subhanallahil adzim.

InshaAllah.

2. Bila membaca al-Quran, bukalah sepenuh hati supaya lebih terkesan dengan ayat-ayat cintaNya.

Kerana hati yang tenang dan bersih, akan membiaskan peribadi yang indah dan cantik.

Pelajari bahasa Arab untuk lebih faham maksud ayat dan cuba telusuri sirah Nabi saw. :)

3. Dari kisah Said bin Amir al-Jumahiy, dapat kita ambil iktibar:

- Harta itu hanyalah alat untuk mencari redha Allah. Jika harta letaknya di hati, ia akan menjadi bala bencana kepada yang empunya diri!

- Ikhlas dalam beramal dan takutkan balasan Allah di akhirat kelak.

- Tunaikan hak Allah walaupun tanpa redha manusia.

Jazakillah khair korang semua! Semoga kita menjadi lebih baik, ameen, inshaAllah.

Assalamualaykum wbt.

Thursday, October 10, 2013

Selamat hari jadi, Adik

Selamat hari jadi yang ke-11 buat adik bongsuku, Khairul Iman.

Semoga segala cita-citamu tercapai. Semoga menjadi anak yang soleh. Semoga menjadi Muslim sejati. Semoga menjadi syabab berhamasah tinggi, selalu menjulang Islam di tempat nombor satu dalam hati.

Semoga kita bertemu lagi di syurga nanti. Semoga hidupmu dalam terpuji, langkahmu terpelihara, hatimu murni.

Kaknisa tahu lantunan doa Kaknisa tak sehebat tulusnya doa ummi. Tapi adik, Kaknisa yang sulung ini, yang selalu kau katakan 'si tua' ini, sangat-sangat sayangkanmu. Dari khabar pertama kelahiranmu di gagang telefon foyer MRSM Gerik itu, Kaknisa sayangkanmu.

Kerana itu, Kaknisa tak mampu nak tolak apa pun pintamu, adik. Ke PetroSains lah. Ke Aquaria lah. Apa saja, adik. Apa saja, asal mindamu terbuka, imaginasimu luas, impianmu tak punya sekatan, dan agar Allah redha dengan Kaknisa (dan dengan adik juga!). Ameen.

Walaupun kita saja yang berkongsi bulan kelahiran dalam setujuh beradik kita, tak mengapa. Itulah istimewanya kita. Dan wajah kita juga yang paling serupa. Haha.

Adik, semoga terkabullah doa ummi, agar dirimu sebaik namamu, memiliki sebaik-baik iman.

Selamat Hari Jadi Adik.

Salam sayang,
Kaknisa
Davangere, India.

Tuesday, October 8, 2013

Pengemis ii

Aku, duduk di kerusi rotan dalam Kedai Kopi Seteguk.

Kuhela nafasku dalam-dalam. Masih terhidu-hidu bau hanyir darah di Bilik Bersalin Hospital Gisi sebentar tadi. Satu, dua, tiga...aku mengira nafasku. Nafas ini anugerah. Bukti nyawa masih terisi, di jasad berwayarkan darah.

Sekilas aku menoleh ke luar. Adik pengemis tadi, masih di situ. Duduk di sisi jalan berhadapan kedai kopi, menggosok kepala adiknya. Keras.

Ruang fikirku melayang kepada adik kecilku, Iman, di rumah. Entah apa pula pintanya pada cutiku yang bakal menjelang ini. Ayah bakal pencen tak lama lagi. Duit pencennya itu, sebahagiannya dihajatkannya hendak membawa kami bercuti. Destinasinya? Belum pasti.

Bila ditanyakan adik-adikku yang lain, bermacam tempat mereka cadangkan. "Korea! Korea!" jerit Sofi yang gilakan K-Pop. " Paris!" celah Nadia. "Holland! Ummi dah lama impikan berlari-lari di celah-celah hamparan tulip yang berwarna-warni!"

Ayah menoleh kepada Iman, yang leka bermain game Gegula Hancur di tablet milik ayah. "Iman nak pergi bercuti ke mana?"
"Haa? Cuti?" Iman diam sebentar, seolah berfikir dalam-dalam. "Iman nak pergi Zoo Negara. Seronok kan Ayah?"
Mata seisi keluarga hampir terjojol keluar se-terdengarkan bicara Iman Si Pencinta Haiwan.

"Madam, here's your menu." Sapaan kakak waitress yang kecil molek itu, terus memecahkan buih lamunanku di tengah hari panas itu. Aku senyum selayang kepada Kakak Waitress. Dia pun berlalu ke kaunter, hanya untuk melabuhkan lengan sambil badannya berpusing menghala ke televisyen yang memaparkan video klip lagu hindustan terkini.

Aku pandang lagi adik pengemis di luar kedai itu. Entah kenalkah atau tidak dia akan perkataan Zoo.

Monday, October 7, 2013

Hikmah Si Paru-Paru

Menghela nafas satu persatu
Seolah-olah ada batu berat di dalam peparu
Atau mungkin suatu jisim berkonsistensi jeli
Bila ditala dengan stetoskop
Bunyinya seakan-akan belon kehilangan angin
Berkeriut-keriut wajah peparuku
Entah apakah penyebabnya
Mungkin lantaran banyaknya dosa
Mungkin kerana Allah cinta
Mungkin, seberapa banyak kali mungkin pun aku senaraikan di sini
Tak jua hilang bunyinya

Syukur
Aku diperingatkan
Bahawa mati itu pasti
Dan nafas kau bukan percuma saja

Semoga terus beringat selepas ini
Bahawa sependek mana nafas terhela-
Yang menggerakkan otot interkostalku-
Cuma Dia.

Sembahlah Dia yang Maha Satu!
Teriak peparuku, satu persatu.

Saturday, October 5, 2013

Insafi

Heartburn.
Heart burnt.
Different entities, but equally menginsafkan.

Ya Allah, it's okay if you send more heart burns for me, if it means I get to get closer to You, and you'll be happier with me and my annoying being.

I'm so sorry that I'm so hard to be tamed and so selfish at most times. You know how much I regret some things, and am grateful at the same time that those things happen. Cz I know that Your arrangement is the best and the most unique for each of Your slaves' needs.

Let me be with You, Ya Allah. And want less of this lowly dunya. Ameen.

Friday, October 4, 2013

Realiti yang tidak Ideal

Kejadian:

- Baca buku bagai nak rak, topik-topik besar ditelaah walaupun demam, akhirnya yang keluar, tujuh soalan yang sangat rawak dan tidak popular pun.
Congenital anomalies of gall bladder and bile duct? Carcinoma rectum? Please.

- Katanya bersemangat bersemangat bersemangat kerana semalam ramai yang hadir melawat, tapi tewas tewas tewas, bangunnya lewat.

Realiti hidup di luar jangkaan selalu menyedarkan bahawa pemilik segala ilmu mengenai apa yang bakal berlaku, bukan kita. Kita kerdil. Kita berakal terhad. Terhad kepada idealisme yang bersandar kepada pengalaman sendiri, ilmu yang dikutip dan media massa. Sedikit yang maha.

Ya 'Alim! Permudahkanlah, dan kuatkanlah.

Wednesday, October 2, 2013

Appreciation

If we've never been in the dark, then we'll never appreciate the beauty of light coming in and spread through our lives, transmitted through our rod receptors.

If we've never tasted sweetness of a fruit, then we can never say that a fruit is sour, or less sweet than that.

If we've never experienced poverty, then we'll never know the sweetness of living in just what we have and still be happy.

Allah is the Most Just.

Mikroskopi jiwa

Mimik wajah yang durja, dan kata-kata yang kasar, seringkali bersinonim dan bersinkroni dengan jiwa yang resah, hati yang sedih, dan hidup yang sunyi.

Kerana ramai antara kita yang lupa, sebenarnya kita tidak pernah dan takkan pernah bersendiri.

Allah itu selalu bersama, sentiasa, dan sentiasa. Tak ada sepicing mata atau se-terlintas angin tanpa gelombang bunyi, yang tak tertangkap oleh-Nya.

Dan kerana itu, yang berada di sekitar insan yang sedih di dalam namun di tampang luarannya marah, bersabarlah, memahamilah, dan doakanlah.

Dan insan yang melampiaskan marah, ingatlah bahawa orang yang menahan marah adalah orang yang paling mantap dan hebat jiwanya, malahan terpuji di pentas masyarakat langit.

Hidup ini takkan pernah sempurna. Kerana ini dunia. Bukannya syurga.

Semoga kita bukan setakat mencium harumnya, malah termasuk golongan yang berpeluang memijak tanah hadiah penuh warna, sekaligus terlupa terus di dunia pernah sengsara. Hanya dengan rahmatMu Ya Allah.

Ameen, Ya Rabb.

Monday, September 30, 2013

Pengemis

Dari jauh, terlihat sepasang kawan bertudung kepala warna terang. Jalan melenggang, tidak ada apa yang dikejar. Bila mereka membelok ke simpang kecil itu, aku sudah tahu ke mana tuju mereka.

Bak lipas kudung aku berlari ke depan kedai kopi. Ku gendong adikku erat-erat, bersedia untuk menyua diri.

"Akka, akka." Aku halakan tangan ke mulut tanda meminta belas. Adikku dalam kendongan, mata berkaca memandang mereka. Kemudian menggaru kepala berambut kusut yang sedikit gatal. Mungkin ada kutu pada anjing yang tidur bersebelahan kami di bawah pangkin semalam.

Kulihat kakak bertudung biru laut, sedikit terangkat keningnya. "Illa," katanya, sambil terus laju-laju menapak masuk ke dalam kedai. Kakak bertudung merah jambu pula, seakan kebingungan. Aku cuba menarik sedikit kot putihnya. Mungkin dia perlu kembali ke alam nyata, daripada ekspresinya dia hilang entah ke benua mana.

Kak Merah Jambu menyeluk kocek kotnya, mencari-cari entah apa. Setelah dapat beberapa keping wang kecil, dihulurkannya kepadaku. Aku menyeringai sedikit tanda suka sambil kuhantar Kak Merah Jambu ke dalam kedai melalui ekor mataku. "Mewah," desisku dalam hati. Adikku tiba-tiba menggeliat entah kenapa, mungkin kutu anjing menggigit kepalanya. Ku gosok kepala adikku, sedikit keras kerana hampir-hampir rangka bahuku yang menggendongnya cuma dengan kain cotton yang ku temui di pinggir dumpster, terkehel sama. Aku membetulkan kain gendongan dan posisi Adik, kemudian aku duduk di pinggir jalan berhadapan dengan kedai kopi itu, menghela desah nafasku setelah seharian berjalan ke sana ke mari.

Kedai kopi Seteguk. Cuma kadang-kadang saja aku sampai ke sini. Selalunya ada saja halangan di pintu gerbang dua kolej bersebelahan kedai kopi ini. Pakcik jaga yang menjaga pintu gerbang itu, bengis yang maha. Sekiranya tertampak saja tampang aku dan baju lusuhku ini, dari hujung sana dia sudah berperi. "Pergi! Pergi!" kata pakcik itu. Sesekali bukan bahasa manusia pun yang dihingarkan kepadaku. "Psssst!  Pssst! Hussssh! Haaiiiiipp!" Sama saja mungkin di inderanya, aku dengan anjing berkutu teman tidur kami semalam. Tetapi hari ini, nasibku sedikit baik. Banyak pakcik auto berlegar-legar di kawasan pintu gerbang, membuat pakcik jaga bengis itu tak keruan. Aku menyelinap di sebalik auto dan kemudian lekas-lekas lari sambil menggendong Adik di belakangku. Terlihat pakcik menghayun-hayunkan kayu yang selalu dipegangnya ke arah wajah pakcik auto yang paling hampir, berteriakan entah apa-apa. Berat Adik tak terasa, kerana ini peluang cari makan. Bahu aku sudah berbekas hasil menggalas kain gendongan, tak terasa lagi culas.

Tersedar aku dari lamunan dikocak arus bunyi deruman enjin two-wheeler. Ah, rezeki. Belum sempat penunggang two-wheeler itu mencabut kunci, aku terus bersegera mendapatkannya. "Akka, koodi akka. Koodi." Sambil aku membuat isyarat menyuakan tangan ke mulutku.

                                                                           ***


Thursday, September 26, 2013

Gantungkan padaNya

Gelisah, gundah
Berputar-putar pelbagai telah
Berpusing-pusing fikiran merencah

Pandang ke atas
Tanganmu, tadahlah
Kerana urusan segala dunia
Bukan pada yang terngadah
Hanya pada Dia, ku adu segala senang susah

Oh Rabbal 'Alamin!
Permudahkanlah.

Wednesday, September 25, 2013

Terima kasih, bintang solo

Bintang
Hanya satu di langit malam
Terang
Seolah-olah cuba melawan arus kelam
Betapa tabahnya dikau, sang bintang
Meski tiada siapa pun memandang
Kau terus-menerus membakar diri
Dari jauh sehingga mati
Menjadi lohong penghisap periferi.

Duhai bintang
Aku sayang, dan aku pandang
Kerana kita sama-sama sendiri
Sendiri lagi di malam sepi ini.

Monday, September 23, 2013

Bercermin peri

Kamu
Hanya layak kugelar idola
Dan bukan temanku.

Dan aku sedar siapa aku
Masih mengais tempat berpijak di tanah peroi
Ditiupkan angin, terbang lagi mencarah hati untuk bermula dari kosong.

Aku sudah letih dengan cermin
Sehingga aku ambil keputusan
Untuk berpaling dan mengambil lorong sendiri

Walaupun sendiri itu, aku benci.

Sunday, September 22, 2013

Surat buat Keon

Aku minta maaf, wahai diri, kerana sifatku yang suka mencipta perbualan kosong sehingga memalukan diri sendiri.

Aku juga minta maaf kerana tak cukup sabar dengan kondisi dan keadaan dunia yang kadang-kadang menyempitkan jiwa dan meranapkan hati.

Sungguh, bukan dunia ini yang sempit, tapi aku yang mencipta kotak lutsinar bernama samarankan idealis.

Aku mahu kita terus berusaha untuk membaiki diri, dan terus menjadi lebih baik walaupun tak ada sistem yang memapan kita dari belakang.

Ingatlah, bahawa kemajuan itu perlu demi keselesaan bangsa dan emosi sendiri di abad depan.

Akhir sekali, janganlah kau berputus asa dalam perjuangan ini, kerana apa yang kita perjuangkan belum selesai iaitu agenda membangunkan jiwa dan karier kita demi menjadi satu ejen masyarakat yang terbangkit. Putus asa bukanlah pilihan bagi kita.

Assalamualaykum, aku sayangkan kau.

Yang benar,
Dirimu.

Saturday, September 21, 2013

Beyond fixing

Is my heart, I think. Once upon a time.

Tapi bukan kita yang memegang hati.
Tapi Tuhan.

Tuhanku,
Sebagaimana kau memancarkan mata air di tengah padang pasir-
Hidupkanlah semula dan susunlah bongkah-bongkah pecah hatiku.

Kerana aku perlu berhati-hati.

And I will try,
to fix me.

Friday, September 20, 2013

Mistakes and lessons

Repeating the same mistake again and again is stupid. Hence I'm kinda stupid, eh?

There are some situations that are out of our control. Which we only learnt afterwards. And there are things that we can control. It is called choices.

And both are essential, in the building blocks of a person's personality and image.

But by the end of the day, the only image portrayed by us that we need to be mindful of, is the image we showed to our Creator, Allah azza wa jalla. He wants the best from us, yet he understands our shortcomings.

Ya Allah, increase us. Ameen.

Thursday, September 19, 2013

Open your heart

When you see the world with an open heart, you'll understand people. Put the hatred, bad memories, spiteful comments aside and just indulge in the world. The world with its imperfections and the people in it. You'll become wise and hopeful- once you decided to open your heart. Be open hearted doesnt mean you can be cheated upon. Cz you know the looks of a liar. Cz you know they also have their troubles. Be understanding and reasonable. Be productive and kind.

Ya Allah, open my heart to the world and make me a better servant of Yours. Ameen.

Wednesday, September 18, 2013

Life

What's life, if there's no death?

We muslims arent supposed to fear death, we're just supposed to remember that death is the nearest thing to you as it may occur any second. And then we gotta prepare for the hereafter.

The beauty of Islam is that, your prep for the akhirah doesnt at all deteriorate (in most ways) your life in this realm. In fact it made it better. Yeah people give charity for the akhirah, smile, be nice to each other, sometimes just for the sole sake of the akhirah. For the good reward. Cz there are no grey areas between the hell and heaven.

And when I screwed up (like I did today), somehow I feel grateful. Cz Allah still woke me up. Still give me chance to do sujud. Still give me the chance to do my taubah. Cz He's the Most Merciful. Cz He give my lungs the strength to contract without fail for years. Cz He's ar-Rahman. Ar-Rahim.

Somehow though I screwed up yet again, I dont feel like condemning myself too much, and I choose to be grateful and highly thankful instead.

Alhamdulillah ya Allah, for this life. Alhamdulillah ya Allah, for this breath. Alhamdulillah, cz You give me the guidance to say Alhamdulillah...

Hope I can be a better person day after day, ameen ya Rabb.

Sunday, September 15, 2013

Harapan, harapan menjadi layu #np

Merindu
Sesuatu yang belum tiba
Berharap
Terjadinya ia

Merindu
Sebuah harapan
Tak sama seperti yang terpampang
Kerana ia perlu penantian
Dan sabar yang entah sampai bila
Ditonggaknya mampu.

Percaya
Itu kuncinya
Terhadap takdir
Yang serba sempurna
Cuma kita yang tak tahu
Malah tak pernah betah menunggu.

Saturday, September 14, 2013

Maju

Berbicara tentang pencinta maju (kemajuan), tiba-tiba aku terfikir apa makna maju di ruang cerebrum aku ini.

Adakah maju bermakna memiliki smartphone terkini?

Adakah maju bermakna mengetahui isu semasa? (kerana selalu terlihat situasi di mana seseorang iaitu aku bila tak mengambil tahu isu semasa di malaysia, ditempelak ibu rakan kerana menjadi katak di bawah tempurung.)

Adakah maju bermakna...sudah menempuhi fasa baru dalam hidup? Seperti berkahwin dan memiliki anak? (satu lagi isu yang hangat dalam golongan umur 20-an sepertiku)

Apakah Rasulullah saw dan para sahabat takmaju kerana tak memiliki smartphone? Oh, mereka lebih maju dari itu. Rasulullah dpt connection dengan Allah thru Jibril kan. Maju. Tersangat maju di luar kotak pemikiranku.

Habistu apa dia maju yang kau maksudkan?

Maju, bermaksud bergerak menuju ke arah kebaikan. Kebaikan yang hakiki. Smartphone or no smartphone.

Maju=perbaiki diri. Menuju cinta Ilahi.

Assalamualaykum.

P/s: Seharian kurang bercakap, maka kuota 25k perlu dihabiskan di medan maya. Hihi.

Syahadah

Kesaksian bukanlah sesuatu yang senang, remeh, atau main-main.

Bukan juga sesuatu yang sekadar di lisan, di bibir bertanam tebu manisnya kedengaran, tapi ia berbeban. Mudah, memang bukan.

Kesaksian yang terbitnya dari menerima fakta dengan jiwa, dan menyerahkan segala, atas dasar bahawasanya, kita ini datang dari Dia.

Berbuat suka hati, bukan jalan hidup, bukan tujuan, bukan jua penyelesaian.

Dan kerana kesaksian itu juga, setiap zarah di jasad ini seharusnya tergerak dan mewujudkan pembuktian, menampakkan betapa kita ini umat pencinta benar, pencinta maju, pencinta pengakhiran yang membahagiakan. Buktikan sekarang, tunjukkan, tonjolkan, nyatakan jangan kau simpan-simpan!

Dan pada menyedari hakikat pembuktian, ramai yang tersungkur dengan alasan aku takmahu hidup dalam kotak, aku belum puas bermain mainan, aku hanya insan yang lemah, dan masih terhenyak dek karat jahiliyyah.

Alasan seribu kali alasan, kau tak tahu bila kau mati dan akan bertemu hari, dimana mulut kau, berdusta sepicing pun dia tak reti. Malahan diam! Tangan kau yang berkata, aku main-main, kaki kau yang bersuara, aku terkinja-kinja, mata kau yang berteriak mengkantoikan kau ke jahannam bahawa kau suka melihat perkara tak patut. Mahu? Mahu begitu?

Sayangku,

Kotak ini luas, dan kau kerdil. Tapi kecil tak semesti lembik. Lihatlah semut, dan lebah. Alam terhampar penuh megah, lihatlah, dan carilah hikmah.

Sampai masa timer kau tamat, harapnya kau lega setelah keluar kotak garis masa. Lega kerana mendapat rahmatNya.

Ya Allah, ya Qawiyy, rahmati kami di akhir nanti, dan kuatkan jiwa kami di lembah ini.

Wednesday, September 11, 2013

The all-round cctv, in real time

When we're aware that we're constantly under surveillance, won't we feel compelled to do our best? And we have to make a move.

Okay, I'll study now. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar.


Photo: 
Surah ar-Ra'd, al-
Qur'anul Kareem.

Sunday, September 8, 2013

Escapade

"I got my ticket on the long way round."

Because sometimes, you just need an outlet from you-dont-know-what. I dont know what's bugging me but I really felt bothered and depressed for the last few weeks. The only logical explaination is that I'm suffering from a bad emotional rollercoaster of PMS, and a really bad one I'm at the brink of questioning my mere existence.

I need people who can say I have seen you at your worst states and I love you anyway. I dont have many to be counted on that, I bet most just dont even care whether I'm alive or not. Truth be told I'm not that likable. I like to keep to myself at times and suddenly become hyperactive and talkative at another, so I guess the hard-to-predict nature just drove people away from me.

Anyhow, I just read on twitter this morning a quote by Yasmin Mogahed, "to be seen as good/beautiful from afar is easier than up close." Somehow it hit me hard cz I always feel that I dont treat my family well enough. I mean me and my siblings, me and my parents... And my mom and I especially. My mom has this way of talking that I easily feel that she's my friend, but sometimes I went overboard. I've listened to the way other people speak to their moms and it was nothing like the conversations between me and my ummi. They're more...how can I put it...reserved, and there's a loud tone of respect where you know, just by listening to it, that there's a line that you cannot cross. Its not that way between me and my ummi, we laughed and joked about everything and the way ummi told about her friends are like they're my friends too (but this is half true, I used to follow ummi around back home and most aunties knows me well anyway.) Maybe thats why my siblings felt that I'm way older than them, and they cant really relate to me in most things cz I spent time with ummi and makciks like a lot.

So, yeah. I need to improve myself on that.

So today I'll be scaling the Bangalore roads and malls, just to see the world. Maybe I need this. I'm really not the type to sit and stay in a place for too long anyway, and maybe that's why I feel that Davangere is driving me crazy. I'm my mother's daughter anyway, who couldnt stay still in one place more than three consecutive days lol.

So there! I used 'so' a lot.

Assalamualaykum and have a nice weekend!

Saturday, September 7, 2013

Hilang

Berlari ke kota
Kerana unggas di hutan terlampau bingit
Sudah
Berhentilah teriakmu
Disesakkan bunyi hon dan sedu sedan sang pengemis jalanan

Sehari cuma yang kupinta
Pergilah segala kebingitanmu di telingaku
Aku bimbang ia sampai saja di hatiku
Terus melumpuhkan jasad dan kelenjar sedihku

Pergi dan nyah kau
Walaupun hanya sehari, cuma.

Monday, September 2, 2013

#NowReading Hard Times - Charles Dickens

"When from thy boiling store, thou shalt fill each jar brim full by-and-by, dost thou think that thou wilt always kill outright the robber Fancy lurking within--or sometimes only maim him and distort him!"

Such a harsh start for the first two chapters of Dicken's. It is one of the less popular volumes, Hard Times is. And it told about killing children imagination and desires in the second chapter. Though it sounds very depressing, I feel compelled to continue reading about Mr. Gradgrinds and his hard life.

All the excitement when I should study OBG now! I wish I can have the same hope with OBG, where I can still stay reading eventhough the start is all so boring.

Saturday, August 31, 2013

Merdeka ke-56, Negaraku

Merdekakah kita?

Jika bahasa asing masih disanjung tinggi, bahasa sendiri dianggap kelas kedua?

Merdekakah kita?

Jika berjalan di tengah kota tas tangan dipeluk erat, takut-takut dikebas peragut penjahat?

Merdekakah kita?

Jika anak muda memuja-muja artis korea dan barat, industri seni negara dicemuh merempat?

Merdekakah kita?

Tika masih ramai meminta belas ihsan, anak sakit kos tak tertanggungkan, merdeka kewangan, oh hanya impian,

Merdekakah kita?

Kala ramai anak muda ramai melepak tak ketentuan, memadu asmara sehingga lahirnya anak zina, lantaran nafsu tak terkawalkan, akhirnya institusi pendidikan yang disalahkan pincang,

Merdekakah kita?
Merdekakah jiwa?
Merdekakah suara?
Merdekakah aliran tunai?
Merdekakah?

Dan untuk kau tahu apa erti merdeka itu--
Merdeka hanya pabila diri menjadi hamba,
Hamba Yang Esa dan tak tunduk pada selainnya.

Wednesday, August 28, 2013

Necessity

There's nothing I need most in this world, other than bidding to my Creator's command and to be loved by Him. Indeed Allah is the Most Gracious, Most Merciful.

Forgive me ya Rabb :'(

Di mana aku di hujung pena.

Tips-tips mengarang yang baru saja aku baca tadi di blog Puan Nisah Haron, membuka mataku kepada bidang penulisan. Ya, aku sememangnya berminat dengan bidang ini, sedari sekolah rendah lagi. Tapi hasil kerjaku terhad kepada tugasan yang diberikan cikgu, karangan suka-suka yang diberikan tajuk oleh ayah, pertandingan menulis esei, dan puisi-puisi dalam lembaran buku conteng yang saban tahun aku humbankan ke dalam tong sampah. Selepas aku baca artikel itu tadi dan menganalisa tempat berpijak aku di tanah penulisan ini, kulihat kesan yang aku tinggalkan seakan-akan tiada. Kerana aku malas. Menulis bila disuruh dan menulis secara persendirian itu lain. Melihatkan pergerakan tulisan aku di blog ini pun, tak berdisiplin, sebulan cuma ada satu tak pun dua, itupun dengan gaya bahasa yang mampu menumpahkan air mata geram jika dibaca penulis hebat seperti Puan Nisah Haron tadi. (Puan Nisah terkenal dengan ketidak betahannya terhadap gaya bahasa pasar.)

Seorang penulis yang bagus perlukan disiplin. Sehari paling tidak peruntukan waktu setengah jam untuk menulis. Tak kiralah merangka idea, atau menyunting karya. Komited. Kerana tak ada karya hebat yang terhasil tanpa disiplin yang baik.

Perlu banyak membaca, banyak sumber ilham dari pembacaan, pergaulan dan pengembaraan. Tak boleh beri alasan macam-macam, kerana ini bidang profesional.

Ya aku sangatlah jauh ke belakang :'(

Tak kisahlah, tapi aku harap minat aku yang satu ini tak terkubur begitu saja di celah-celah buku teks perubatan.

Salam alayk!

Tuesday, August 27, 2013

Tak Bisakah - Peterpan

Hatiku bimbang namun tetap pikirkanmu
Selalu, kau di dalam hatiku
Ku berjalan sejauh apa pun itu
Selalu, kau di dalam hatiku

Ku berjalan, berjalan memutar waktu
Berharap, temukan sisa hatimu
Mengertilah, ku ingin engkau begitu
Mengerti, kau di dalam hatiku

Tak bisakah kau menungguku,
Hingga nanti tetap menunggu?
Tak bisakah kau menuntunku,
Menemani dalam hidupku?

Thursday, August 22, 2013

Messed up self

Fikir sampai pecah kepala pasal masalah ummah pun, tak guna juga kalau diri sendiri messed up.

ya Allah, tegakkanlah Islam di dalam diriku dan ahli keluargaku, agar lebih mudah doaku Kau terima dan lantunan doaku sampai kepada saudara-saudaraku yang menderita di Syria, Mesir, Palestin, Burma dan di mana jua pelosok dunia di mana mereka tertindas ya Allah. Ampunkanlah kami yang takdapat berdiri secara fizikal bersebelahan mereka. Dan selamatkanlah kami, sesungguhnya Engkaulah pelindung kami dari kejahatan kami sendiri dan kejahatan makhluk lain.

Am feeling so backwards and down nowadays....and I need to constantly remind myself that I dont reach Allah to be successful in my final year. But I need to use my final year to reach Allah.

Aduhai diriku yang lemah dan tenggelam dalam kelekaanku. Bangkitlah. Sudah-sudahlah semua ini.

Wednesday, August 21, 2013

Syria

Harini Damsyik, Syria dibom oleh tentera Bashar Al-Assad laknatullah dengan menggunakan bom kimia.

Ramai yang terkorban, disebabkan serangan sistem pernafasan dan kekurangan alat bantuan kecemasan yang basic macam atropine dan ventilator. Paramedics dan doktor pun cuma gunakan cuka sebagai antidote. Sangat menyedihkan! Sebahagian besar yang terkorban adalah golongan wanita dan kanak-kanak.

Tadi aku terbaca ayat ni,

Surah Al-Baqara, Verse 154:
وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan (bahawa) sesiapa yang terbunuh dalam perjuangan membela agama Allah itu: orang-orang mati; bahkan mereka itu orang-orang yang hidup (dengan keadaan hidup yang istimewa), tetapi kamu tidak dapat menyedarinya.
(Melayu)

via iQuran

Ya. Mereka terlebih dahulu telah dijemput menemui Allah dalam rahmatNya kerana keimanan mereka.

Masyarakat melayu Malaysia masih dihimpit hedonisme yang bertali arus. Kadang-kadang aku rasa aku pun lemah. Taktahu kalau-kalau datang ujian seberat di Mesir atau Syria, mampu ke aku menjadi golongan yang diredhai Allah?

Allah, hanya Engkaulah penolong kami, dan matlamat kami. Ampunkan kami ya Allah.

Ihzimhum, ihzimhum, ihzimhum, wansurna 'alaihim! Allahumma amin!

Jom.

I just wanna feel okay again. -Taylor Swift, Mean

Degil!

the Stubborn trait in me.

well, i met my mom's friend years back and she is known to know how to figure out a person's personality from his/her birthdate. she went to a course for that and yeah i'm quite skeptical (still am actually) but I just go with it as to respect her.

yeah i used to hangout with my mom and her friends like that.

and so she asked for my birthdate and the time of my birth.

then she told me that my strongest trait is my stubborn-ness.

Degil, kata aunty tu.

My mom strongly agreed. She said it is super hard or nearly impossible to tell me not to do a thing when I had set my mind to it.

And so, aunty Z told me that stubborn can be either good or bad.

If I'm stubborn to do something good, then it'll be a good thing.

But throughout the years I went through after that, I learnt that some things just cant bulge or go the way you want it to be, no matter how hard you tried. But alhamdulillah I also learnt that Allah judges a person based on his/her actions and effort, not the results. So it kinda put me at ease when I encounter things that I couldnt change or adapt to.

And I also learnt that I need to differentiate between being stubborn and just pure ego.

The end.

Cant sleep, hence this.

Good night and peace out.

Tuesday, August 20, 2013

Rambang

Esok aku ada exam internal Medicine selama satu jam setengah, bermula dari jam 12 hingga jam 1.30 petang.

Dan malam ini aku tak mampu menutup mata pada waktu yang sepatutnya (sebaik saja habis membaca topik sasaran.) Fikiran aku mula menerawang entah ke mana-mana sambil visual dan ibu jariku rancak menggodek laman sosial instagram, twitter dan facebook berulang-ulang.

dan akhirnya aku membaca tulisan di blog-blog. aku sedar akhir-akhir ini aku banyak membaca blog berisi tips-tips membina keluarga bahagia dan dirahmati, mengulit gambar anak-anak kecil yang comel. Mungkinkah pada usia ini, memang ini suapan mata makanan minda?

dan kemudiannya aku terus insaf dan sedar bahawasanya jodoh itu sudah tertulis ada atau tiadanya di Luh Mahfuz sana, dan aku, masih lagi tertatih-tatih langkah binaan individu Muslimnya.

Ya Allah, permudahkanlah kesemuanya dalam keredhaanMu.

nota kaki: jiwa juga masih gelisah mengenangkan Mesir. tapi diri sendiri ini perlu dihidupkan Islam dalam jiwa. binaan paling asas tahap batu-bata dalam penggerakan menuju UA.

Sunday, August 18, 2013

Pencuri

Pencuri nyenyaknya tidur dan lenanya mimpi
Perampok tenangnya nafsi dan damainya hati

Hai. Nyah kau dari semesta ini.
Eh tidak. Aku sekadar canda.

Thursday, August 15, 2013

Duka dan doaku bersamamu, Mesir

Betapa tanpa belasnya ditembak penyokong-penyokong Morsi
Di tanah perhimpunan Raba'ah
Betapa tegarnya hospital dibakar
Untuk mengekang rawatan tersebar
Betapa hilangnya perikemanusiaan
Pabila polis dipaksa membunuh
Kalau hatinya tak sampai
Ke kepalanya sniper dihala

Betapa kononnya mereka menggelar diri mereka 'pasukan keselamatan', 'pro-demokrasi'
Demi menutup pekung yang sebenarnya mereka pro-musuh Islam
pro-Israel, pro-penjajah, pro-pendendam

Berapa lama lagikah kan menangis saudara seakidahku
Dek kerana lewatnya tiba pautan doaku
Sedang aku yang masih dalam senang lenangku, masih belum berbasuh dosa-dosaku
Terkial-kial lisanku dan memori karatku menghafaz qunut nazilahku buatmu.

Allah, janjiMu benar
Yang hak tetap akan mengatasi yang batil
Dan mereka sudah tersusun-susun nama dalam barisan para shuhada
Jauh mengungguli limpahan kasihMu terlebih dulu
Dan aku yang masih jauh terdampar
Dalam lenaku tersentak terhenyak
Mujur, dalam keasyikanku dalam dunia sendiri
Kau datangkan ujian tuk menapis
Siapakah yang kan turut menangis.

Jadikan aku tetap kekal kisah akan ceritera ummahku ini
Dan jadikan aku bersama-sama mereka di padang Mahsyar nanti
Berlitup redup di bawah arasyMu.

Tuhan, redhalah denganku
Kerana tanpa redhaMu
dedebu tanah pun lebih mulia dari parasku.

Tuesday, August 13, 2013

Epilog Raya Si Anak Rantau

Raya Aidilfitri, kusambut pada Jumaat yang lalu di Kolar, Karnataka, India.
Lewat sehari dari tanah airku.

Berbaju krim bertudung hijau. Tersama corak dengan Hami.
Disambut serba sederhana bermula dengan takbir raya kecil-kecilan di hening sunyi senja di Kahfi.
Kemudian disambung sorak dengan aktiviti potong-memotong, rewang masak-memasak.

Kesemua ahli Kahfi hebat-hebat masak belaka. Kalau setakat aku, tahap juak-juak memotong bawang menghiris lobak sajalah. Yang seorang anak tukang masak, seorang lagi baru saja bergelar isteri, manakan tidak.
Sedar tak sedar terhasil rendang daging, ayam masak merah, nasi kerabu, ayam goreng rempah, acar timun, nasi hujan panas, laksa asam. Tersenyum sumbing aku di pagi raya, dalam hati kalau di rumah nenek pun tak sehebat ini masakannya! Hehe.

Sepanjang hari raya tersenyum girang, beriak suka dalam hati. Tak ada ruang untuk sendu bertandang, menelefon ummi nun di seberang pun masih lagi dalam tertawa senang. Dalam takbir raya di pagi hari bersahut-sahut dengan kokokan ayam si pemilik rumah sewa, masih lagi berbunga-bunga jiwanya. Tak ada duka. Bagai di syurga. Syurga hati-hati penerima anugerah ulung, pemegang ijazah berakhirnya Ramadhan yang mulia.

Bagi yang belum berkesempatan, kupinta ampun dan maaf atas segala kekurangan dan kelemahan sepanjang tahun yang sudah. Semoga kantung salah menjadi kosong, kembali kepada fitrah. Akhir kata,

Salam Aidilfitri 1434 Hijri, Maaf dari hujung kepala sampai ke hujung kaki, Wa minal aidil wal faizin, Taqabballahu minna wa minkum.

Minna wa minkum taqabbal Ya Kareem.

Assalamualaykum wbt. :)

Tuesday, August 6, 2013

Oh bulan, jangan pergi

Oh bulan, jangan kau pergi
Ku belum puas mengecap indahmu
Menghidu harummu
Menyelami damaimu

tiga darab sepuluh hari-harimu
terbahagi; rahmat, ampun dan bebas seksa
Betapa menyesal dan ruginya
Betapa menyesal dan ruginya!
Yang melihatmu,
melaluimu,
tanpa bertandang tersebut tiga dalam kalbu
Yang dapatnya cuma turun beberapa darjah di jarum pemberat
Hasil berlapar, dahaga melarat.

Oh bulan, di detik-detik indahmu
Melambai-lambai pintu ar-Rayyan
Tersenyum simpul pada yang mengharap
Dalam sabar menahan nafsu terkedap
Di sisi Tuhan, ruang ampun disingkap

Sungguh di hari-hari akhirmu, bulanku
Ku harap hadirmu kali ini
Habis segala salah dibasmi
Kembali terlahir sesuci bayi
Tangis pertama se-terlihatkan bumi.

Aku akan rindu dan terus rindu padamu, Ramadhanku
Dan bersantun hati dalam secebis ingin
untuk berpeluang lagi mengetuk gerbangmu di setahun nanti.

-tiga hari akhir Ramadan, 1434H

Sunday, August 4, 2013

Perantau musim raya

Hari ini, kumpulan terakhir orang-orang yang balik ke Malaysia untuk beraya sudahpun berlepas dari muka bumi Davangere.

Jadi yang tinggal di sini, adalah golongan yang akan beraya di bumi India ini. Termasuklah aku.

Aku yakin ada sebab dan hikmah kenapa aku tak dapat pulang beraya bersama keluarga.

Satu-satunya waktu aku tak beraya dengan keluarga, ialah pada masa first year dahulu, sebab baru saja fly ke sini. Tahun-tahun selepas itu aku pulang beraya sebab kata ayah, holiday lain tak balik takpe, raya mesti balik tau! Nampaknya pesan ayah tak valid untuk tahun ini. Aku tak terlampau sedih, padahal redha dan secara jujur tapi guilty-nya sedikit happy sebab tak payah bersusah buat hidangan raya untuk kaum keluarga yang ramai di rumah nenek. Sebab kalau aku balik mesti takkan terlepas punya. Maklumlah dalam keluarga, keluarga aku je yang takde anak-anak kecil yang perlukan kasih sayang dan susu ibu setiap masa. Lulz.

InshaAllah aku akan beraya di Kolar bersama akhawat-akhawat lainnya.

Ya Rabbi, di mana jua aku berada, di situ bumi milikMu. Maka panjangkanlah penjagaanMu keatasku dari bulan Ramadhan ke bulan Syawal. Amin!

Lagu raya dah start on replay dalam kepala. Macam biasa, lagu raya kegemaran aku ialah lagu Semua insan sedang gembira di hari ini, sayang. Maafkan aku kerana taktahu judul lagu kegemaran sendiri. Dan lagu itu sedih. Macam psycho je kan raya-raya suka lagu sedih. Tapi mungkin tahun ni lagu tu bertepatan dengan situasi. Haha! Ya Allah ampunkanlah aku. Aku tahu raya bukan sekadar bersuka-suka. -___-

Salam Ramadhan yang masih berbaki, dan Salam Aidilfitri in advance, Salam Perantauan!

The Me

Because I am the boring girl who loves essay writing
Because I am the weird girl who loves literature and the smell of wilting papers of old novels.
Because I am the one who loves to sing, but never did in the showers

Because I am me with so many flaws
Never mainstream enough to be seen
Or ever I would want to be

Because I am the girl clad in her headscarf
Amongst the brainy heads of her classmates
Different

Because I am the girl whose straight face is feared
Because it looks almost like a scowl
Because I am the girl who hides her crazily hyperactive self inside
Because if it is out, nobody's gonna take her seriously

Because I am me
And I believe that being me, is all I should be.

Ihdinassirotholmustaqim.

Wednesday, July 24, 2013

matlamat paling susah

manusia ni banyak nafsu.

setiap seorang manusia tu ada kecenderungan towards something. dan kalau tak berhati-hati, kecenderungan itu mungkin akan bertukar menjadi obsesi.

bila kita obses, kita secara tak sedar membelakangkan Allah. naudzubillahi min zalik. berhala kecil yang kita tak sedar itu, walau apa jua bentuknya, baik movie, kecantikan, handbag, kasut, kereta, superbike, mungkin akan secara tak sedar buat kita syirik, naudzubillah. cara mengukurnya mudah. kita lewatkan solat tak bila jumpa benda2 tu?

sebab tu tetiap pagi kalau bleh bacalah doa dlm al-mathurat tu;

allahumma inna  na'udzubika min annusyrika bika shai'an na'lamuh, wanastaghfiruka lima la na'lamuh.

ya Allah aku memohon perlindunganMu dari mensyirikkan Engkau secara langsung dan aku bermohon ampun atas perbuatan (syirik) yang aku tidak sengajakan.

nak tolak nafsu tu susah. tapi susah bukan mustahil.

Ramadhan ini aku berazam untuk mempraktikkan satu sunnah nabi (yang sukar bagi aku sebab aku suka sebaliknya) iaitu berhenti makan sebelum kenyang.

Ya Allah kuatkanlah.

Ramadhan Kareem! :') Assalamualaykum wbt.

Saturday, July 20, 2013

Realiti.

Kubelek Murakami yang kubenci.

Ya, karya hebat yang diagung-agungkan ramai orang ini kubenci. Kubenci kerana selitan gambaran nafsu syahwat manusia dalam monolog dalaman protagonisnya. Padahal baru satu bab pun yang kubaca.

Aku mahu novel berkualiti yang bersih tanpa noda.

Dan kenapa kau beli dari Murakami? herdik hatiku. Sudah diketahui bangsa atheis memang sukakan pemikiran sebegitu. Bahkan bukan atheis pun suka, tapi dikawal tak terlihat di mata kasar. Tapi tentunya untuk menjadi pelaris buku. Tanpa babak 'panas' sebegitu di lembar-lembar novel tebal, manakan ada peminatnya. Di Barat sana (bahkan di segenap dunia kini) perkara itu bukan lagi agenda bawah selimut. Bukan lagi.

Dan aku terus trauma, dalam memikirkan nasib keturunanku kelak, trauma dan paranoia takut-takut hanyut tak tercapaikan.

Ini bulan Ramadhan.
Aku harus kuat di mana saja aku berada, kata kakak usrahku kelmarin.

Harus kuat.
Kembali memasang alunan Juz Amma dari Sheikh Mishary, membuai dan melentur hati yang keras ini.

Wednesday, July 17, 2013

Ramadhan di Perantauan

Aku baru saja pulang dari tanah air malam kelmarin. Kiranya lepas ni aku akan menyambut the rest of Ramadhan dan Aidilfitri di bumi India. Oh tahun akhir.

Testing puasa semalam di sini, alhamdulillah semuanya ok. (walaupun aku terlepas sahur semalam sbb tidur lewat.) Cuaca Davangere sekarang nyaman tak berseri. Kenapa tak berseri kau tanya? Sebab ni India. Orang-orang yang datang sini je tahu. Tak baik mengumpat atau mengeluh bulan mulia ni. Hehe. Berbuka dengan kawan2, kemudiannya boleh terus berjemaah solat & tarawih di surau bersama muslimah lainnya. Tapi semalam aku escape tarawih sebab hidung aku tak henti2 berhingus macam air paip. Campur demam karang orang kiri kanan terjangkit. Harap2 hari ni berpeluang. Sudah2 lah tu demam homesick (padahal terkena hujan kelmarin.)

Aku masih rindu masakan ummi yang bersup-sup dan penuh sayuran hijau. Namun terubat sikit hati dengan kewujudan tempe goreng ummi. Entah tahan berapa hari tempe ni aku pun tak sure. Harap2 lama, sebab aku homesick!

Paling penting, jangan lupa tujuan berpuasa dan tak leka dalam bulan mulia ni...banyakkan berdoa mohon ampun dan macam2lah since doa org berpuasa mustajab kan. macam losyen mustajab gittew. eh aku geram betul si loyar buruk ni.

Baiklah, Salam Ramadhan al-Mubarak! Ramadhan Kareem!

Assalamualaykum warahmatullah.

Wednesday, June 5, 2013

Foul

The usage of foul language is unacceptable. Ever. In whatever situations you're in.

As Tariq Ramadan once said,
Show me how you deal with your problems and I'll show you who you are.

It's the way that we deal with our fury and frustations, that really shows people who we really are.

"Sabar pada pukulan pertama."

And if your respond while tersepak batu pun dah "fuck you", oh well. May Allah guide you.

Note to self: Walk the talk.

Monday, June 3, 2013

toleh ke zaman itu

tika zaman ketawa
tak pandang kanan kiri
naif jalani saja

pandang ummi ayah paling tinggi
paling penyayang
paling penyelamat
apa saja adukan saja

zaman teknologi belum pesat
masih main pemadam
main tutup botol sampai lebam
ya hidup ini teruskan saja

zaman kongsi duit beli Cornetto
kemudian makan sama-sama sambil menunggu bas

kini
kononnya maju
kononnya matang
kononnya hebat
tapi kadang-kadang
terasa jauh
dan kurindu
zaman naif itu.

Friday, May 31, 2013

Mentautkan Hati Di Pinggir RahmatMu

Menerbangkan hati ke angkasa
Tanpa sayap ia melayang
Mencari mata kail rahmat
Yang kadang-kala lutsinar tak terlihat.

Bagaimanapun telahanku, Kekasihku
Hatiku tetap Kau yang punya
Kau yang pandu
Kau yang sentuh.

Maafkan aku sering terlupa dan terlupa
Akan hakikat hatiku bukan milikku
Bahkan pinjaman
Yang jika aku kenderai dengan taat padaMu
Akan Kau tujukan dan tujukan yang baik-baik saja
Kalau aku sendiri terjunkan ke sumur lumpur
Maka lekitnya kesatnya aku sendiri jua yang menanggung.

Biarkan hatiku terus bersamaMu, Kesayanganku
Dan maafkan kelekaanku dan sikap tidak acuhku

Kerana aku insaan ciptaanMu
Yang mendamba kasihMu, dan kasihMu pertama.

Thursday, May 2, 2013

Stupidity

I'm ripping this heart out
And throw it to the woods
I bet the thorny bushes
Won't be able to tear it up
It is a stone
Built to crash
Chips flown on every person it drops
It won't be long
Till it'll come back
Begging forgiveness for all this idiocy
Liking a person
Who's a galaxy away?
Surely your cords to the puppeteer
Had been torn
Severed by dreams
Empty dreams
Which blew into your head by the horns of thunder
Too cold to get hold
Too loud to get out

Get out, get out
I am no risk taker, no more
Fed up of all these games
They nicknamed Crush
An unholy seed of love
Most likely to find its way in
By a knife at hand
Ready to slice without mercy

Get out.

Saturday, April 13, 2013

Mata pandang kita berbeza.

Dan kau yang melihatku dengan pandangan jelek
Bukannya mahu bikin aku bangkit tertarik
Bukan?

Dan aku tahu di mana letaknya hargaku.

Sunday, February 24, 2013

Kunang-kunang Cinta

Berlari kenang menuju kunang-kunang masa
Terkelip-kelip cahaya, indah mempersona
Empat jiwa menyimpul saudara
Atas ikatan serumah tanpa sengaja

Kuning-kuning malap kerdip waktu itu
Masing-masing terlangkah ke zaman baru
Zaman sekolah tak lagi tertera di baju
Indah, indah rasa bebas itu

Bersayap pelangi setiap jiwa kita
Hari-hari disulam tawa ria
Namun ada juga masa sengketa
Kalau tak pernah silap, bukan remaja namanya

Kini masih menyala lampu si kunang-kunang
Ibarat air tak putus dicincang
Tuhan jagalah kalbu yang terkarang
Selamanya mencinta seperti sekarang

Aku sayang kalian.