Sunday, December 27, 2015

Kuntum-kuntum Yang Terbang

Apakah semesta dan bunga tahu akannya-
Kerinduan sebatang pohon
Pada kuntuman aneka warna, aneka citra
Saban musim kembang

Tiga musim dihitung-hitung
Musim hangat, semi, dan dingin menggigit
Semakin sempit terasa di hujung-hujung dahan yang gersang
Semakin hampir letusnya
Meski tiada warna di beku yang menderu

Akhirnya musim kembang pun tiba, bersama unggas dan cahaya-cahaya
Dan warna-warna bunga pun terus-terusan tumbuh bagai berdansa
Dan hijau-hijau luhur pepohon menguntaikan syukurnya
Terbukti kasih Tuhan masih bergema di kali kesekiannya

Namun, tak semua kekal, malahan rapuh
Lalu pohon pun akur pada bayu musim semi
Dan bunga-bunga kebanggaannya layu, dan diterbangkan pergi
Mengisi ruang tanah yang masih basah
Menangisi pemergian pemuda-pemudi penggerak kemanisan jiwa
Terbang-terbang karkasnya, hapus semua ingat dan seri

Pohon pun menangis dan berdendam di musim dingin, sedingin hatinya yang kini suram dan mati
Sedihnya berceracak di dedahan gelap
Kesayuan yang kadang-kadang kelihatan indah, di gelimpangan angin yang senantiasa marah
Meski mengandung letusan yang bakal membakar habis setiap seranahnya
Di setiap-setiap bunga yang jatuh,
dan kuntum yang pergi,
Bergenang lagi gerimis embun sepi si pohon menanti.

Saturday, December 19, 2015

Battlefield

I'm ready for this one last cry
I'm ready for this one last heartache
I've seen it from here, the tides up high
Bracing from losing you, and washed out anew.