Friday, March 30, 2018

1

Ada pintalan bunga-bunga, bertaburan di sepuhan langkahmu
Awan seakannya tahu
Makna senyum simpulmu

Denting-denting tari, gamelan enaknya bicara
Untuk apa disembunyikan cinta
Lelah menahan seluruh semesta

Derapkan sepatu, biarkan
Langkah teratur menuju engkau
Rentan bertempiaran; setiap jatuh mendekatkan langkau

Ah, dia
Bikin seorangnya aku, sasau.

Sunday, March 18, 2018

In Between

"Ting, ting tang ting tara ting ting ke ting tang ting..."
- Comel Pipi Merah, Siti Nurhaliza

I imagined gamelan, and a cheery festival. Everyone is smiling and is happy. No long faces, no bad thoughts tonight.

No bad thoughts tonight.

Alas my mind, is an individual of its own. It wanders to the most crooked crevices of possibilities.
I hate my position the most, now, when I don't know where I stand, I don't know what I want, or what I should be.

What we should be.

I'd rather turn it over and give you the benefit of doubt, but my heart can't take it, it just can't. And it is far more complicated than I've ever been at.

Comparing, comparing, balancing life and what's not alive.

Be strong, sayang.

Saturday, March 17, 2018

Tunduk

Segala bunyi dan runut
Takkan mampu melalikan sayap kupu-kupu
Berkepak terus
Nafasku putus

Rusuh jiwaku rusuh
Keluar dari diriku, tarikan gemalaimu
Dari terus menyeksa aku
Dalam kemelut tidak tahu

Aku tidak pernah sukakan kupu-kupu
Apalagi yang berterbangan
Kala ku melihat kamu

Saturday, March 10, 2018

Nanti

Keringkam manikam
Siang malam suram
Durja dikatupnya
Sirna sedukanya

Melaung dari balik tabir, untuk apa
Tunduk-tunduk malu, mendiam
Gemintang
Bilangkan padanya, nanti dulu

Sungai madu menderu, laju.

Wednesday, March 7, 2018

Carik

Lipatan kertas kumal melingkupi sayapnya
Tiuplah, ke tinggian
Melayang angsana
Melayar mega

Berjatuhan abu bersama letupan kabus
Berlutut lama dibalut belacu
Tuntun senyummu ke mana
Berceracak halus menunggu.

Sunday, March 4, 2018

Keluh

Tuhan,
Maha Segala Tahu-

Sesungguhnya aku rindu.
Tamukanlah tenang di jalananku
Bentangkanlah duri penuh bertabur-
Biar,
Biar aku berteleku

Aku tak kenal lagi siapa diriku
Apa kupinta, dan apa kumahu
Seringkali resah kebanyakan singgah
Berkeluh kesah hampanya entah

Sebuah tenang di dadaku,
Baitkanlah.

Tangis insaf di bibir mataku,
Terbitkanlah.

- pendosaMu