Thursday, July 30, 2015

Lain

Kerana aku adalah ombak yang diurai-urai  di pesisir pantai
Dan dikembalikan untuk bersatu dengan lazulinya sang samudera
Kerana aku adalah pecah-pecah cahaya kala mata terpandang terus ke suria
Cuma untuk kembali jernih menghambur kabur beberapa minit kemudiannya
Kerana aku adalah kepingan daun-daun kering pancawarna yang gugur
Untuk bersama permaidani jingga, kuning, merah, menyelimuti tanah.

Aku adalah aku, yang penuh retak dan tidak akan sesekalinya sempurna.
Namun keanehan seorang aku mungkin saja cantik dan bermakna di sesuatu detik dan sudut yang tak ketahuan oleh kita.

Wednesday, July 29, 2015

Kanta Salah

Di setiap segenap-segenap
Titik dan tanda dicerap-cerap
Mencari nista mencari cela
Menilik zarah mengaburi tinta

Langkah kuda-kudanya semakin pasak
Yang dihadapnya semakin masak

Sampai bila dikambus dusta
Sampai bersepai punah dunia?

Saturday, July 11, 2015

Sisi

"Saat yang bahagia, datang sekejap saja..."

Bila kau rasa kau kenal seseorang, tapi sebenarnya tidak, kau tidak kenali dia.

Seorang manusia itu kompleks. Umpama cermin di House of Mirrors di sesebuah fun fair. Berbagai sisi. Berbagai posisi. Dan ia boleh pilih, sisi mana yang mau ditunjukkan padamu. Sampai satu ketika cermin itu pecah, dan tiba-tiba kau terkedu melihat sisi lainnya insan itu. Baru kau tahu.

Baru kau tahu.

Aku, sudah biasa melihat keadaan ini. Tapi kamu, aku harapkan bukan begitu. Tapi kamu, tetap manusia biasa cuma. Bukan dunia ini tak adil. Dunia ini sudah cukup adil. Cuma kita yang tersurat begini, dan aku harus belajar menerima. Lantas menzahirkan hari-hari baru yang lebih baik buat aku dan kamu.

Di akhir-akhir Ramadhan ini, aku doakan kita menjadi lebih bersih jiwa dan fitrahnya setelah tahu dan kenal sisi berdebu semasingnya.

Thursday, July 9, 2015

Suatu Kebodohan

Adalah aku
Yang mencinta membuta tuli
Dan berdegil sekeras hati
Dan nasihat kulempar tepi
Yang seolah tiada mati kan mampiri

Tapi
Adalah aku jua yang remuk kembali
Pabila fakta jatuh hujani
Dan kelabu bertukar gelita
Dan tiada maaf tersisa

Hey, si bodoh!
Toleh ke belakang, usah lagi.

Lihat ke depan
Lihat ke depan
Kau lebih berharga dari ini.

Wednesday, July 8, 2015

Unwell

It's a push and pull thing, this is-
Your courage push yourself up from whatever you're lying upon,
But your heavy sickness and high temperature brought you down again,
And you could only hope that with some big, big tablets and some tea,
The heaviness will go away, replaced by clarity.
Just like a Spirit-magicker longs for a Strigoi's sharpness.

Haha I am babbling more than I should. Hence the Vampire Academy reference. I wonder if the off day from the skin OPD had done me any good today, all I got is extra anxiety and nightmares after reading The Girl On The Train.

Allahumma ishfi shifa'an la yughadiru saqama. Ameen.

Saturday, July 4, 2015

Pencuri Bahasa

Pencuri bahasa
Melanyak imejnya
Merentap santunnya
Memijak jatinya

Ia pun terlayar di ruang tak dimahukan siapa-siapa
Ke tepi ke tengahlah ia
Ditolak-tarik sesuka yang punya bahasa

Katanya bahasa memapar budi
Tapi kenapa yang malah miliki
Terus menampar ia dari tepi
Terlantun teroleng di laut masin
Air tawar semakin miskin

Pencipta bahasa, harap ia,
Mengapa nasib ia begini?
Terus-terus menadah telapak
Kaki tiada tempat bertapak

Terjaga terus oleh sang ombak.