Tuesday, December 30, 2014

Dua Ribu Lima Belas

Lagi dua hari menjelang 2015;

2015 bakal menyaksikan seorang Khairunnisa melangkah ke tahun ke-26 dalam hidupnya. Apa yang telah diperolehi di usia ini, sekadar melepasi ujian sarjana muda MBBS dan masih memiliki kedua ibu bapa, dan masih bujang, dan masih clueless tentang hidup. Masih. Terkejut juga kerana telah berjaya mempelajari cara menunggang scooter di India. Alhamdulillah. Masih taktahu cara menunggang basikal dan cara berenang.

Timeline laman-laman sosial dipenuhi gambar majlis nikah dan tunang, gambar bayi montel hasil perkongsian cinta kawan2, isu-isu pembelian rumah dan cara menyimpan susu anak yang betul di dalam freezer, juga jenama stroller yang paling canggih di pasaran. Sekali-sekala terselit iklan syarikat insurans.

Impian untuk 2015: Lebih matang, lebih berwibawa, lebih bernas dalam berkeputusan, lebih sukar jatuh cinta, lebih banyak turun berat, lebih banyak puasa sunat, dan lebih carefree dan kurang uptight.

Dan pulang for good ke Malaysia pada masa yang sepatutnya.

Selamat Datang 2015. Aku sambut dirimu dengan dada terbuka dan harapan paling tinggi agar kau lebih baik dan indah dari tahun sebelumnya. Dan sekiranya aku ditakdirkan dijemput Tuhan, aku mahu mati dalam keadaan beriman kepada Tuhanku. Amin.

Selamat ber Dua Ribu Lima Belas!

Tuesday, December 16, 2014

Reading

I was three fourth from finishing the novel Norwegian Wood by Murakami, when I suddenly got reminded of this uncle whom I met on the plane from Kuala Lumpur to Kota Kinabalu last break. I was reading Kinsella's Can You Keep A Secret? so intently cz it keeps me from having small talk with strangers on a plane. I can't switch seats with the woman besides Dayana, so I make do with the seat I got. Then the uncle asked me, "Memang suka membaca ke?" then I was like "Ah sudah," I nodded politely with a meek smile, "Haah."

"Selalu suka baca buku yang macamana?" and the conversation went on and on to topics like where did I study and he'd once studied in India too at Gujarat, but that was the 70's, and he had been to Germany also, blah blah blah and each time I answered prompt questions and nod, nod, nod politely until he finally noticed that I'm too tired to listen to his antics and waved me away, "eh takpelah, sambunglah baca, kesian awak pakcik cakap banyak."

He reminded me of my mum, who also thought that it's okay to use the book someone is reading as a conversation starter. When I told her that it's not nice and people might wanna read in peace instead of talking, she'll rebutt it with "ah orang macamtu sombong betul." Gah.

The conclusion is, when people brought books and were reading it, do not, I repeat, DO NOT IN ANY CIRCUMSTANCES DISRUPT OUR AFFAIR WITH THE BOOK. We don't wanna be impolite but, we might hate you so deeply that we were reminded of you in the midst of reading Murakami in the middle of a Tuesday afternoon.

Haha. Salam, have a nice day.

Tuesday, December 9, 2014

Sambung Susur

Andai putus asa itu adalah asa yang telah mati
Apakah putus cinta bermakna cinta telah mati?

Semua kering setelah basah
Semua malam setelah matahari rebah
Akan diganti lagi seperti musim-musim
Yang takkan putus seperti jiwa yang hilang hidup disambung mati
Segala yang kelihatan asing
Adalah bersambung susur di dalam keselarian yang belum ternampakkan

Jika kau temui aku di musim bunga yang baru
Sampaikan salam dari jiwa yang karam
Setidak-tidaknya bakal tahu
Seusai bah, tak selamanya yang hijau tenggelam.

Thursday, December 4, 2014

Rindu

Hati semerbak dengan sepenuh harum rindu padamu
Dan sayu, terus layu
Dipercakan menjadi carik-carik debu
Lelah ditiup angin musim dingin yang membeku.

Aku di sini, rindu
Tapi serasanya tidak patut dibicara-bicara
Sementelah kau mungkin saja endahnya tiada
Penuh lagi ruang mindamu dengan sibuk-sibuk yang tinggi
Sekadar rindu seorang aku, ah, seperti semut api
Bisanya ada, dipijak mati.

Mati terus seluruh hati
Meraung ingat padamu, terus tak terpeduli.

Thursday, November 27, 2014

Tugu

Sebuah tugu sunyi tanpa suara
Bicaranya lebih hingar dari pasar
Lebih bingit dari gempita

Cuba kau diam di situ, dan dengarkan
Asakan seluruh ceritera sebuah tugu yang kelihatannya suram
Meminta dihenti masa, dan ditelusuri terus
Penuh humbanan semangat dan asa yang tak putus

Adanya kau seorang yang hirau
Sudah cukup untuk si tugu sepi
Lama berdiri, mata-mata yang memandang
Selalu melihat susuknya tanpa menalar bicara

Terima kasih seorang engkau, ujar sang tugu
Esoknya, dia sendiri lagi.



Surgery Dept

You're staring at the window, I'm out here in the street
You're standing like a scarecrow, and I'm begging you to speak
You used to be my solid ground, and I'm drowning in the sea
I just wanna believe in you and me
I just wanna believe in you and me

- Scarecrow, Alex and Sierra

I've started in Surgery Dept for a week now, and so far not much things I've seen since I'm posted at the semi gov hospital where people gotta pay for the treatment, hence the lack of patients. It's a quite cool unit. I've learnt how to do dressings properly and suturing nevertheless. I'm okay, but sometimes I feel so jobless and I'm afraid I've started to gain weight LOL since there's not much things to do. Anyway I'm kinda grateful cz I've experienced the hectic load of work while posted in CG Hospital last month.

Hope everything's gonna sail smooth till the end. InshaAllah.

Assalamualaykum :)

Wednesday, November 5, 2014

Emergency Duty, and rants about work.

Always you have been told that work is a curse and labour a misfortune. 
But I say to you that when you work you fulfil a part of earth's furthest dream, assigned to you when the dream was born,
And in keeping yourself through labour you are in truth loving life,  
And to love life is to be intimate with life's inmost secret. 
- The Prophet, Kahlil Gibran

Today I was in emergency duty. I have to work at the Emergency wards from 8am to 2pm. Which contained all the unstable, newly admitted patients, grumpy, irritable, sad patients. Well, not all of em are like that. Just a hyperbole. But the job is hectic nonetheless. When a patient got admitted, you have to write the case sheet (and ask history in their language i.e. Kannada language, the local tongue of Karnataka with my limited vocab), send routine blood and urine and x-ray and sputum investigations, wherever relevant, putting on Ryle's tubes (food tube which goes from the nose straight to the stomach) and catheter (urine tube which connects ur opening to the bladder), wherever needed. Not all patients need it tho, but some might, those who cannot walk to the bathroom or have severe diseases where they are confined to bed rest. And so, usually there will be around 10-15 cases arriving around the 6 hours.

Sometimes I feel really tired cz I couldn't like, sit at all, drink water cz I was so busy running here and there. Sometimes I regret choosing this path, while I haven't even tasted the worst of it yet. Those in Paediatrics got night duty on the OPD (out patients dept) day, where they'll receive new admissions from 9-5am and afterwards they gotta do the night shift. Nearly 24 hours of working through and through in the hospital. In Obstetrics and Gynae, they got labour room duty for 15 days where they'll either work from 8am-8pm or 8pm to 8am, depending on the shift. Pure hell. My friend just told that last night there was 17 deliveries at night, managed by her and only one other post grad student. Awesome. She returned to the hostel all super exhausted and had a terrible headache. Only to come back for the next shift the next night.

Listening to these kinda makes my work look so simple and unquestionably easy. But for a first posting, it's still hectic. I wonder if I've got stronger will after starting my internship. Or only weaker. Tomorrow I got OPD day, so prolly will work from 9am-8pm roughly. A full day of Kannada speaking. I often got nightmares at night, that some old lady came and push me in the face with her OPD card. Heck. I am so lifeless right now. To dream about my silly crushes also got no time lol.

Anyway, to feel better, I had to love what I do. One thing that assured me is that I learned something new everyday. And I gain something everyday, if I ever work sincerely. Treating sickness is an honourable job anyway...and I'm kind of happy whenever my sick patients got discharged later, all better.

All this is only with the help from Him. Or else I'm nothing but a working robot, same routine every week, working myself off till I drop dead.

What is life's worth anyway, if you don't serve a purpose?

Till then,
Assalamualaykum wbt. :)


Sunday, November 2, 2014

Ini Untuk Sang Patah Hati

Pasien tanpa pelawat
Hidup tanpa semangat
Hari tanpa mentari hangat
Aku tanpa cinta

Ini untuk para sang patah hati
Dunia kelabu segenap sisi
Senyum ditafsir hina dan keji
Tawa terasa ejek dan perli
Di mana manis
Di mana indah
Tiada
Tiadanya mereka
Tak wujud
Yang wujud sengsara

Terpatah kecai hatinya
Terperuk jeruk rasanya
Jauh sekelumit bahagia
Tak mampu menongkah kelambu gelapnya

Bangkit, sang patah hati
Dunia luas teroka tak usai
Jangan kau biarkan kecil pandangmu
Pergi dan pergi, cari pelangi

Tak ada pecah, tak adalah seni
Tak ada patah, tak adalah seri.

Senyum, sang patah hati
Udara masih dingin
Sedikit saja ceriamu kupinta
Mungkin tambah indah di hari lain

Biar patah, biar rekah
Begitupun juga kan kekal indah.

Saturday, November 1, 2014

Nak pergi pesta puisi

Terlepas temasya besar
Sana sini diwara-wara
Pengunjung semua menghargai kata menjiwai bait melagukan sukma

Dan aku menjiwai langkah
Pasien menunggu pasrah
Apa lagilah suntik yang ada untuk membawa sakitnya kebah.

#PestaPuisiEksotikata berlangsung hari ini di Rumah Pena.
Aku pandang dari jauh.
Dari jauh.

Thursday, October 30, 2014

Pemecah Jantung

Pecah jantungku dan empang mataku
Bila kau kata yang kau tak peduli.

Tuesday, October 21, 2014

Prioriti Hati

Bila kau rasa kau paling luka dan parah
Namun kau harus gantungkan topeng tabah
Kerana apa yang kau rasa
Tak sepenting apa yang dia rasa.

Biar aku menangis dalam mimpi, Tuhan
Asal saja dia terus hidup
Sempurna dan damai hati
Sampai ke hujung nanti.

Tuesday, October 7, 2014

I Want To Tell Stories

About my life right now, but I'm kinda stuck in a vacuum of wordless-ness. Oh well, I just proved myself wrong.

Had been starting my internship for a week now, posted in the Psychiatry Department.
Nothing much. Not as exciting as other people cz Psychiatry is a little laidback actually. Now and then some 'possessed' woman come around, some suicidal attempt case, some delusional fellow. As I said, nothing much, really.

Hope my life will be somewhat interesting in a week cz I'll be starting Medicine. Real hectic, they say. I've experienced Emergency Dept and I guess I got the gist of it alright...

Okay. Will update later.

By the meantime, I'll stick to random poems. Cz apparently I'm not a good story teller. (Or maybe I'm just not in the mood.)

Assalamualaykum.

Bikin Ruang Untuk Aku

Bikin ruang untuk aku
Menyanyi riang, marah dan rindu
Pada kamu, pada dia, pada langit, pada awan yang melilit purnama putih
Pada tangis suci hilang kekasih
Pada tanah, pada zahir, pada cinta, pada lesu
Beri aku ruang itu

Bikin salju dari paduka raja
Biar kuning memutih warna
Biar aneh, biar pipih, biar lekas tercair rupa
Tapi tetap suci, dipanah panas langsung tak ada

Bikin ruang untuk hati ini bicara
Dan sulam warna dan kata jadi lagu
Jadi pelangi, jadi pancawarna, jadi pecahan rekah-rekah kaca
Terselam bumi gelap tak ada hilang semua gambar sirna
Tak bermaksud tak pernah wujud, bukan?

Bikinkan aku ruang itu
Untuk aku terus berkata segala macam rentak dan nada aksara
Kutiup menjadi puisi
Yang setelah pergi, senang sekali hati bumi.

Bikin.

Wednesday, September 24, 2014

Muse

Come, and sit by me
Cradle my words in your sleep
Knit my dreams as you go deep
Laid down and make 'em beautiful sheets

Musical, magical, that's all it takes
I'll engrave it on my silver plates
Hope it will satisfy all my dread
'Cause without you, Muse, I'm already dead

Be here now, be here now
I promise you'll feel better somehow
Have me by, lemme show you round
We'll read the stars dangling upside down

Just be here, now
And we will make
The best out of our apple pancakes
Let it bloom into rooms and shapes
Anything's possible as long as we rake
Our minds and souls, all theirs to take
All out spread out like honey stars flakes

Be here, muse.

Saturday, September 20, 2014

A week from now

A week from now, I'll be off in a plane, India-bound.

I am typing on my dad's PC at home. My parents went for a makan-makan at their friend's house, so the PC is lounging around freely, so I thought that eh, why not updating my blog. And yeah I like to type when there's nobody hovering around. It is hard to do in this house, my mom is deffo a hovering overprotective mom, always checking on me every 5 secs if she had to. Yesterday we got into this small argument involving her hovering around asking me questions. I was so pissed off cz at that time, I was writing this poem and all the questions blunted my idea and hey I was swept away by writer's block, yeay me. Then she went on this defensive mode, mumbling that it was she who taught me how to write and now I am just being snobbish towards my own mother who feeds me and whatnot. Whew. Women and their ability to bring out even the smallest things. Even I'm a woman, but my mom always complain of my lack of emotions or empathy, rather, when I ridiculed her habit of watching tearful dramas. Haha.

Okay. I'll be starting my internship when I get back to Davangere later, and honestly I don't have the slightest picture of how it would be like. I mean, yeah during my studying days I've been in the hospitals and I saw how it all works, but yeah of course being a medstudent is definitely different than being an internee, aite? Oh well, I don't even have anyone to ask about it too. My intern friends are busy and those of the same boat as me are anxious. Hmm. What's the saying again? Just go with the flow? Jyeah.

Using this PC makes me really want a new laptop. I've always wanted one. My battered, hand-me-down netbook with the 10-inches screen really is just for surfing the net. And me writing off the antics of my mind. The form given off for my scholarship programme, allowing us to buy a laptop and the amount can be claimed later, had been lost since forever. We can use it as long as we are students, they told. But my medstudent status had expired recently, at the moment when I got my result, so, yeah. Burn that hope.

I'm afraid of becoming a workaholic. I can be quite the kiasu type-A kinda person in an inducing environment.

I need to state out my priorities. And no, it is not my priority to get married now. (Throw glances around)

1. I should be doing my work for the sake of Allah, my Creator. Then only nothing can bring me down. Cz there's many, many dark things that lingers around this profession that may let me down, and break me, and test my wits and patience.

2. I will try my best to be a good and fully-functioning doctor, always revising and studying to be at par with my colleagues.

3. I will not forget my passion for writing and written material, namely books, short stories, poems.

4. I will not succumb to the idea that doctors does not look good because they are too busy. I will try to look presentable and not half dead at my very best.

5. I will read this whenever I lose my sight on my priorities.

Till then,
Come what may!

InshaAllah we can make it. So far my seniors and friends are still sane. That's supposed to be heartwarming, right. ;)





Tuesday, September 9, 2014

Pemandu Jiwa

Gelung ributku
Lapis tanyaku
Merah resahku
Basah kedipku

Langsung membuat sembah lintas lalu
Sinar-sinar mesra
Pencak-pencak cinta
Semua turun, menjadi salji ajaib

Kerana jiwa, Kau punya.
Kerana Kau, Pemandu Jiwa.

Monday, September 8, 2014

Aku Tak Mahu Gelar Itu

Aku tak mahu gelar itu
Aku tak mahu swarovski berbatu
Aku tak mahu tinggi dudukku
Aku tak mahu kau lihat aku tak setanding denganmu

Aku tak mahu gelar itu
Aku tak mahu riak cemasmu tatkala terlihat kot putihku
Aku tak mahu sesak dadamu di hujung corong stetoskopku

Aku tak mahu gelar itu

Aku cuma ingin jadi sang penginsaf di tiap waktu
Kala aku melihat yang tak sihat, dan yang tak sempurna
Aku cuma ingin jadi sang pengkagum kuasaNya
Di setiap kebah, sembuh dan syukur terhela

Aku mahu semua, buat aku terduduk berlutut tersujud syahdu sama.

Aku tak mahu gelar itu.

Wednesday, August 27, 2014

Melompat Dunia

Diam terpempan di meja berkabus debu
Kumpulan tiga puluh tahun.

Petik jarimu!

Tergesit di lorong kecil tepi masjid kota
Seorang cilik melontar senyumnya.

Petik jarimu!

Duduk bersimpuh di tepi padang pasir, tangan berhimpun doa.

Lantas kau menutup lembar dan hentikan baca.
Eh.
Siapa kata melompat dunia-
Cuma miliknya sang adiwira?

Monday, August 25, 2014

Poem - Writing versus Reciting

I was at Sabah about two weeks ago, where I met some of my friends at a small gathering at Sabun's house in Tuaran. It was a mini reunion, you could say, if you count out my travel partner. They brought out our school magazine, named Randawi, the edition where I was one of the editorial board members. And inside, voila! A long forgotten poem of mine printed neatly on one of the pages, titled 'Sesuatu Untuk Esok'. It's funny that at the end of highschool I wrote a heartfelt poem about what would I feel about school after leaving school, and somehow, it was just so perfect for the reunion occasion. Sabun recited the poem for us despite my desperate argument, and it made me think at that time that I, myself, cannot recite a poem properly despite my ability to write one.

I think reciting and writing poems are two different businesses. I hate talking in the first place, let alone letting my guard down reciting a heartfelt poem in front of people. I prefer writing, texting, emailing, anything after talking. Talking exhaust me. And I wonder, seeing poets reciting their poems proudly in front of a bunch of people, don't they feel the same like how I feel? I prefer to hide behind my writings cz people can't see me. People tend to judge. I like to observe people and as long as my observation goes, people's judgement can be so weirdly confusing, wrong and harsh and I don't want to be at the other end where I am putting myself out there to be criticized. But so is life. We live in a community and we'll always face judgements no matter how hard we tried to hide.

I guess I'm letting my guard down a bit. Still ain't reciting one small poem.

Thursday, August 21, 2014

Yang Seperti-seperti

Seperti tahu
Seperti tidak tahu
Aku menyimpan wangian senyum
Bersama sinar mentari paling mulai
Di dalam tabung kaca berlorek nama kamu

Tapi yang seperti-seperti itu
Cuma tinggal seperti
Dan tabung kaca aku biar hanyut
Biar terdampar dengan air surut
Di mana saja ia tersangkut

Mungkin makan tahun, atau masa yang mengerumun
Tapi aku tak peduli lagi dengan mentari paling pertama
Kerana kau tak peduli pun dengan renyahnya teruja aku
Mengumpul cahaya di tabung kecil
Untuk kita.

Yang seperti-seperti
Aku leretkan
Di langit lazuardi tengah dhuha
Memohon ampun atas ketelanjuranku
Terfikir aku bakal punyai kamu.

Tuesday, August 19, 2014

Ini puisi untuk Doktor Mira.

Di pagi keterjagaanmu, Mira
Disapa sejuk mentari dan hangat embun
Meraikan kejayaanmu
Sebagai seorang lagi kalangan pengantara
Kesedihan dan penyembuhan
Yang dikuasakan Tuhan.

Belum sempat lagi kau lihat airmata yang gugur dari seorang ibu
Menebar suara hati, melihat gering anakandanya
Dan kau harus saljukan bibit lara itu
Dengan senyuman paling menawan dan jelita
Untuk mereka percaya yang harapan masih ada,
Seolah tak ada satu Kesedihan pun bertamu sama di hati engkau.

Ah, pedulikan semesta dulu di hening dini ini
Kerana yang menanti di Sungai Petani
Sudah bersusah-susah memikirkan juadah apa
Buat santapan Sang Anak Si Tuan Doktor
Di pengakhiran minggu nanti.

Bangga aku tak terungkap padamu
Terjumpanya kita di rumah enam belas, di umur lapan belas, masih berbekas
Dan ketawa masih terbit di jelamanya aku setiap kali menatap wajah-wajah naif kita
Yang merasakan terbang ke India mencari sesuap ilmu
Adalah perkara paling besar dan paling agung di seluruh belantara dunia.

Sayangku, jangan kau lupa sahabatmu ini
Kala kesibukan menjelma dan kau perih lagi
Kau runsing lagi dengan segala entri dan sentri-
Selitkan ruang doa untuk aku
Dan semoga saja kita menjadi adiwira
Yang berjaya fikirnya, meski dunia terus menggila.

Selamat menjadi doktor, Nur Amirah.

Nota kaki: Nur Amirah Ayob adalah seorang sahabatku, berasal dari Sungai Petani, Kedah. Periang dan sering melakukan typing error secara luar sedar. Amat baik hati sepertimana ibu bapanya. Merupakan rakan sebilik di Kolej Teknologi Timur, Sepang ketika kami menjalani Cambridge A-Levels.

Dr. Nur Amirah Ayob kini adalah seorang doktor dengan ijazah MBBS daripada Manipal University.

Tuesday, August 5, 2014

Joblessness

At home right now, for the 2 months hols,
2 weeks had passed tho, leaving me with one month and two weeks left I guess.

My Raya went uneventfully, what with me being unwell on the day before Raya so I didn't help out with the preparation much. And we didn't even go anywhere to visit the relatives like usual, cz my grandma is unwell too but we still managed to meet everyone nevertheless, cz everyone came and visit. The strings of people really made me and my siblings cried (cz we have to, like, wash the glasses and top up the condiments non-stop LOL) each string came with like 20 people lol but yeah it's Raya so you really can't complain but be grateful instead that you have so many relatives. One of my relatives I found out is a doctor in Pasir Gudang and she got only 2 days off for Raya and I started to imagine my life like hers later, then and there. (My mum is handling the news like a breeze haha though she keep on saying that it's okay cz she have many more children to be with her on Raya- a lil bit too much that I think she's actually dreading the day I'm unable to be home for Raya.)

What else.

And the usual question of "When are you getting married?" haha. My grandpa cannot see me carrying any of my younger cousins without blurting "I think it's time for me to have great grandchildren" in my face LOL. I had prepared for a counter attack though, I keep saying do pray for me to get married to someone who's nice lol tho they kinda hate the answer cz it lacks juiciness and they wanna tease me more about me having no one in my life right now grrr.

So that's that! And since my siblings' Raya hols are over, I'm left at home, alone, with the old loving couple aka. my parents who always have some business (or dating) to do, leaving me all forever alone at home stuffing my face with kuih raya in front of the big TV. I'm not gonna be jobless for long. Next week I'm going to Kota Kinabalu and I really can't wait!!!!! :D

Till then. ;)

Sunday, July 27, 2014

Ramadhan, Usah Pergi

Ramadhan...usah pergi
Aku masih merangkak di pinggir kali
Mengais keampunan dan bibit-bibit kasih
Mengutip baki cahaya berganda-ganda
Meminta
Andai ini kali terakhir kujumpa denganmu
Biar aku berlalu dengan khatam yang husna

Ramadhan...sayup-sayup aku mencari suaramu
Di balik dentuman bedil dan sinar kelip-kelip lampu
Dan asap gaulan dodol dan ketupat resepi nenda
Jangan tinggalkan aku dulu
Biar aku rangkul kamu sepuasku
Membasuh setiap kusam noda di jiwaku

Ramadhan...masih berbaki siangmu esok
Tapi aku sudah dilamun rindu
Dan ditarik-tarik resah, apakah terampun diriku ini

Ramadhan...
Biar kita duduk-duduk sebentar dalam alam kita
Dan tak hiraukan pesta
Kerana yang kita cari
Bukannya canda dan tawa
Tapi hakikat jaya

Ramadhan...jangan berlalu lagi.

11.36pm/Bukit Mahkota/29 Ramadhan 1435H

Thursday, July 24, 2014

Genggam tanganmu.

Bila asap kelabu mengelabui segala ruang pemikiran dan sempit dunia kau
Cari tingkap dan buka
Lepaskan lelah di tepi pangkin, dan terpalah alam yang belum runtuh
Apa, alam ini akan runtuh?
Iya! Alam ini akan runtuh
Dan berlutut di birai jendela berharap
Bila warna merah minyak menghiasi langit yang dulunya biru
Pernah sudah irama astaghfir meniti di bibirmu.

Wednesday, July 16, 2014

Ada orang tak puasa

Korupsi bulan ramadan
Tersengat hidu lemak-lemak santan

Yang korupsi itu hati kamu
Tak semua bauan itu
Bersulam celaka.

Sehabis baca buku Puisi Tepi Jalan nukilan Fynn Jamal

Sehabis baca buku puisi
Resamnya, ayat di kepala berlagu-lagu
Gaya sang pemuisi menarikan kata

Indah katanya
Malang sekali
Si pembaca ini
Kosanya tak se-kuasa.

Wednesday, July 9, 2014

Tragedi sebelum subuh 9 Juli

Puasa
Puas
Bersorak di depan tivi
Berdentum bedilan api
Di mana mata
Di mana hati

Puasa
Bersahur sorak
Bersahur esak
Berbuka mewah
Berbuka jannah

Puasa
Sama seagama
Satu di sini
Satu di sana
Kebersamaan sirna

Puasa
Bukankah bulan empati?

Satu hari lagi sebelum laungan merdeka.

Menghargai lena.

Duhai mata, bertenanglah
Duhai minda, mengosonglah
Sinsingkan segala serabut dan kata
Biar aku lena

Kerana cuma dalam lena, aku temui damai
Biar tak sedar
Biar tak hingar dek mimpi nanar
Tapi damai.

Saat yang kunanti
Saat tenggelam dalam gelap yang sepi.

Monday, July 7, 2014

Things I wanna do in KK

I had planned and booked tickets to go to Kota Kinabalu (KK) after raya, so me and my travel partner gonna rock it. Sooooo eventho I have my practical exams in 3 days (It's not my fault the subject I'm taking falls on the last day!) I am giving myself the priviledge to daydream about things I wanna do when I'm in KK.

1. I wanna see the sunset at Tanjung Aru. And maybe visit that aunty who have the stall at the Tanjung Aru Beach Food Court. I dunno whether she knows me still or not but maybe I need to bring my mum's pic everywhere I go to get discounts cz my mum, she knows people. All I remember is her sayap bakar was da bomb.

2. Dinner at the night market near the pasar besar KK. You can choose any seafood you like and have it grilled ur way. Tho I'm craving for the Soto Makassar. Afterwards probably can bring my friend for a walk at the waterfront.

3. For touristy aspects (cz my friend had never been to Sabah) prolly could drag her to the Sabah Museum or Monsopiad Cultural Village.

4. Sayap bakar at Tanjung Lipat. Oh I hope D loves them too.

5. Breakfast roti kahwin n half boiled egg at Fook Yuen.

6. Go island hopping. I've only been to Manukan Island, I hope to see the Mamutik and Sapi islands this time. And indulge in the crystal clear waters!

7. Go to Kundasang and Kinabalu Park. I want to visit the Desa Cattle too it's new and kinda trippy but yeah it's the craze now so mustt goooo. And maybe we'll drop by at Poring.

8. Meet some friends. I hope so! Tho I wouldn't expect much cz we're going on weekdays and my friends already have careers so there. But I guess dinner should be fine aite...

9. Go to Pasar Philippines to meet my mum's friends- nah, scratch that- to do some souvenir shopping, tho i dont think my family want any lol except maybe dried shrimps and anchovies for my mum lol. D wants to buy seafood so I'll become an aunty who knows the way around Pasar Ikan KK lolness.

Yeah that's about it.

If given a choice there's more things to do and more people to meet but time is a luxury for me. Huhu.

Can't wait!

Now just hope my exams goes well, ameen, and afterwards I can do whatever I wanna do in the 2 months holidays.

Bye! Assalamualaykum!

Saturday, July 5, 2014

Sepit

Terjepit di tengah
Yang tak ketahuan bila mulanya
Seperti melalui jambatan sempit
Kayunya rapuh
Jalannya satu
Tibanya sakit

Tak mahu lalu lagikan rewet.

Kelas viva

Persiapan viva - Membelek-belek instrumen - Mengecilkan biji mata menilik gambar sinar X - melihat spesimen lama lalu terpacul terus sakitnya - Viva yang sekejap - kurasakan lama - kerana menjawab soalan bermulut - tak semudah menangani luka kertas.

Friday, July 4, 2014

Terhalang budi

Menghadang curahnya hujan di bumi nan dahaga itu
Lebih meluluhkan, daripada kemarau panjang tanpa jeda.

Apa kerana kamu di tangga atas
Kamu fikir kamu boleh berlaku apa-apanya saja
Terketukkah di benakmu,
Yang terlantar melarat di pinggir kotamu
Memanggil rahmat, malah dibalasnya cemeti ke muka?

Sungguh, kasihannya kamu,
Kerana fikirmu,
Fikirmu, denda dan larangan
Mampu melawan Yang Memberi Kudrat dan Rahmat.

Bulan mulia ini,
Ceritera ummah menggendangkan pilu
Hari pertamanya saja menyaksikan
Palestina dibedil bertalu
China dilarang puasanya
Myanmar terus diserang 'pihak berkuasa'
Dan Malaysia
Tanah air yang kucanangkan harmoninya ini
Menghalang sedekah pada fakir di kaki limanya.

Apakah terlalu lemahnya ummah ini
Sehingga terpalu, terpukul begini

Apakah terlalu hinanya kami
Sehingga tak tersampaikan doa-doa kami di hening dini

Apakah yang bakal terjadi lagi
Dengan baki dua puluh lima hari
Ramadhanku ini?

Sungguh sesak jiwaku
Sungguh sayu seluruh ragaku
Meski punya ujian kecil di hari empat
Ingatan pada yang lebih melarat, lebih menggugat.

Ihzimhum, wansurna 'alaihim.

Monday, June 30, 2014

Update: 30/6/14, 1/9/1435H

Exam's on July 10th.
Will be going back home on July 13th.

I don't know how I feel about the exam, but I guess, I'm not feeling much.
My mum keep saying that I should come home faster so that we can break fast together. And not to worry much, cz she know I can do it.

She knows.
But I don't.

Heck we humans doesn't even know what we know, usually, in the first place.

First day of Ramadhan going uneventfully. The first tarawih, led by a Nigerian junior. His recitations were nice.
Then the sahur with nuggets and mineral water. Subuh. Recite the qur'an.

Gonna break fast with Jee later.

Sunday, June 29, 2014

Selamat Datang, Duhai Yang Mulia

Selamat datang, Ramadhanku
Selamat Datang!

Dimulai gemersik bukaan pepintu syurga
Bertebaran haruman kasturi di bumi melata
Berterbangan malaikat-malaikat beratus jenis sayapnya
Indah buana
Indah semesta
Se-berlabuh rahmat cinta Sang Pencipta

Selamat datang, padamu, Yang Mulia
Berapa banyak insan yang hatinya dulu ternoda kini terbuka
Betapa santun saf-saf tarawih berdiri di malam-malamnya
Syaitan celaka dipenjara, jiwa bebas ke angkasa
Dalam doa di sepi malam memohon ampunan-Nya

Bulan cintanya, bulan mulia,
Aku baru berjumpa denganmu
Jangan kau lekas-lekas berlalu
Biar berbasuh segala dosaku
Biar bertamu segala insafku
Biar di akhir pertemuan kita,
Aku seperti bernafas baharu.

Selamat datang,
Selamat datang.

21:44, 28 Jun 2014/30 Syaaban 1435
Bilik Dua Kosong Enam,
Davangere, India.

Thursday, June 26, 2014

Prokrastinasi Seluruh Semesta

Apa yang kau tunggu?
Nanti, nanti
Serasa punya satu semesta
Di garis linear tak patah kembali
Sedang kau tahu
Segala nahu
Yang memuntahkan ingat
Bahawa kita
Tak punya saat
Untuk melebihi waktu tamat
Bila masanya henti
Dijerumus mati.

Tuesday, June 24, 2014

Di Balik Aksara

Di balik aksara, aku bersembunyi
Menitip fikir, rasa, dan entah apa lagi
Setiap dua puluh enamnya menenangkan sepi
Menjauhkan muram, menjulangkan impi.

Di balik aksara, aku bersembunyi
Dan merisik-risik aksara semesta
Kalau kusuka, ku ulang baca
Kertas yang kejap, lunyai memerca.

Di balik aksara, aku terjumpa
Kata-kata yang menerkam jiwa
Katanya orang yang berbidai aksara
Tak secantiknya dijumpa manusia.

Tapi kau juga manusia, apa bidaimu?
Muka yang gemilang, kata yang lantang
Siapa saja kau tuk mengata aku
Siapa saja pula, tak punya bidai?

Apa bidaimu, apa bidaimu
Tempat kau sembunyi segala resahmu
Salahkah aku, memilih aksara
Tempat sembunyi, tempat ku durja.


0030H
Kamar Biru Berpermaidani Pelangi

Sunday, June 22, 2014

Rentak beritmakan percikan darah kita

Jika hilang rentaknya, kita tiada
Jika hilang nadanya, kita punya separa
Separa nafas dan separa saat
Untuk berkongsi cerita dan berbuat dan berasa

Ritma itu
Mudah sekali hentinya
Percikan darah yang bagai gempita
Mengalir lesu dan terus henti
Di papan tanda Mati.

Tuesday, June 17, 2014

Lagi tiga hariku.

Burung hantu, di siang hari,
Lagikan layu, lagikan mati,
Sedang hari semakin susut,
Dan bayu semakin puput,
Semangat rapuh semakin reput,
Busa di bangku semakin kedut.

Telah berapa lamakah ku ada di senggang masa ini
Bersama hari yang kurasakan mati-
Menunggu petang yang indah itu
Menuju asalan, hatiku maju.

Biar tumbuh lambat pucuknya
Asal berakhir di tepi jendela-
Menangkap matahari sepenuh buka.

Hai bunga,
Jangan berhenti lagi manismu
Jangan kembang semua kelopakmu
Tunggu dulu
Kerana yang dinanti
Yang lebih kemudian itu
Bertambah manis kelibatnya.

Saturday, June 14, 2014

Belum sampai lagi

Belum sampai
Tak bermakna takkan sampai.
Tapi kalau kau berhenti mengayuh sampan kau yang sudah sedia lambat ini-
Sampai bila-bila pun takkan tiba.

Your choice, mate.

Nota kaki: Exam teori jumaat & sabtu depan. Exam praktikal seminggu kemudiannya, inshaAllah. Semoga dapat berkat hari jumaat. ;D dan semoga ini kali penghabisan. InshaAllah akan sampai ke tanah air dalam pertengahan bulan 7.

Doa jangan putus.

Wednesday, June 11, 2014

Bahasa

Bahasa itu seperti kereta.
Alat yang membawa kita ke tempat tujuan.
Masing-masing punya nilai estetika tersendiri.
Dan beruntunglah orang yang mahir dan fasih memandu bahasa.
Kerana bahasa pintu ilmu,
Pintu peradaban,
Pintu interaksi,
Pintu beremosi.

Dan lebih beruntunglah yang menghargai bahasanya.
Menyantuni budaya yang terseret bersama.

#basabasitengahmalam

Tuesday, June 10, 2014

Biar

Biar aku tak diingati manusia, Tuhan
Asal saja aku masih di bawah sayap ingatanMu.

Dan semua ini takkan bermakna apa-apa
Senda gurau, dan ilusi silap mata
Bila tertawa, terlupa leka
Bila terjaga, semua lenyap tak ada.

Apa mahuku
Apa jalanku
Apa suratanku
Apa akhirku

Biar denganMu ku adu
Dan biar mereka tak dengar
Hati aku mengaduh.

Sunday, June 8, 2014

Hidup

Hari yang terus-terus dipangkah
Tak punya maknawi
Tanpa berisi tingkah

Dan fikiran aku semakin terbang
Kepada masa depan yang cemerlang

Sedang hari dan saat ini
Kau tak tahu
Bila masa terhenti pacu jantungmu

Apakah kau terlihat maksud sebenar sebuah hidup
Bukan angkasa terjulang, biarkan
Bukan berakhir cemerlang, tepikan
Tapi saat ini
Ada kau pedulikan?

Friday, May 30, 2014

Burung malam

Burung malam
Terbang pulang
Bersama paruh berisi agenda esok hari, impian masa tua, dan cinta penuh rasa
Terapung-apung di sejuk malam
Melepaskan segala entah apa-apa
Ke kotak separa sedar dan separa mati
Si pengantuk
Terus terketuk
Untuk berjaga lagi
Di segenap gelita.

Apakah patut ku tabur dedak dan bikin kolam mandi burung di luar tingkap kamarku
Agar saja mereka berhenti bertamu?

Sunday, May 25, 2014

Celaka

Yang paling celaka itu lidahku
Lidah seperti pedang, kau kata?
Apakah kemunduran ini?
Lidahku seperti sniper
Tepat ke jantung
Mati semuanya.

Yang kedua celaka itu sifat tak endahku
Bila orang datang padaku
Aku buat tak endah saja
Bila orang pergi dariku
Kutanyakan, mengapa?
Ah, celaka.

Yang terakhir celaka itu aku
Di hening pagi
Tiada yang lain yang aku hingarkan di ruang fikir
Selain kecelakaan hati. Dan jiwa.

Sambil aku memutarkan lagu-lagu sedih di pemain burukku.
Konon-konon mereka boleh membasuh
Dosa sniper dan sifat hati keringku ini

Kenapa, kau begini
Mencelakakan diri sendiri?

Tuhan, aku takut
Mati dalam celaka.

Friday, May 23, 2014

Pelokek

Ah, kau, si pelokek
Minta sedikit katanya sengkek
Minta segelas kau beri setitik
Minta sehati kau beri secobek

Ah, kau, si pelokek
Bagaimana kan kufahami fitrahmu
Jika bukan terpaksa kupinta padamu
Jika bukan tercuma kamu yang tahu
Kau fikir
Masih di sinikah jelamanya aku?

Ah, kau, si pelokek
Sedang yang kau lokekkan bukan kau yang empunya
Selamanya
Dan selamanya aku tak mengerti
Betapa salahnya prinsip dirinya

Ah, kau.

Thursday, May 22, 2014

Hatiku semakin malam.

Dentum dentam di langit malam
Menggencarkan rasa suram
Di mana, kawan, di mana
Di mana, janjinya, di mana

Pantas pula masa berjalan ke waktu ini
Waktu aku seharusnya bersalam denganmu mengucapkan selamat jalan dan maju jaya
Seingat aku
Baru kelmarin kita bertemu dan bercanda
Baru kelmarin kita bersua dan bercerita

Dan waktu yang sepantasnya hadir ini
Seolah-olah tak pernah habis
Dengan aku yang menunggu, bersama secawan teh anganku, kubancuh untukmu
Dengan kau, yang tak muncul di depanku

Sedang hari semakin malam
Dentum makin dentam
Hati makin suram
Dan kita, seperti malam
Entah bila tibanya pagi
Pasti datang, tapi hati tak percaya lagi.

Aku tunggu kau di sini
Dengan hati yang semakin malam.

Monday, May 19, 2014

Cartoons, and other things.

I'm always fond of children shows and cartoons. Before this, I just genuinely and purely love them for the messages and all, but lately as I come to this age (hahaha what's this exclaiming that I'm exactly old or something? Okay sorry) I'm kinda surveying which cartoons and shows that are actually good and helps in educating young minds. For my future kids, see. Lol.

And I came across this cartoon named Dibo The Gift Dragon. It's really cute and the concept of the cartoon is so cool. All the creatures and plants in Cosy Land are made of wool/felt material, and you can see the stitches in everything. So Etsy-ish kinda cartoon. Pretty and artsy. And the main story is there's this dragon named Dibo who can grant his friends' wishes by a magic phrase 'Diding Boding Dibo Dibo Ding' and the gifts will come out of the dragon's tummy (which has a zipper on it.) And the song is quite catchy too. Lemme share the song witchu.


"Hello, hello, my name's Dibo
Here is something you should know
When you want just say this
Diding Boding Dibo Dibo Ding"

Catchy right? It also came with these dance moves. Lol.

But when I'm watching this, I'm kinda afraid of showing the cartoon to any toddler I know. I mean, we Muslims should always know that we have Allah The Almighty to rely on. And to ask for anything. Not some witty dragon with a catch phrase and a zippered belly.

And that concept should be taught first to these innocent minds. That they'll always have Allah. Even though when they have nothing nor anyone with them.

I wish some people could make a similar high quality cartoon like Dibo, to teach these young caliphs about this very core. Of course Allah can't be portrayed. But the educational message can be the major core concept. Actually not only for kids. But us adults too, who had might forgotten our purpose of being sent here on this Earth.

We had this explorace thingy with the muslimah sisters earlier, and there's one game which had you to pass a pingpong ball to your team mates using a plastic spoon. And after the game ended, we were asked- did you rely on Allah during the game, or did you rely on your skills and your team mates? Man. That hit me like a lightning. Especially when we just had discussed this particular ayat from surah Ali Imran: 190-191.

Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding.

Who remember Allah while standing or sitting or [lying] on their sides and give thought to the creation of the heavens and the earth, [saying], "Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire.

We should be reminded of Allah at all times. During whatever situation. Be it you're watching a cartoon or passing pingpong balls to your friends.

Cz He will always be there for us. :)

Sunday, May 18, 2014

Kalah

Kalahkan saja mindaku, kantuk
Biarkan ia terus mengetuk
Pada pintu yang terselak rusuk.

Aku tak mampu lagi
Kerana kupunya pelbagai cita
Untuk esok.

Maka biarkan ketukan bertamu sepi.

4-sesuatu
18-5-14

Senyap Yang Tenang

Sepatah dua katamu
Bahkan seribu tahun kebisuanmu pun-
Akan sentiasa bermakna
Di laman resah penuh belukar sesak ini.
Lapang terasa tanpa perlu bunyi-bunyi
Untuk mengumumkan keberadaan kamu.

0358
18-5-14

Kata, Berhenti Rayumu Padaku

Ianya sungguh aneh, bagaimana
Himpunan lagu dan bait-bait kata
Menyerang kotak minda tatkala seterpejamnya mata
Merayu-rayu untuk didendang sepenuh jiwa
Mengekang mimpi atau ruang gelap segenap infiniti untuk mengganti,
Menggerhanakan dunia ini.

Maka pergi saja dari lenaku
Dan biarkan aku hanyut
Ke seribu kebarangkalian.

Selamat malam, dunia yang tak berhenti lariannya.

3-sesuatu
Bilik
18-5-14

Friday, May 16, 2014

Selamat Hari Guru!

Ucapan Selamat Hari Guru Tahun 2014 ini ingin saya tujukan kepada semua guru yang pernah secara langsung atau tidak langsung mendidik saya mengenai apa jua perkara. Sama ada formal atau tidak formal.

Juga jutaan terima kasih atas segala pujian, nasihat, kata-kata motivasi, hinaan yang kritis, teguran jujur, jerkahan, perlian, kasih sayang, persahabatan, dan gurauan.

Semua guru, tidak kira siapa dan bagaimana dia bertingkah laku, adalah pengajar kita tentang kehidupan, dan membentuk kita menjadi manusia yang tahu sedikit sebanyak tentang cara-cara menghadapi dunia yang mencabar.

Seorang manusia boleh belajar sendiri daripada kitab, tapi boleh saja jadi salah faham tanpa penerangan daripada seorang guru. Guru melihat kita, dari zaman berkaca mata bulat dan bertudung senget, sehingga ke zaman kaca mata yang tak mengembangkan tudung dan bertudung gaya ikan sembilang. Dari pendek ke tinggi. Dari comel ke lawa. Dari tak tahu kepada tahu. Dari tak faham kepada "man I can do this."

Terima kasih,
Terima kasih,
Dan terima kasih.

Juga kepada guru pertamaku yang mengajarku bertatih, berjalan, membaca dan melukis warna, Ummi. Terima kasih. Ummi lah guru pertama nisa. Yang sanggup berpenat lelah dan bersusah-susah dari dulu hingga kini, terima kasih.

Jasamu kusanjung tinggi,
Kusambut setulus hati.

Selamat hari guru, para guruku.

Wednesday, May 14, 2014

Esok peperiksaan internal.

Berkawad ke muka pintu peperiksaan sambil menyandang senapang tabah-
Dengan airmuka penuh amarah dan resah sebagai rencah-
Aku tiba! Dan kau, pasti akan kalah!

Dengan peluru pena berjenama Garisan berduta hero hindustan terkemuka Shah Rukh Khan
Kertas soalan pastikan ku taklukkan
Dengan izin Tuhan
Bersama impian
Semoga saja yang kali kedua ini-
Kali penghabisan.

Selamat menjawab soalan,
Buat sang Keon dan rakan seperjuangan!

Apalah sangat panahan susah
Kalau esok kan lebih cerah.

Kumpul dulu tenaga hati
Di bidai gebar bersulamkan mimpi.

Selamat malam.

Saturday, May 10, 2014

Kekopi

Kopi tiga cawan
Membekas di hati kawan
Kantuk tak hilang,
Gusar ku pandang,
Kertas-kertas penuh tulisan
Seperti memomokkan masa depan.

Kopi tiga cawan
Resah disaljukan.

Semoga esok masih kau ada,
Tiga cawan kopi di tepi meja.

Thursday, May 8, 2014

Bunga Kuning di Dada Jalan

Bunga kuning di dada jalan
Akan menjadi saksi kita
Di remang petang ini.

Setiap kuntumnya merakam cerita
Tawa kita
Kecewa kita
Kesal kita kerana tertangguh bicara
Selama setahun sudah.

Dan di setiap kuningnya
Aku menghitung nasibku
Kerana kau
Masih menggelarkanku
Sahabatmu.

Siang

Di pagi-pagiku yang lewat
Diterangi sinar mentari di jendela
Mimpiku terjeda

Dalam pisat-pisat mata mencari angka di muka waktu
Antara percaya atau tidak
Lewat aku ditabrak kantuk

Seharusnya berhenti talian lewat ini
Kerana di sudut siring berbekas cawan kopi-
Kau katakan
Masa itu emas
Malahan kau lagi melayannya
Seperti anak ikan bilis
Terjepit di bawah himpunan pari.

Tuesday, May 6, 2014

Basah

Sudah lama tidak tertumpah di bumi
Mungkin tanah ini rindukan jatuhnya seorang aku
Mengenangkan aku yang dulu
Takkan semudah itu hapusnya dari ingatanku
Mencarik mentetas jahitan hatiku
Lantas aku tertarik pada mata kailmu

Tuhan
Masih adakah seorang aku di mataMu

Saturday, May 3, 2014

Jingga

Remang senja begini
Rona jingga menyapa
Dibalut gulung bersama si merah jambu
Menerpa putih kertas belajarku
Sambil membisik

"Sudahkan saja
Hari mahu habis
Malam masih punya masa"

Dan tiba-tiba tajam sembilu menusuk kepala
Lalu kututup saja lembar-lembar ilmu
Dan tersenyum menatap
Rona jingga di petang yang malap.

Tuesday, April 29, 2014

Hidup di bawah lembayung As-Samad

(Input last usrah)

As-Samad: Tempat meminta segala sesuatu.

Boleh dikembangkan kepada tiga maksud utama:

1. Tempat meminta segala sesuatu
2. Matlamat
3. Kekal/Tak Tertakluk Pada Garis Masa

Sifat Allah yang satu ini, menyimpulkan matlamat hidup kita sebagai manusia, hanyalah Allah.

Semua benda dilakukan, hanya kerana Allah. Dirasakan emosinya, dicernakan makanannya, dikerahkan kudratnya, kerana Allah. Kerana Allah.

Dan menguatkan lagi ayat Hasbiyallah wa ni'mal wakil: cukuplah Allah sebagai penolong.

Manusia yang beriman dengan sifat As-Samad, inshaAllah gembira senantiasa. Sentiasa tahu, dalam apa pun susahnya, dalam apa pun senyumnya, ada Dia yang mendengar, melihat dan membela.

Sila terapkan dalam kehidupan harian yang makin hari makin tak termotivasi ya Khairunnisaku sayang.

:)

Saturday, April 19, 2014

Back here, this and that

So I'm back in Davangere.

I guess 3 months at home really kinda make me feel like a different person. My senior told me that I look different, but maybe partly that was because I gained 2kgs at home. Which is an achievement unlocked for me, cz I rarely do so. Usually I lose weight when I'm at home, because the way my family eats are probably a bit healthier than the way I eat here in India. More veggies and soups, no coconut milk (usually) in our food. But yeah we love it that way.

Andddd another setback of being too long at home and soooo attached to my mom (I followed her everywhere. Even sending my baby siblings to school. She's the one who insists) made me super duper homesick when I get back here. I just realised yesterday that I've been camping inside my room for a straight 5 days. Wuht. -____-" And I still couldn't take Indian food. I guess it's the spices I'm not used to, my tastebuds still crave for soupy dishes.


By the way yesterday we have this small picnic halaqah thingy in front of our hostel. We discussed about Allah's characteristics in concern of food and water. Which is a really vast thing if you really ponder on it. Our lead was Surah 'Abasa, Ayat 17-32.

So we discussed those things and by the time we nearly finished, it was reaching Maghrib and lightning were dancing above our heads, leaving me very uncomfortable and a beautiful headache. If anything, I hate being outside during dusk. I SUPER HATE IT. What with the lightning too. People, next time don't put us in danger again, super dang please. I didn't caught the last points of our discussion cz I was busy praying that I wouldn't die today. The anxiety even increased cz just a week back there was news of some kid in a boarding school in Malaysia who died cz he was stroke by a lightning. You people don't read Malaysian papers, that's why you guys are so calm!!! Argh so frustrated. Next time I would've just run away, faking excuses like I need to pee or something. It really sets me off cz I have to deal with the headache throughout the night.

So that's it.

I just wanna do my exams and go home again.

Friday, March 21, 2014

Omelan tua dan bawaan muda

Pagi tadi, ummi mengutarakan sesuatu yang amat bernas.

Menurut observation ummi, orang-orang tua yang nyanyuk akan lupa pada perkara yang baru berlaku, dan sebaliknya akan ingat pada perkara yang biasa dilakukannya atau menjadi kepentingan padanya di waktu muda.

Dia akan mengulang-ulang kisah kegemilangan mudanya, perkara kesukaannya, bahkan perbualan-perbualannya sesama tetangga. Tanpa jemu. Tanpa mengira apakah ada yang menadah telinga atau tiada. Sama saja. Mungkin mengulang-ulang kisah lalu mengundang bahagia di hatinya. Tapi bagi kebanyakan orang yang masih sihat di sekelilingnya, kadang-kadang perkara itu menjadi sesuatu yang tak mahu didengari. Lantaran ianya tak menarik. Dan tak ada kaitan dengan diri si pendengar. Maka jadilah dia seperti radio antik yang berkuasa alternatif. Takkan habis tenaganya hendak diceritakan semua kisah mudanya. Kisah jasanya. Kisah dia. Dan dia saja.

Kisah kini dia lupa. Dia ulang-ulang kisah lama.

Perkara ini memang biasa terjadi pada orang tua. Terutama yang tak banyak menggunakan daya fikir selepas usia pencen. Duduk berehat di pangkin. Tak sihat untuk otak. Perkara biasa. Tapi senario yang serupa. Kisah lama diulang putar. Diputar lagi dan lagi menggunakan gramofon larynx berkuasa mitokondria.

Di sinilah, kita kupas pembawaan diri ketika muda.

Orang yang masa mudanya sibuk mengumpul setem, akan bercerita kisah setemnya.

Orang yang mudanya habis di kelab, akan bercerita akan kelincahan tarinya.

Orang yang mudanya sibuk menjaga anaknya bagai ditatang, akan tertawa sendiri pada kisah anak-anaknya sewaktu kecil. Meski anaknya sudah bercucu dan dia bergelar moyangnya.

Sekarang,

Sila bayangkan jika orang itu, masa mudanya habis dengan mencari ilmu agama. Ilmu yang bermanfaat. Tafsir quran. Aktiviti sukarelawan. Hafiz, hafizah.

Pasti setelah tiba masanya, yang keluar dari mulutnya- hanyalah bait-bait hikmah semata, menjadi air yang menyiram jiwa-jiwa kontang orang yang mendengarkan. Menjadi oasis tempat tadahan segala kebaikan.

Alangkah indahnya.

Formulanya? Manfaatkan masa muda sebaiknya. Cari ilmu seluasnya. Beramal sebanyaknya. Agar saja sehingga sehabis nafas terjeda, kebaikan saja yang mengalir dari lisannya.

Aku terkedu dan bertanya semula pada diri, apa yang aku lakukan di usia mudaku?

Ataukah aku sama saja gerabaknya, dengan mereka yang berharap akan mengubah diri menjadi baik, ketika tibanya usia matang?

Berani-beraninya kau berjudi umur, sedangkan nafas sesaat sesudah ini pun tak boleh kau jaminkan ada atau tiadanya.

Maka, mari, tanamkan dalam diri,
Cuba menjadi manusia bermanfaat, khalifah yang baik di atas bumi.

InshaAllah.

Dan yang indahnya, kata ummi, setakat ini ummi belum pernah ketemu orang-orang tua yang hidupnya tak lekang dari al-Qur'an, menjadi nyanyuk di kala tua. ;)
Subhanallah walhamdulillah.

Dugaan, dan lampu trafik di Kuala Lumpur.

Aku mempunyai lagu Life Is A Highway dalam playlist lagu-lagu membinaku. Tapi kadang-kadang, aku tak rasa bahawa lagu itu tepat menggambarkan hidup ini.

Hidup ini tak seperti lebuhraya yang luas dan laju dan (hampir) tak ada penghalang.

Hidup ini, lebih seperti jalan-jalan di Kuala Lumpur. Setiap lebih kurang 200-400m, akan ada satu lampu trafik yang melambatkan perjalanan. Namun jika tiada lampu trafik, lalu lintas akan menjadi porak-peranda, tak bersistem, banyak kemalangan jalan raya boleh terjadi. Ya lah. Bukan semua pengguna jalan raya itu pengguna yang berhemah. Lebih banyak yang samseng. Lebih banyak yang suka memotong sesuka hati. Lebih banyak yang tak pandai menggunakan lampu isyarat untuk belok ke kiri. Dan ke kanan. Dan pelbagai lagi. Jadi kita patut berasa tenang dengan kehadiran lampu trafik. Walaupun ianya melambatkan. Ia mengelakkan kecelakaan yang lebih mudarat.

Apa kaitan dengan hidup?

Hidup kan banyak dugaan.
Lampu trafik=dugaan.
Perjalanan hidup jadi lebih susah. Kadang-kadang lambat. Menguji sabar. Menguji mulut, apakah akan diam atau mencaci maki ketika waktunya mengujakan.
Menguji hati apakah kuat menghadapi kelewatan ini.
Tapi ianya, adalah rancangan Allah, untuk sesuatu yang lebih besar. Mengelakkan kecelakaan pada hati dan diri. Yang lebih memudaratkan daripada setakat satu 'glitch' kecil seperti dugaan ini.
Kerana Dia Maha Tahu. Akan kebaikan dan kelemahan kita semuanya.

Bawalah bersabar, dan istighfar.
Hanya dengan mengingati Allah lah, jiwa-jiwa akan dibasuh tenang.

Monday, March 17, 2014

sekelumit cahaya

rekues untuk masuk ke grup facebook GKLN diterima.
menggencarkan jiwa. memecahkan rasa.

senyum senyum sendiri di hadapan komputer ribaku.
senyum yang telah lama tak bertamu.

senyum, kerana aku mengapresiasikan minatku, dan cita-cita asalku.

aku suka baca, lalu aku suka tulis.
dan aku mahu terus tulis, tak kira yang indah, cantik, mahupun hina.
asal saja aku tak berhenti.

jangan.
jangan berhenti.
biar kita mula di sini.
perlahan-lahan tanpa jeda
sampaikan kita tiba
di hujung nanti.

Tuesday, March 11, 2014

Benci

Aku tak suka berkongsi
Tapi di sini segalanya kukongsikan.

Aku tak suka kalah
Tapi akhirnya aku yang kekalahan.

Aku tak suka pada yang tak berfungsi
Tapi hari ini, telefon bimbitku rosak lagi.

Aku tak suka tak dipeduli
Tapi dalam mindaku, kau terus-terusan menolakku ke tepi.

Aku tak suka dan tak suka lagi
Tapi mengalami rasa benci
Menerbitkan aku
Yang lebih gagah dan sirna jiwanya
Yang lebih syahdu tangisnya
Yang lebih murah berinya
Yang lebih dalam doanya meminta supaya
Semua yang ku tak suka
Aku harus saja suka
Jika itu, mengkupas topeng jahilku.

Bukit Mahkota
7.15pm 11 Mac 2014

Saturday, March 8, 2014

Tanya sama aku, apa itu bintang?

Jika kau tanyakan padaku,
Apa itu bintang?
Nescaya akan kukhabarkan padamu
Ianya sesuatu yang terang
Berkerdipan di dada langit yang hitam

Kemudian di dalam bilik tidurmu ada cahaya berkelip-kelip dalam gelita
Kau tanyakan lagi, jadi inikah bintang?
Bukan, ujarku.
Itu cuma cahaya dari komputer ribaku cuma.

Aku heret kau ke padang rumput luas di waktu malam
Aku paksakan kau lihat ke atas
Dan pandang bintang-bintang yang bertaburan, membikin buruj-buruj yang menunjukkan jalan

Supaya kau tak keliru lagi dengan yang palsu.
Dan kau tak gentar lagi mengatakan bahawa,
Yang berkerdip,
Tak semestinya adalah bintang.

Aku tak peduli apa pun tanyamu lagi setelah ini-
Kerana aku telah menunjukkanmu bintang yang asli
Dan kau juga harus menjadi bintang yang asli
Kerana bintang yang sebenar-benarnya bintang itu,
Hanya akan indah di malam yang hitam pekat.
Bukan di kala siang ketika manusia riuh menyuarakan sorak-sorainya.

Jangan kau kata, yang hitam itu semestinya jahat.
Kadang-kadang kerana wujudnya hitam lah-
Kau kenal apa itu putih.

Emowowowo

Kisah kita
Tak seindah atelier gubahan bunga
Tak sewangi haruman Prada
Tapi akan ku pastikan
Kita akan berakhir jua
Dengan senyuman di balik topi mortar
Lewat atau cepatnya
Cuma ilusi mata
Secuma
Sekelipan minda.



aku emosional. tapi aku bangga kerana masih memiliki empati
untuk yang belum mencapai jaya
dan sungguh-sungguh merangkak menebas arus badai
demi cahaya di hujung jalan.

oh ya. semoga saja pengakhiran MH370 tak berakhir tragedi.
Hasbunallah wa ni'mal wakil.

Friday, March 7, 2014

We don't care, We aren't caught up in your love affair.

Royals - Lorde

I've never seen a diamond in the flesh
I cut my teeth on wedding rings in the movies
And I'm not proud of my address,
In a torn-up town, no postcode envy

But every song's like gold teeth, grey goose, trippin' in the bathroom
Blood stains, ball gowns, trashin' the hotel room,
We don't care, we're driving Cadillacs in our dreams.
But everybody's like Cristal, Maybach, diamonds on your timepiece.
Jet planes, islands, tigers on a gold leash.
We don't care, we aren't caught up in your love affair.

And we'll never be royals.
It don't run in our blood,
That kind of luxe just ain't for us.
We crave a different kind of buzz.
Let me be your ruler,
You can call me queen Bee
And baby I'll rule, I'll rule, I'll rule, I'll rule.
Let me live that fantasy.

My friends and I—we've cracked the code.
We count our dollars on the train to the party.
And everyone who knows us knows that we're fine with this,
We didn't come from money.

But every song's like gold teeth, grey goose, trippin' in the bathroom.
Blood stains, ball gowns, trashin' the hotel room,
We don't care, we're driving Cadillacs in our dreams.
But everybody's like Cristal, Maybach, diamonds on your timepiece.
Jet planes, islands, tigers on a gold leash
We don't care, we aren't caught up in your love affair

And we'll never be royals.
It don't run in our blood
That kind of luxe just ain't for us.
We crave a different kind of buzz.
Let me be your ruler,
You can call me queen Bee
And baby I'll rule, I'll rule, I'll rule, I'll rule.
Let me live that fantasy.

Ooh ooh oh
We're bigger than we ever dreamed,
And I'm in love with being queen.
Ooh ooh oh
Life is great without a care
We aren't caught up in your love affair.

And we'll never be royals.
It don't run in our blood
That kind of luxe just ain't for us.
We crave a different kind of buzz
Let me be your ruler,
You can call me queen Bee
And baby I'll rule, I'll rule, I'll rule, I'll rule.
Let me live that fantasy.

I don't care.
Lets just live with free spirits.

Thursday, March 6, 2014

What happen to que sera sera?

Que sera sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera sera
What will be, will be

This nursery rhyme.
I couldn't get my head around it these days.
I am too afraid of 'what if's and whatnot
I am being too cold to people who tried to get to me
I am putting up a happy facade up to the point that even me myself cannot bear with this 'me'

Man.
What had happened to me?

Ya Allah
Guide me.

Sunday, March 2, 2014

Tak berhati

Luka campur luka
Menghasilkan zirah
Yang beralaskan kebal.

Ah kau lagi, pintas hatiku
Sudah-sudahlah menjengahku
Tak bosankah dikau?

Jawabnya, ini amanat Tuhanmu
Yang mengeksperimentasi hatimu
Apakah dalam bingit tangis dan perit tajamnya duka
Masih ingat pada Dia?

Iyakan saja
Dan cerna perlahan
Maka harusnya terima
Kerana jalan kelihatan kabus-kabus dan panjang
Di titian kayu berkeriuk ini
Aku meniti
Entah bila tiba, mungkin saja tersadung kain sendiri lalu jatuh sebelum sampai

Gapai dan lihat di balik kenyit mata dek sinar yang terlampau terang
Hadangkan tangan ke depan dan rasakan
Nikmat hikmah yang seluas buana.

Tuesday, February 25, 2014

Kadang-kadang

Kadang-kadang, cuma kadang-kadang
Sakit itu perlu
Agar sedar dirinya.

Kadang-kadang
Luka itu perlu
Kerana kosong itu bosan
Dan retak itu seni
Yang mencorakkan kehidupan.

Kadang-kadang
Gila aku datang
Tapi aku punya kawan
Dan aku punya Tuhan
Syukurlah
Masih berdiri teguh
Meski corak hati
Makin berbelur-belur penuh celoreng

Biarkan aku begini
Dan
Doakan aku tak terus begini

Biarkan aku begini
Kadang-kadang cuma.

Monday, February 24, 2014

Kota Kinabalu vs Nusajaya

Kota Kinabalu: Kota kenangan. Memiliki pantai. Bergelumang kawan-kawan.
Tapi tempat tinggal belum pasti. Tiket juga belum dibeli. Tiket juga semakin mahal dari hari ke hari.

Nusajaya: Ada Pikah. Ada Legoland. Economic-wise, lebih baik.

Ummi macam tak berapa setuju dengan rancangan aku nak ke KK. Katanya, buat saja housemanship di sana nanti. Jadi nanti ummi boleh melawat aku di KK. Sambil-sambil melawat kawan-kawan lamanya. Amboi!

Masih keliru.
Silap hari bulan dua-dua pun tak pergi.
Demam pun masih belum kebah lagi dari semalam.

Ya Rabbi, tunjukkanlah.

Moderator ODOJ masih belum contact aku lagi. Mungkin tak ada group yang kosong. Meneruskan sendiri-sendiri, tak seseronok bersama group, pastinya. Tapi masih berkesan di hati. Menghindar segala entah apa-apa di fikiran.

Saturday, February 15, 2014

Ke Teluk Chempedak

Kami ke Teluk Chempedak hari ini. Aku, sekadar berlari anak di gigi air. Ombaknya terlalu kuat kerana pagi tadi baru saja hujan.

Aku terlalu rindukan pantai. Bunyi ombak dan udara masin ini, aku hirup dalam-dalam.

Pantai selalu menenangkanku. Pantai selalu memujukku, memberitahuku yang segala apa pun yang terjadi, akan berlalu jua, seperti berlalunya buih-buih gelora di dada pantai.

Betapa aku rindukan dirimu, pantai. Alhamdulillah, aku berkesempatan lagi bertemu denganmu di pagi ini.

Upacara akad nikah akan bermula jam 2 petang nanti. Pagi ini, kami bersuka-suka dahulu ditemani lautan yang membiru.

Friday, February 14, 2014

Coretan di jalan

Hari ini, aku bermusafir dari Kajang ke Kuantan. Ada satu majlis perkahwinan yang harusku penuhi jemputannya. Majlis walimah sahabat seangkatan di Davangere India. Dalam batch aku, dialah orang pertama (dari kalangan perempuan) yang melangsungkan pernikahannya.

Sila bayangkan keterujaan kami berlima.

Eh tiba-tiba berlima? Ya, kami berlima menaiki bas ekspres Ekpress Kesatuan ini yang destinasinya ialah Terminal Indera Mahkota, Kuantan. Masakan aku keseorangan.

Dalam sejam setengah perjalanan bermula, aku sempat menghabiskan kerja-kerja menyunting karya sahabatku Ashraf Sabun yang ingin dia hantarkan ke sidang penghakiman untuk satu sayembara menulis novel. Aku memang menggemari kerja-kerja menyunting seperti ini. Aku tahu aku bukan siapa-siapa malahan aku sendiri belum menghasilkan walau sebuah novel pun. Tapi kerja menyunting sedikit sebanyak meyakinkan aku yang aku masih minat akan bidang ini. Aku masih punya harapan di landasan ini. Masih, tetap masih.

Sehabis saja aku siap menghantarkan hasil suntingan aku pada Si Sabun, masuk pula satu e-mel ke inbox Gmailku.
Dari moderator E-Sastera. Menjemput ke perjumpaan agung Kelab E-Sastera. Eh macam tahu-tahu pula. Sedikit nada memerli juga di situ. Sejak dua bulan lepas aku tak ada menyiarkan karyaku ke laman web e-sastera2u lantaran sibuk dengan peperiksaan akhir, dan bersenang lenang di rumah selama sebulan. Ada saja puisiku, tapi terperuk dalam buku nota kecilku yang, dengan ajaibnya, aku tinggalkan di rumah. Selalunya aku bawa buku itu ke mana-mana. Lambang aspirasi seorang penulis, konon. Ah, kalau namanya sudah penulis, tak perlu buku nota cantik. Tisu napkin di kedai makan juga jadi mangsa kalau tiba-tiba idea datang sambil-sambil minum teh.

Kami terhenti di, ah entah di mana ini. Barangkali pekeliling. Aku tak pernah ke sini. Aku tak kenal persekitarannya.

Doakan perjalanan kami selamat sejahtera semuanya, ya.

Dan kamu yang di sana, selamat bekerja.

Mungkin aku harus berjaga sepanjang permusafiranku ini sementelah result exam kami belum keluar lagi. Doa musafir kan antara doa-doa yang mustajab. Hehe.

Assalamualaykum.
Peace out.

Wednesday, February 12, 2014

Biar aku ajukan soalan ini padaku

Kau siapa?
Apa yang kau inginkan dari hidup ini?
Apa impianmu?
Apa yang kau mahu dari pengakhiranmu?
Mengapa kau masih di sini?
Mengapa kau belum pergi lagi?
Bilakah tiba waktu kau kan sedia?
Di manakah kau mahu temui dia?

Jawab dalam jiwa. Cerna biar murka.
Yang tahu, kan cuma kau saja?

Tuesday, February 4, 2014

She's got life in her veins.

Rescue - Yuna

She thinks she's all alone
And all her hopes are gone
And so I wrote this song
So she can move along

Well, things were bad
She was in despair
Well, things were bad.
And you were never there

But things were bad
She came up for air
She said a little prayer
She found herself

Yeah, she's got a light in her face
She don't need no rescue and she's okay
Yeah, she's got life in her veins.
She don't need no rescue and she's okay.
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
Yeah, she's got life in her veins
She don't need no rescue and she's okay

She looks into the sky
And all her tears are dry
She kiss her fears goodbye
She's gonna be alright.

But things were bad
It was beyond repair.
She was scared
She couldn't handle it.
Things were bad but now she's glad
Can't you tell - she's walking on air?

Yeah, she's got a light in her face
She don't need no rescue and she's okay.
Yeah, she's got life in her veins.
She don't need no rescue and she's okay.
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
Yeah, she's got life in her veins.
She don't need no rescue and she's okay

That girl is you, yeah
And that girl is me
That girl is stronger than the raging sea
That girl is you, yeah
And that girl is me
That girl is stronger than the raging sea

Yeah, she's got a light in her face
She don't need no rescue and she's okay.
Yeah, she's got life in her veins.
She don't need no rescue and she's okay.
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
No SOS needed; no rescuing, she's fine out there
Yeah, she's got life in her veins
She don't need no rescue and she's okay

Sunday, January 26, 2014

Realiti

Bukan yang luar biasa
Bukan.
Aku cuma aku
Yang paginya diselaputi kejutan ummi dan hingar bising adik-adiknya
Bersiap-siap ke sekolah.
Kemudian menemani ummi menghantar adik ke sekolah, ke tempat kerja.

Ya, adik-adikku manja.
Termasuk aku suatu tika dulu
Masih terkenang sibuknya ummi
Memakaikanku stokin sambil aku lekas-lekas menghirup teh o
Dalam kabutku untuk ke sekolah.

Mujur terhantar ke Gerik sana
Mengajar erti susah dan menjadi manusia
Yang bisa memakai stokin sendiri
Dan melipat kain baju sendiri dalam gerobok besinya.

Aku pun taktahu kalau aku tak masuk asrama aku akan jadi apa
Mungkin aku akan terus-terusan manja
Dan tak pandai mengurus diri
Tak ubah seperti
Adik-adik aku.

Cuti ini, aku banyak sentimental
Banyak juga naik angin dengan adik-adik yang terlalu manja
Yang pada aku 'malas' similenya
Banyak.

Tapi siapa yang patut aku berterimakasih, seharusnya
Atas aku yang menjadi aku yang kini?
Ya Allah kau yang rancang semua ini
Kerana mereka takmampu menahan ujian asrama, mungkin
Manakala aku, sangat lemah dalam department sabar.

Semuanya ada hikmah.
Dan aku harus berhenti, sekarang.

Tuesday, January 21, 2014

Luar alam

Figura kaku, masih terdiam di sudut siring
Menapis gelombang suara dan tangis
Dari fikirnya sendiri

Dari pandangan insan asing
Dia gila dan runsing
Tapi kenapa, itu bikin pening
Kalau mahu ditilik, kepala bisa teleng

Biarkan alam bersandiwara
Nanti kan hilang juga, semua

Lantas figura itu bangkit berdiri
Meninggalkan sudut terpencil yang sedari tadi dihuninya
Ke alam idealis tak beritma
Bosan.

Saturday, January 18, 2014

Berusia

Menjaga golongan tua itu
Mengajarkan sabar
Mengajarkan tegar
Bila perlu ditegur
Tegurnya perlu lunak
Keras sedikit perlu dipinta maaf
Luka sedikit lama rajuknya

Menjaga golongan tua itu
Menjadikan aku yang lebih kepada melihatnya ini-
Bersyukur dengan usia muda.

Kata ummi
Di usia muda ini
Di kala badan sihat dan minda cerdas ini-
Berdoalah sebanyaknya
Bersyukurlah seluasnya
Beribadahlah sekuatnya jasadmu
Kerana jika sudah menjadi nenek
Sesal kemudian kurang bisanya
Kurang enaknya

Menurut pemerhatian ummi
Insan yang banyak mendekatkan diri dengan Tuhannya di usia muda
Kurang latahnya, kurang keletahnya, kurang onarnya di masa tua
Tapi insan yang masa mudanya habis mengejar dunia dan pandangan manusia-
Banyak nyanyuknya
Banyak ganjilnya
Banyak keletahnya di usia tua

Ya Allah peliharalah kami dan umur kami
Panjangkanlah umur kami dalam memujiMu dan memakmurkan bumiMu
Jangan sesekali kau biarkan umur kami berlalu dengan sia-sia
Baik di muda kami dan di senjanya kami.

Ya Rabbi
Kuatkanlah kami dan sabarkanlah kami.

Saturday, January 4, 2014

I miss you.

I miss your smile, your laugh, your good expectations towards me.

At least when I feel that the whole world hates me and being delusional, I know that you'll love me.

Sometimes I'm not fair towards you. I know that. And I keep feeling amazed that you still wanna be friends with this annoying girl. I know that I'm so annoying cz sometimes I even annoyed myself.

The reason that I enjoyed sekolah agama is I got to meet you. And the others, of course, but the main highlight is you. You're so good and kind and pretty and funny. And is always kind to this skinny tak reti senyum girl. I never imagined our friendship will last this long, but I'm proud of us. I'm proud that I can say I've known you since we were eight. I'm proud that my best friend, is such a nice girl (woman, now), unlike myself. I'm still working on it.

Dear Najwatul Jamilah,
I'll be back after my 4 days without gap practical exams. The stress is killing me but I'll be good. I wanna see you. And entah kenapa the whole day aku asyik teringatkan kau.

Take care my dear. See you soon.

Your best friend till Jannah (ameen),
Cha.

Thursday, January 2, 2014

Assalamualaykum, Dua ribu empat belas.

Bismillah.

Seperti blogger lainnya, aku terasa terpanggil untuk berbelog sempena tahun baru.

Ya, aku tak hipster. Tak juga mainstream. Sederhana aje. Yang sedang-sedang saja, ibarat kata Iwan. Kantoi aku layan dangdut.

Baiklah, 2013.

Tahun lepas iaitu tahun 2013, takde pencapaian yang memberangsangkan sangat pun. Aku rasa yang paling significant is aku pass third year. Sebab aku anxious kalau tak pass nanti aku kena repeat pastu dah final year aku jalani dengan tak tenang, padahal walaupun pass takde la setenang air yang kusangka tiada buaya, tapi sebenarnya ada buaya. Alhamdulillah. Pastu aku macam lek lek je walaupun final year, dah entah kenapa kau diri sendiri, tapi aku bersyukur sebab rasa tenang tu Allah yang bagi, anyway kalau panik bukan boleh study. Sebenarnya aku memang tak reti panik. Soalan mak aku tiap tahun sebelum exam final is, akak tak tengok wayang ke? Itu menunjukkan betapa di paras luaran aku di hari sebelum exam aku selalu kenkonon cool walaupun dedebar malam tu tido 4 jam je sebab dalam tidur pun aku mimpi baca buku, baik aku bangun terus study kan.

Tahun 2014 aku menginjak usia 25 tahun. Sebenarnya lepas habis UPSR dulu aku target di usia ini aku dah ada seorang anak. Sebab mak aku lahirkan aku di usia 23 so aku kan anak ummi forever so aku bajet perjalanan hidup aku sama je macam ummi. Namun hampa. Calon suami juga masih belum muncul, mungkin jika usiaku pendek tak sempat kahwin pun, alhamdulillah lagi dah join usroh aku tersedar yang kebahagiaan hidup tidak bersandarkan pada either kau memiliki pasangan hidup ataupun tak. Wanita2 hebat macam Maryam binti Imran dengan Rabiatul Adawiyah takde suami pun tapi Allah sayang diorang. So kau nak muncul ke tak bakal suamiku, up to you lah, asalkan Allah redha. Ameen. Jadikan kami warga syurgaMu ya Allah. Matikan kami sebagai muslim ya Allah. Rabbana taqabbal du'aa.

Lagi, aku baru saja habis exam theory the final of the final MBBS tanggal 31/12/2013 kelmarin, what a way to end the year, aye. Lepasni exam praktikal pula. Mulai esok harus berusaha keras supaya lulus exam dan menjadi doktor. Pastu baru boleh lafaz kata cinta. Dah kenapa. Tak tak. Boleh berkata Alhamdulillah ya Allah! Semua ini Kau yang punya. Bukan kerana usaha aku tapi kerana rahmatMu semata. Ye. Angan2 untuk pass harus ada siap dah karang dialog bersama Sang Pencipta. Gituh suwit.

Sekian nukilan tahun baruku, semoga saja tahun ini lebih baik dan lebih insaf. Ameen...

Assalamualaykum and good night!

Peace out.