Thursday, October 31, 2013

The solution to Stupidity Spells

Have you ever feel stupid whenever you see a particular human? Yeah I used human cz a person would be demeaning. That human did nothing to you, (well not at the particular moment), not even watching you or noticed you. Yet you feel so damn stupid like you've been stripped down in the middle of a crowd.

It's so stupid yet that's how it is. You feel utterly stupid and disgusted at yourself to the point that you feel like leaving the room in that immediate second.

Yeah I have that kind of effect with that certain human.

And I found the solution today.

Today, when I saw that human, I had my earphones strumming zikir to my eardrums. And this time, I don't feel stupid. In fact, I feel at ease, like nothing could ever harm me.

Definitely the answer is the remembrance of Allah, kept me sane.

Now I think I really should do zikir in my every breath. /tears in my eyes/

Alhamdulillah, thumma alhamdulillah.

Wednesday, October 30, 2013

Testing out

I know this will be the same, but i've been without a smartphone for a week and this is kinda awkward. So I got a new phone. Sony Xperia ZR. Hope it'll be good cz the cost to fix my previous phone is too much for value. It's been 2 years++ too, so I guess it's time.

So hello! :) Lets start this new thing with a smile :)

Got ortho end posting tomorrow, intertrochanteric fracture case. May Allah ease and all goes well, ameen.

Till then, Assalamualaykum wbt.

Monday, October 28, 2013

Selamat hari jadi, cinta

Selamat hari jadi, cinta
Semoga hari-harimu lebih indah dengan usia yang bertambah
Semoga setiap satu langkah terkira fisabilillah
Semoga cita-citamu tercapai satu-persatu, membikin kalungan indah
Semoga setiap semoga dari pengucap hari jadi, menjadi nyata

Aduhai cinta
Di ke-dua puluh empat tahun menghirup nafas di dunia
Apakah sudah cukup bekalan dunia sana
Apakah sudah puas menyantuni kedua orang tua
Apakah sudah kau pelajari cara mencintai dirimu, cinta?

Kisah sedih semalam usah kau bangkitkan
Luka dan parut semalam usah kau ceritakan
Namun jangan kau buang, cinta, sesekali jangan
Kerana merekalah yang mengajarkanmu rencah kehidupan

Maka, jika masih diizinkan Tuhan berdiri di bumi
Teruskan juang dalam degupan nadi
Menghabiskan sisa-sisa tahun akhir, tahun akhir bergelar pelajar perubatan di sini
Buktikan kata-katamu cinta
Bahkan yang berjerih-perih tidak pernah terkecuali
Dari mendapatkan jaya dan impi.

Dan aku jua, cinta
Masih bertatih-tatih dalam menyebut diriku "Cinta".

Selamat hari jadi, Cinta!
Jangan kau sangsi
Pasti ada yang mencinta
Dalam kau tahu atau tiada.

Keon Sang Pencinta
Davangere
Isnin 28 Oktober, 2013.

Jangka Kau, Benarkah?

Suatu pagi yang diimpi indah
Bermula dengan terlepas satu anak tangga
Jatuh, terkehel buku lalinya
Benarkah yang kau jangka?

Sebuah cinta yang disulam angan
Berakhir di pelaminan, terhias bunga-bungaan
Tiba-tiba dia naik bosan
Dengan pertelingkahan kecil yang tak berkesudahan
Berakhirnya di hujung gagang,
Benarkah yang kau jangka?

Ulasan minda dipohon dari si karibmu
Bersama permasalahan yang akalmu buntu
Harapnya tertuntas sepertimana rencanamu
Cumanya, terbuah di bibir dia
Tapi butir-butir yang hadir
Malah melontar kau ke tepi pinggir
Alih-alih, sehabis teh secangkir
Gulana hati kau, masih lagi menggetir
Maka
Benarkah yang kau jangka?

Tak salah menelah apa jua mungkin dan bakal
Tetapi pautan hati pada yang belum
Seringkali mencarah-carah
Hati yang sedia berdarah.

Sunday, October 27, 2013

Saba-bah ii

And I'm back.

Where was I? Yeah, I used to live in Kota Kinabalu, Sabah from April 2004 to December 2009. By the way from 2008-2009 I wasn't at home much cz I continued my studies at Sepang and after that here in India. So my last biddings of goodbyes to our home at KK was during the end of August 2009. Sad, right.

It is sad cz it was really an eccentric journey for me. In the year 2004 I was scheduled to sit for my Lower Secondary Certificate (PMR) and I was already in a boarding school by that time (MRSM Gerik, Perak.) If you ever went to a boarding school then you'll know the level of attachment between you and your friends. And it became even more dramatic cz MRSM Gerik only caters for Form 1 till Form 3, and 2004 was supposed to be my graduating year. So naturally I want to stay but my mom said the flight tickets will be so expensive yada yadaaa and it'll be such a hussle and all and there's also a MRSM in KK anyway called MRSM Kinarut (the original name of MRSM Kota Kinabalu) and it is 20 minutes from our new house so there. I was so defensive that after knowing the news I call my new school by the name of MRSM Mengarut. Yeah I'm immature liddat.

Anyway I had to say goodbye to my old school and I cried. Yeah. I was really sad that until my first days in KK I slept with my friends' photos under my pillow. Sounds like a psycho now to me but hey, they're like my second family and I was 15. Friends matters.

So I went to MRSM Kinarut/Kota Kinabalu. My dad on the way there tried really hard (or a bit too hard) to cheer me up by telling me that it's good to have new friends and a new school (the school's literally new, it's open for operation starting on 2002) and anytime I feel homesick I can call him and he'll come straight away cz it's only like 20 mins away, not a 4 hours journey like Gerik-Puchong. Oh janji manismu Ayah, ku ingati sehingga ke hari ini, LOL. So I registered and was appointed a room, and since there's no free room cz it's like the middle of the year I was put in a room with 2 juniors, both a year younger than me. I thought oh fine, I won't get bullied then. Yeah what do you expect? New kid, foreign language, timid (I think I am. I can be very timid at times), veryyyy vulnerable to bullying right. But it never happened. I didn't went to the morning classes and went on sorting out my things, expecting things to happen to me. By noon there was people suddenly coming into my room and asked, "Are You the New Kid?" Suddenly my room became the hottest spot of the afternoon. My poor 2 roommates got no room to stay and they only introduced themselves to me after the buzz was over, lol. My (nearly) whole batch was there and was asking me questions like how's your old school? What's your nickname? What does Keon means? LOL. You guys are awesome! They made me felt at ease during my first day. Then I went for lunch with them and I felt very welcomed. Sabahans can be really friendly and awesome and humble too. I loved them the first day I met them. Though sometimes they think my accent is funny but they accept me anyway. It's so nice to be there.

My first Sabahan word that I learnt was "minta puji." LOL I really can't guess the meaning of that. I was like, kenapa pulak aku kena minta puji? LOLOLOL. Apparently it meant the same as Poyo.

Saturday, October 26, 2013

Saba-bah.

I'm bored, hence I feel like writing random Sabahan vocab.
Bah.
Limpas.
Bida.
Palis-palis.
Kadapatan.
Ampai-ampai.

For those who didn't know, I once resided at Kota Kinabalu, Sabah for 6 years. that makes up for my upper secondary years and my A-level years.Yeah. The weird teen-adult-confusion phase, all mixed up with a new environment, people, friends and language. Super high five to me for surviving all that!

But I must say, though it is a strange land, I found peace at the beaches of Tanjung Aru.

willbecontinued.

Tangan-tangan

sepasang tangan
sebelah menggendong anak
sebelah lagi disua ke mulutnya
dengan mata berkaca.

sepasang tangan
sebelah menghulur wang
sebelah lagi terkaku tak ketahuan
dengan senyum sedikit tak selesa, mengharap dia kan temui cara lebih baik
untuk mengisi ruang hari, mencari sesuapan.

sepasang tangan
dihala tinggi-tinggi ke kepala si perempuan pengemis
bersama setinggi-tinggi suara
kerana meminta-minta pada orang asing ini
dengan riak muka penuh cerca.

hai seisi dunia
jika adil itu terletak di tangan yang paling atas
akan masih adakah sepasang tangan
yang menadah di bawah 
selain dari yang meminta rahmah Yang Maha Pemurah?

Friday, October 25, 2013

Bilakah Kan Tiba Cukupnya?

Di terik tengahari
Seorang wanita pengemis, menanti kami keluar dari kedai kopi
Menggendong anak kecilnya di bahu kiri, bersama anak lelakinya yang cilik di sisi.
Kawanku menghulur sekotak kentang goreng, yang telah siap-siap dibungkus rapi.
Tapi seusai urusan memberi-menerima-bertukar senyuman
Masih lagi si cilik mengekori
Memanggil-manggil, menarik-narik tangkai hati
Untuk merasa, apakah cukup cuma sekotak kentang goreng?

Di hening pagi
Sedang aku bersiap sedia untuk ke kuliah
Ku mengangkat telefon pintarku untuk bertanyakan jika kawan-kawanku sudah bersedia atau tidak
Sederas itu telefonku tiba-tiba termati
Dan tidak hidup-hidup lagi.
Ah jangan begini! Teriak hatiku
Esok harinya aku meminjam telefon kawan
Sementara menunggu elaun bulanan untuk telefon itu kugantikan
Kadang-kala terdetik rasa tidak puas
Tak dapat menghubungi kawan baikku menerusi Whatsapp
Tak dapat bergelak tawa sendiri ketika bermain Gegula Hancur
Tak dapat dan tak dapat lagi
Sehingga kukatakan pada diri
Apakah nikmat dapat menelefon Ummi
Tak pernah cukup lagi?

Sudah ada yang boleh, mahu yang lebih
Sememangnya manusia kuat membantah
Atas kepentingan sendiri punya serakah.

Duhai hati- hati atas dunia ini
Apa jua pun yang kau miliki di atas tanah
Takkan kau bawa bila kau tertanam enam kaki di bawah.

Apakah tak cukup lagi?

Maka bila kan tiba Cukup nya?

Sunday, October 20, 2013

My phone died today. RIP, Phone.

Aicha, Aicha, smile for me now
(I don't know, I don't know)
Aicha, Aicha, in my life

Lord knows the way she feels
Everyday in His name she begins

-- Aicha, by Outlandish

Am feeling so miserable throughout today. My phone happen to finally 'breathe its last breath' today. I don't know why I'm feeling so difficult, even though I tried to cheer myself up, chanted that the phone is only one material which of course has its expiry date and it's not everything in my life, the fact that I can't call my mom for the time being really made me feel down. When I asked my sister to tell ummi that maybe I can't call up till next week cz that's when my allowance is credited into my account and I can buy a new phone (am broke now), she said Ummi is too busy playing Candy Crush and she'll tell her that tomorrow. Don't you know I'm the one feeling Crushed over here lil missy? I hate you. I hate that I can't talk to ummi and cry over the phone, forcing me to cry alone here. I dunno. I guess I'm just too attached to the phone. Or my expectation that it will only die by next year, when I'll be finishing all my exams, when I can finally feel like Yeay! MBBS is over so it's time for a new phone! Seems like Allah has a better plan. The downside of it is that everyone's kinda busy tonight and no one I can talk to through the Net except for random people on Twitter which unfortunately doesn't help to relieve my depression, partially cz I don't tell strangers my real problem cz that'll be really weird and inappropriate.

My phone is:

1. My alarm clock for Subuh prayer and everytime I planned to wake up
2. My social network provider (Instagram mainly. I love seeing nice pictures of other countries I can't afford to visit)
3. My MP3 player (cz it's easier to choose songs from than my ancient Sony 2GB walkman player)
4. My dictionary (in any random moments, or when I wanna write poems- I even have Kamus Dewan in there!)
5. My prayer time buzzer
6. My mess hall menu reminder
7. My video player (cz my laptop's sound system stutters and it's been like that forever but I'm too lazy to go to the shop and send it for repair)
8. My Phone (to call ummi every day! Yeah I'm such a mommy's girl.)
9. My Whatsapp provider to know about classes, usrahs and what-not.

Ya Allah please make me strong. I know this happens for a reason. And I know Your plan is the best.

I had tried nearly everything to revive my phone (except going to a repair shop cz I'm afraid they're gonna access my bankings info there- yeah I'm paranoid, whatever) but to no avail.

Hence,

Goodbye, Phone.

Thanks for being wimme these 2 harsh years. I'm not a careful owner. I know that. But you've been so strong, I thought you'll last longer with me.

Never mind I'll find someone like you...

Friday, October 18, 2013

Panjang

Seekor ikan peliharaanku yang bernama Panjang, baru saja mati sebentar tadi. Rasanya terkena infeksi. Perutnya kembung kebiru-biruan seperti lebam.

Sebelum ini, Panjang adalah ikan yang paling kurang kasih sayang. Rupanya biasa-biasa saja, tak segemalai yang lainnya. Bulan 6 yang lepas mereka berbunuh-bunuhan sesama sendiri dan Panjang dan Atok saja yang berjaya teruskan survival. Tapi mata Panjang tinggal sebelah saja. Lalu aku menggelarkannya 'Panjang the Pirate'.

Sejak matanya buta sebelah, Panjang jadi sedikit pasif. Dia kurang nampak, jadi ketika aku memberi mereka makan dia yang paling selalu dilibas Atok dan mendapat portion yang paling sedikit. Kasihan.

Tengahari tadi Panjang pasif saja. Duduk di bawah akuarium, bukan berenang-renang seperti selalu. Hatiku terdetik yang dia tidak sihat, tapi tak ada apa-apa yang boleh kulakukan.

Selepas Isyak tadi, Panjang sudah terapung dan asyik diganggu Atok. Tapi insangnya masih bergerak-gerak perlahan, seperti berat hendak mengambil nafas. Aku pergi menelaah di bilik kawan, dan sekembalinya aku ke bilik, dia sudah tiada.

Ketahuilah Panjang, meski kau bukan yang istimewa, tapi setiap hela nafasmu dan tasbihmu selalu mengingatkan aku yang leka. Terima kasih kerana pernah bersamaku.

Selamat malam, Panjang. Dan malammu akan lebih panjang.

Tuesday, October 15, 2013

Hei Kita

Hei kita yang bakal beraya pada esok hari
Lambat sehari dari negara sendiri
Mak telefon di hening dini
Terlupa subuh dia kita punya tiga pagi
Memberi ucap Selamat Raya Haji
Dibalas kita, ya, ya, kita sekolah hari ini
Se-terletak telefon, hati kita iri.

Hei kita yang ada periksa tak lama lagi
Makan coklat pandai, minum air jampi
Tapi masih alam maya kita lawat-lawati
Setiap sepuluh minit berselang satu definisi
Insaflah kita! Insaflah diri!
Bagaimana Melayu hendak tinggi berdiri?

Hei kita yang jauh di perantauan
Lemang tak dapat, rendang kita rindukan
Tapi tak apa! Ini kan pengalaman?
Sampai bila di rumah, bersenang-senangan?

Manusia itu jika tak ada tekanan
Jarang sekali grafit menjadi intan.

Hei kita! Kita kan hebat? Kita kan ada pencak Hang Tuah, setianya Jebat?

Hei kita! Marilah bangkit dalam semangat!


Aidil Korban

Korban
Di zahirnya terlihat haiwan ternakan
Sapi, kambing, jadi sembelihan

Namun darah yang tertumpah
Sama sekali tak sampai kepada Tuhan
Tapi amal yang terlontar
Dari hati yang mengharap benar
cinta Tuhannya-lah, yang kan terhampar.


Di pagi hari raya di tanah airku
Aku tertinggal di seberang Lautan Hindi
Berdiri di belakang barisan pakar-pakar tulang ber-lead jacket di dewan bedah
Kerana sambutan korban Raya Haji di bumi ini
Bakal disambut hanya pada esok hari.


Ya
Setelah keluar dari dewan bedah, dalam langkah cepat-cepat

Berlatarbelakangkan hingar pakcik jaga menghalau saudara pasien di akhir waktu melawat
Aku tersedar, makna korban ini
Bukan pada busana berkerlip
Bukan pada hidangan beraneka tuk dicicip
Tapi pada jiwanya yang harus menahan nafsi
Rindunya. harapnya. cintanya.
Pada siapa?


Dan seharusnya hanya pada Dia saja
Yang sudah bermurah hati mengurniakan berkah 

Sepuluh awal Zulhijjah.
Hanya pada Dia saja
Aku bersyahadah, dan memaknakan sumpah.


Oh Tuhan, jangan sesekali kau biarkan jiwa ini menjadi korban
Dengan bayaran harta segunung mewah
Tapi biarkan ia mengorbankan kunci-kunci dan kuncu-kuncu dunia
Di hujung sejadah, dahinya rebah.


-Di terik tengahari, sehari sebelum AidilAdha Davangere/Petang AidilAdha Malaysia

“Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah
tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketaqwaan daripada kamu…” (Al-Hajj: 37)


Salam AidilAdha! :)

Monday, October 14, 2013

Telagah Tengah Malam

Di setiap denting tengah malam
Datang dua elemen bertelagah dalam kotak minda
Saling salah-menyalah

Hei kau, Si Optimis! Datang lagi kau di sini?
Sangkaku kau sudah berlari jauh dalam tangis
Di kelam semalam dikabut gerimis
Paginya dia, hilang impinya, kau kalah tipis, saudara!

Dekah-dekahnya Pesimis, Si Optimis sambut sinis,
Jika bukan keranaku, saudara,
Entah masih adakah lagi dia di dunia.

Tanpa harap esok kan cerah
Buat apa terus menjadi beg darah!
Harap itu, saudara, harap-lah!
Yang membangkitkannya di pagi-pagi
walau dengan sedikit frustrasi
Kerana harinya tak secantik fantasi
Tapi saudara, tapi!
Dia tak terfikir pun untuk terjun ke dasar bumi!

Terus menerus si manusia ditarah
Antara cas tambah dan cas tolak
Bersandarkan iman
Dia percaya, meski berkali rebah
Ada Yang Di Atas, terus-terusan mengawas
Dan terus-terusan menghantar gelombang sayangNya
Dalam bait-bait masa akan datang, di luar kotak fikirnya.

Saturday, October 12, 2013

Ibrah dari usroh hari ini.

1. Manfaatkanlah 10 hari awal Zulhijjah ini, as long as it last! (To be noted: it is already the 6th Zulhijjah.)

Pray on time, increase solat sunat, fast (especially on the day of Arafah), read the Quran, give sadaqah, be nice to people, say subhanallah wabihamdihi, subhanallahil adzim.

InshaAllah.

2. Bila membaca al-Quran, bukalah sepenuh hati supaya lebih terkesan dengan ayat-ayat cintaNya.

Kerana hati yang tenang dan bersih, akan membiaskan peribadi yang indah dan cantik.

Pelajari bahasa Arab untuk lebih faham maksud ayat dan cuba telusuri sirah Nabi saw. :)

3. Dari kisah Said bin Amir al-Jumahiy, dapat kita ambil iktibar:

- Harta itu hanyalah alat untuk mencari redha Allah. Jika harta letaknya di hati, ia akan menjadi bala bencana kepada yang empunya diri!

- Ikhlas dalam beramal dan takutkan balasan Allah di akhirat kelak.

- Tunaikan hak Allah walaupun tanpa redha manusia.

Jazakillah khair korang semua! Semoga kita menjadi lebih baik, ameen, inshaAllah.

Assalamualaykum wbt.

Thursday, October 10, 2013

Selamat hari jadi, Adik

Selamat hari jadi yang ke-11 buat adik bongsuku, Khairul Iman.

Semoga segala cita-citamu tercapai. Semoga menjadi anak yang soleh. Semoga menjadi Muslim sejati. Semoga menjadi syabab berhamasah tinggi, selalu menjulang Islam di tempat nombor satu dalam hati.

Semoga kita bertemu lagi di syurga nanti. Semoga hidupmu dalam terpuji, langkahmu terpelihara, hatimu murni.

Kaknisa tahu lantunan doa Kaknisa tak sehebat tulusnya doa ummi. Tapi adik, Kaknisa yang sulung ini, yang selalu kau katakan 'si tua' ini, sangat-sangat sayangkanmu. Dari khabar pertama kelahiranmu di gagang telefon foyer MRSM Gerik itu, Kaknisa sayangkanmu.

Kerana itu, Kaknisa tak mampu nak tolak apa pun pintamu, adik. Ke PetroSains lah. Ke Aquaria lah. Apa saja, adik. Apa saja, asal mindamu terbuka, imaginasimu luas, impianmu tak punya sekatan, dan agar Allah redha dengan Kaknisa (dan dengan adik juga!). Ameen.

Walaupun kita saja yang berkongsi bulan kelahiran dalam setujuh beradik kita, tak mengapa. Itulah istimewanya kita. Dan wajah kita juga yang paling serupa. Haha.

Adik, semoga terkabullah doa ummi, agar dirimu sebaik namamu, memiliki sebaik-baik iman.

Selamat Hari Jadi Adik.

Salam sayang,
Kaknisa
Davangere, India.

Tuesday, October 8, 2013

Pengemis ii

Aku, duduk di kerusi rotan dalam Kedai Kopi Seteguk.

Kuhela nafasku dalam-dalam. Masih terhidu-hidu bau hanyir darah di Bilik Bersalin Hospital Gisi sebentar tadi. Satu, dua, tiga...aku mengira nafasku. Nafas ini anugerah. Bukti nyawa masih terisi, di jasad berwayarkan darah.

Sekilas aku menoleh ke luar. Adik pengemis tadi, masih di situ. Duduk di sisi jalan berhadapan kedai kopi, menggosok kepala adiknya. Keras.

Ruang fikirku melayang kepada adik kecilku, Iman, di rumah. Entah apa pula pintanya pada cutiku yang bakal menjelang ini. Ayah bakal pencen tak lama lagi. Duit pencennya itu, sebahagiannya dihajatkannya hendak membawa kami bercuti. Destinasinya? Belum pasti.

Bila ditanyakan adik-adikku yang lain, bermacam tempat mereka cadangkan. "Korea! Korea!" jerit Sofi yang gilakan K-Pop. " Paris!" celah Nadia. "Holland! Ummi dah lama impikan berlari-lari di celah-celah hamparan tulip yang berwarna-warni!"

Ayah menoleh kepada Iman, yang leka bermain game Gegula Hancur di tablet milik ayah. "Iman nak pergi bercuti ke mana?"
"Haa? Cuti?" Iman diam sebentar, seolah berfikir dalam-dalam. "Iman nak pergi Zoo Negara. Seronok kan Ayah?"
Mata seisi keluarga hampir terjojol keluar se-terdengarkan bicara Iman Si Pencinta Haiwan.

"Madam, here's your menu." Sapaan kakak waitress yang kecil molek itu, terus memecahkan buih lamunanku di tengah hari panas itu. Aku senyum selayang kepada Kakak Waitress. Dia pun berlalu ke kaunter, hanya untuk melabuhkan lengan sambil badannya berpusing menghala ke televisyen yang memaparkan video klip lagu hindustan terkini.

Aku pandang lagi adik pengemis di luar kedai itu. Entah kenalkah atau tidak dia akan perkataan Zoo.

Monday, October 7, 2013

Hikmah Si Paru-Paru

Menghela nafas satu persatu
Seolah-olah ada batu berat di dalam peparu
Atau mungkin suatu jisim berkonsistensi jeli
Bila ditala dengan stetoskop
Bunyinya seakan-akan belon kehilangan angin
Berkeriut-keriut wajah peparuku
Entah apakah penyebabnya
Mungkin lantaran banyaknya dosa
Mungkin kerana Allah cinta
Mungkin, seberapa banyak kali mungkin pun aku senaraikan di sini
Tak jua hilang bunyinya

Syukur
Aku diperingatkan
Bahawa mati itu pasti
Dan nafas kau bukan percuma saja

Semoga terus beringat selepas ini
Bahawa sependek mana nafas terhela-
Yang menggerakkan otot interkostalku-
Cuma Dia.

Sembahlah Dia yang Maha Satu!
Teriak peparuku, satu persatu.

Saturday, October 5, 2013

Insafi

Heartburn.
Heart burnt.
Different entities, but equally menginsafkan.

Ya Allah, it's okay if you send more heart burns for me, if it means I get to get closer to You, and you'll be happier with me and my annoying being.

I'm so sorry that I'm so hard to be tamed and so selfish at most times. You know how much I regret some things, and am grateful at the same time that those things happen. Cz I know that Your arrangement is the best and the most unique for each of Your slaves' needs.

Let me be with You, Ya Allah. And want less of this lowly dunya. Ameen.

Friday, October 4, 2013

Realiti yang tidak Ideal

Kejadian:

- Baca buku bagai nak rak, topik-topik besar ditelaah walaupun demam, akhirnya yang keluar, tujuh soalan yang sangat rawak dan tidak popular pun.
Congenital anomalies of gall bladder and bile duct? Carcinoma rectum? Please.

- Katanya bersemangat bersemangat bersemangat kerana semalam ramai yang hadir melawat, tapi tewas tewas tewas, bangunnya lewat.

Realiti hidup di luar jangkaan selalu menyedarkan bahawa pemilik segala ilmu mengenai apa yang bakal berlaku, bukan kita. Kita kerdil. Kita berakal terhad. Terhad kepada idealisme yang bersandar kepada pengalaman sendiri, ilmu yang dikutip dan media massa. Sedikit yang maha.

Ya 'Alim! Permudahkanlah, dan kuatkanlah.

Wednesday, October 2, 2013

Appreciation

If we've never been in the dark, then we'll never appreciate the beauty of light coming in and spread through our lives, transmitted through our rod receptors.

If we've never tasted sweetness of a fruit, then we can never say that a fruit is sour, or less sweet than that.

If we've never experienced poverty, then we'll never know the sweetness of living in just what we have and still be happy.

Allah is the Most Just.

Mikroskopi jiwa

Mimik wajah yang durja, dan kata-kata yang kasar, seringkali bersinonim dan bersinkroni dengan jiwa yang resah, hati yang sedih, dan hidup yang sunyi.

Kerana ramai antara kita yang lupa, sebenarnya kita tidak pernah dan takkan pernah bersendiri.

Allah itu selalu bersama, sentiasa, dan sentiasa. Tak ada sepicing mata atau se-terlintas angin tanpa gelombang bunyi, yang tak tertangkap oleh-Nya.

Dan kerana itu, yang berada di sekitar insan yang sedih di dalam namun di tampang luarannya marah, bersabarlah, memahamilah, dan doakanlah.

Dan insan yang melampiaskan marah, ingatlah bahawa orang yang menahan marah adalah orang yang paling mantap dan hebat jiwanya, malahan terpuji di pentas masyarakat langit.

Hidup ini takkan pernah sempurna. Kerana ini dunia. Bukannya syurga.

Semoga kita bukan setakat mencium harumnya, malah termasuk golongan yang berpeluang memijak tanah hadiah penuh warna, sekaligus terlupa terus di dunia pernah sengsara. Hanya dengan rahmatMu Ya Allah.

Ameen, Ya Rabb.