Kerana suatu apa pun tak akan dapat menahan gejolak kemahuanmu.
Saban tahun kau mengira waktu
Bila detik-detik di bumi asing ini akan berlalu
Terasa lambat terasa berat
Tetap jua kau tak tergugat
Sedikit saja lagi, bahkan, kan kau akhirinya
Jiwa sudah mahu meletup tak sabar persisnya
Lagu-lagu semua bernada semboyan lagaknya
Gempita belerang memancar
Anak rantau kan pulang
Tak dihantui bayang kan pergi lagi
Bagaimana enam tahun berlalu sekelip mata?
Gelar-gelarmu juga sudah berganti
Masa depanmu tetap asyik tak pasti.
Bandara negaraku, sabarlah menanti dalam dua purnama lagi.