Aku memerdekakan engkau dari persahabatan yang kian tempang-
Kata engkau
Sedang aku terasa malang
Dirudum sangka yang entah-entah
Kata akhir kita adalah sebuah bisu yang terempang-
Merungkai tangis yang selalu mengejutkan aku di tengah malam
Bingkai-bingkai yang rapuh
Yang ku warnakan gangsa, perlahan
Mengapa harus rentan
Sejiwa jarang tertemukan
Sekata malap-malap di persiaran
Orang bilang kita aneh sekali
Gembira aku diselimuti
Direntap habis aku tak bangkit mandiri
Magis berbalas tiada
Di kejauhan ada satu jeda
Diam, pedih
Sampai bila
Senyum aku lihat kau bahagia
Terasa ingin senyummu menguntum sama.