Wednesday, November 23, 2016

Tugu Kita

Suria, silau dan sinar
Lagu, irama dan pinar
Kau masih
Kau masih
Berputar

Garis masa melangkaui kita
Dalam pintalan-pintalan awan dan listrik
Aku tenggelam dalam lirik
Minta dihidupkan semula oleh masa

Ku tak ingin lihat kau begitu
Ampuh selalu
Rapuh terlalu
Asamu lagikan layu

Tunggu, aku jadi tugu.

Tuesday, November 22, 2016

Sungai

Derap-derap kaki
Di kepagianku
Tak seindah kenang debur-debur air
Di ingatanku

Alir deras itu
Aku rindu.

Wednesday, November 16, 2016

You Withdrawal Symptoms

I'm having a you withdrawal symptoms.

I'm seeing the way you walk, hearing the way you talk, I thought I heard your giggle on the street, but when I look back,

You're nowhere to be seen.

I'm having a you withdrawal symptoms.

My friends had been telling me I need to move on, that people come and go, and you probably were sick of me and don't want to see me anymore.

That's all bullshit, isn't it?
Or....is it?

I'm having a you withdrawal symptoms, and I'm drowning myself in bubble tea and self pity.

And I don't do well in my job, (like I ever did before, haha) but back then you were always there for me and always listening and criticizing me too just to laugh at it at the end.

In the end,

This is making me depressed and sick of myself, but I'm gonna push myself up, eventhough you've forgotten about me,

Like everyone did, eventually.

I'm having a you withdrawal symptoms.

Monday, November 14, 2016

Bintang

Engkau adalah bintang, adalah bintang.

Sering ditunggu orang-orang
Dirindu-rindu pabila hilang
Dinamakan denganmu orang tersayang

Apa jasamu dikenang-kenang?

Engkau, jauh
Cuma berkilau-kilau
Terkenyit-kenyit di malamnya langit

Sekadar rupa, sekadar ada
Tiada pun yang terjatuh, engkau menghulur tangan, membangkit

Manusia memang mudah terpesona
Dengan segala kelip-kelip, kilat-kilat, kilau-kilau yang bersahaja
Manusia memang memandang rupa
Jika tidak masakan engkau yang jauh disanjung-puja

Aku tidak membencimu, bintang.
Tapi aku juga tak mahu memujamu.
Jiwa diselubungi awan-
Jika aku hilang, tiada yang tahu.

Aku bukan bintang sepertimu.

Thursday, November 10, 2016

- -

Aku ingin sekali memadam diriku, dalam ingatan masa
Dan tak ingin aku, tak pernah inginku, melukai siapa-siapa
Tapi entah mata yang serupa baji
Kata yang serupa belati
Atau laku yang menjelekkan hati
Entah
Di mana silap diri

Aku ingin tiada di takuk waktu ini
Aku ingin pergi, lari
Tapi tiada sempadan bumi mahu memelukku
Tak ada segerimis ombak laut mahu mengapungku

Mati bukan pilih-pilih hati
Tapi serupa saja dengan asaku kini
Berani, atau pengecut
Marah aku lucut
Biar aku herot, asal tak ada yang kutarah, biut

Apa-apa yang ku buat pastinya khianat
Pastinya penat
Henti, henti
Pergi, pergi

Halau aku ke mana saja
Mungkin tiba masa ditenggelam bumi.

Selamanya tak ada tempat aku mengisi
Sisa-sisa hidup, berkongsi hati
Cuma dulang menakung tangis
Tertumpah terisi tak habis-habis.

Wednesday, November 9, 2016

-

Di kertas kumal-kumalan
Segala rasa kugumpal-pintalkan
Segala asa dan separa siuman
Semua pena yang dakwatnya kehabisan
Terlorekkan, menangiskan
Kisah-kisah yang tidak kesampaian

Hendak ku habisi segala tidak asi
Masihkah jauh jalan ini
Tak tegar ku langkahkan, sendiri.

Monday, November 7, 2016

Sedinginnya

Aku merenung engkau di dalam lingkaran, dilukiskan salju putih; aku bersimpuh
Menuntun doa-doaku bersama senyummu
Tapi engkau tidak mahu,
Tentu engkau tidak mahu, aku melintasi garisan itu

Sepelaung masa kita kira tak akan terputus hayatnya
Serantaian kristal kaca tak terlihat di zahirnya

Meski kau ku imbas dari mula,
Kita begini saja
Didindingkan entah apa, ditabirkan rahasia

Aku tertidur di pangkin, dikejutkan bayu dingin
Rupa-rupanya aku bermimpi
Engkau masih tiada di sini.

Friday, November 4, 2016

Telapak Ceracak

Di pertapakan dua purnama
Ceracak-ceracak kosong perlahan dibaluti simen-simen ampuh
Memperbaharui
Melangkaui
Kesempadanan ilusi yang kita bina sendiri

Masih belum sempurna, tugumu
Bahkan takkan
Akan kusambut embun tak biasa
Menyejuk bahangnya pemula-pemula ini
Mengalirkan air mata murni
Atas nyahnya kesepaduan kata kunci
Ini, untuk aku semata

Melangkahlah, teguh
Untuk bulan purnama yang menunggu
Setiap jejak di tanah, baharu
Belum mati lagi, belum mahu
Kirana ajaib menongkah teraju

Bersila di pangkin kemesraan
Lambaian daunnya menyeka canggung
Teruslah bersemayam di pinggir-pinggir air
Moga kelapangan yang hidup terus-terusan mengalir

Tak termakan puji engkau memundir.

Wednesday, November 2, 2016

Keluk-keluk Ingatan

Semoga penghujung awan yang paling tipis, berkenyit sebentar sebelum pipih
Semoga titis air yang tumpah di hujung jemari, membuang rindu seperti tasbih
Semoga malam yang tiba memeluk, meraup ingat dalam sedarku
Semoga jejak yang dilangkaui sibuk, menghapus kamu dalam bayangku

Setelah 5 matahari bertamu dan tak kelihatan tampangnya kamu,

Sejujur-jujur,
Aku rindu.