Scrunching my nose hard, trying to stop myself from crying.
I truly am weak, and lady luck is never by my side
Prove me wrong
Prove me wrong
Prove me wrong
Scrunching my nose hard, trying to stop myself from crying.
I truly am weak, and lady luck is never by my side
Prove me wrong
Prove me wrong
Prove me wrong
Yang jiwanya bersepuh rindu, maka akulah
Penyanyi sumbang irama ingat-ingat yang lama
Semua sudah beransur pulang
Tapi aku masih menyalakan api-api cahaya, untuk si mendiang
Berlariku ke teluk runsing, segalanya datang dan pergi, sulit
Benci benarku pada bunyi serombong tua
Mengolok aku, mengajakku ayam-ayam ke tanah besar
Siulannya pincang
Aku tak alih percaya
Sinar mentari pagi menegurku, apakah masih ingat-ingat lagi
Sedang segala runut sudah berhenti
Sedang ngongoi masih menari-nari.
Kau bilang kata-kata adalah kekuatanku.
Perkataan yang ku anyam
Bicara yang kusulam,
Menguja, berteriakkan ritma
Namun kata jua selalu memusuhiku
Menenggelamkanku
Memburu segala tuju
Dan mengkhianatiku
Kala aku dihurung sedih dan rindu
Puing-puingnya dibalikpusing
Di sekitar pilu, sendu, rentan yang berkeliling
Aksara mentertawakan
Bilangnya, senyummu terlalu plastik
Materi bikin engkau panik.
Kelmarin, kita tertawa
Hari ini, kita pura-pura.
Runsing, aku semakin memusuhi hati sendiri.
Suatu diam yang mengurung hati
Nafasnya laju
Ritmanya rusuh
Bajunya belacu
Kan ku nantikan sampai bila, kan berlalu hiba
Kemasan ku tempa, mahkotanya seolah berani
Sedang derap menambahkan kecai di setiap detik
Bangun sebentar,
Lagi tiga hari kita beraya
Tampalkan senyum palsumu, biar
Lalukan tanya menghunjam, biar
Kuih dijamu
Marhaban dialun
Rerumah ditamu
Sorokkan, sorokkan habis luka jiwamu.