Aku berlari, meluru kepada matahari yang memanas
Ia tidak pernah memanggil namamu
Namun kau tetap menujunya
Mendambakan hangatnya
Tanpa kau sedar dirimu terbakar sama
Dia dikenali, pembakar diri
Entah bodoh atau berani
Tiada yang peduli
Yang menoleh, sepi
Kutiplah abu sendiri, kutiplah
Dan basahkan dengan embun pagi paling dingin
Darinya kau binakan tugu
Dirimu yang tak putus-putus membina hati
Setiap kalinya, menetaskan diri barumu yang lebih lagi
Lebih lagi tidak percaya
Pada matahari, direnungnya
Lantaran apa
Kegilaanku padamu tak menipis
Meski musim makin mengikis
Usia, dan kudrat yang terhabis
Entah.
Mungkin mengharap di setiap kelahiran semula
Menjadi lebih dewasa
Dan lentur hatinya dengan drama dan rama
Ah, aku terlalu mudah jatuh cinta.
Tapi engkau tetap Matahariku.
No comments:
Post a Comment