Sesaknya kamar fikiranmu
Sempitnya balam matamu
Yang ada, dokumen-dokumen menekan
Yang tinggal, asa-asa ketinggalan
Cepat
Cepat
Cepat
Kita mulakan, jangan tersisih di pinggir mundir
Menengadah ke langit, kepalamu
Mengangguki jalan-renti kereta, melayan rasa
Awan
Bagaimana engkau selalu putih?
Awan menempelak dengan menampar silau mentari,
Lupakah engkau pada kelabuku?
Kisah dan resah
Senantiasa ada yang tak cukup
Cukup
Habisi dan katup
Mata ini sudah mahu tutup
Lari-lari-lari-lari-lari
Terjaga engkau, masih digari
Segala gelisah seberat besi
Terjun dalam angan-angan
Semoga engkau kekal siuman.
No comments:
Post a Comment