Tuesday, May 31, 2016

Away.

Sebaiknya kamu mati saja, rasa
Sebaiknya kamu berkubur saja, asa
Menunggakkan kita,
Aku sudah tak kuasa.

Sedari dulu aku tak percaya
Kita akan melalui jalan, sejauh ini bekasnya kita
Tapi rupanya aku pemberat
Ladung besi bersiur ke barat
Engkau, aku kasihan engkau
Kenapa aku kau tak pernah tinggalkan
Setelah berkali kau, aku susahkan

Maafku pinta dari kau, kawan
Aku tidak tahu apa erti kita
Dari ayat sebaris dua
Terasa runtuh seluruh semesta.

Hatiku patah, semestinya
Tapi aku telah biasa
Aku malahan terpaksa biasa.

Biarkan aku pergi.
Maafkanku, sekali lagi.

(dan benarkanku kembali setelah dua hari setelah habis aku berperang emosi sendiri.)

Ah perempuan memang selalu paradoks
Dan juga ironi.
Aku benci.

No comments:

Post a Comment