Sunday, May 25, 2014

Celaka

Yang paling celaka itu lidahku
Lidah seperti pedang, kau kata?
Apakah kemunduran ini?
Lidahku seperti sniper
Tepat ke jantung
Mati semuanya.

Yang kedua celaka itu sifat tak endahku
Bila orang datang padaku
Aku buat tak endah saja
Bila orang pergi dariku
Kutanyakan, mengapa?
Ah, celaka.

Yang terakhir celaka itu aku
Di hening pagi
Tiada yang lain yang aku hingarkan di ruang fikir
Selain kecelakaan hati. Dan jiwa.

Sambil aku memutarkan lagu-lagu sedih di pemain burukku.
Konon-konon mereka boleh membasuh
Dosa sniper dan sifat hati keringku ini

Kenapa, kau begini
Mencelakakan diri sendiri?

Tuhan, aku takut
Mati dalam celaka.

No comments:

Post a Comment