Di bibir kantuk kakiku menari
Di pipi mabuk hatiku sunyi
Tawa-tawa cerita
Hilai suka duka
Di suatu pinggiran hati
Engkau ku ingat peri
Apakah ini hukuman
Untuk yang tak terluahkan
Mencari senyum di mata yang lain
Menampar kenang di sudut selain
Masih derai ketawa yang kamu
Yang ku kenang kenang selalu
Meski dudukku di sebelah yang ada
Syukurnya memerca
Kamu tiada jelma
Mungkiri sepi, aku biasa
Yakini pergi, aku terluka.
No comments:
Post a Comment