Saturday, October 8, 2016

Lari

Aku memandang mega di langit
Pintalan yang berupa naga; matanya persis matamu
Yang selalu bergemintang dan tersenyum manis sekali
Pintaku ingin lari, tapi di kebiruan engkau di ingatan.

Aku mohon pada Tuhan diselamatkan dari kemahuan yang entah-entah
Dan gundah sunyi yang membawa padah
Tapi sayang,
Engkau tiba
Apa rahmat atau antah
Gusar
Aku resah

Satu purnama berlepas pergi; ibuku bertanya
Kini aku tak yakin lagi
Berbalas kata; ini biasa-biasa

Lepaskanku, hati
Kau, tak bisa kecewa lagi
Di setiap jatuh hatiku menari
Di setiap kembang bunga, hatiku sunyi
Memamah ratah dagingnya sendiri

Buangkan, jika ini bukan
Hapuskan
Aku lelah berperang perasaan.

No comments:

Post a Comment