Sepemeluk ragaku belum pernah melupakanmu, cuma tenggelam di pinggir-pinggir sibuk dan rengsa yang mengutuk.
Kau muncul semula menayangkan senyum, menawarkan kata semangat diriku memula perca baharu.
Aku buntu dilamun kenang, seriau mengenang engkau takkan pernah butuh diriku sepertimana dahulunya. Rasukan memori lama-lama mengganggu, menebas rumpun selesa setelah lama ditinggal ucap-ucap selamat pagimu.
Lebih kuat dari ini, seharusnya! Bentak jiwaku. Ingatkan hati, engkau cuma sopan, bukan merindukan.
Aku terpempan menelan maksud telah-telahanku sendiri.
No comments:
Post a Comment