Kelambu asaku asak
Mendung kelabu, hitam sesak
Tarinya sumbang
Tintanya malam
Tangisnya tenggelam
Serunai melagukan bait hampa
Luka, bilangnya, untuk apa
Ke kiri ke kananlah, tiada anjak
Tak habis bumi terus diinjak
Kaca bertabur kakinya darah
Lela memasyhur hatinya marah
Lembar-lembar rindu takut ditebar
Kekuning benang harap
Diikat jadinya belacu
Menutup bidai ratapku beradu.
Khairun
Yang di sini tidak pernah marah padamu.
No comments:
Post a Comment